Jokowi mengatakan, dirinya tidak kuat menanti kabar pembangunan yang terlalu lama.
“Kita itu gini lho, kita ini semua ingin ada percepatan MRT. Kita putuskan kebut-kebutan.
Nunggu udah berapa bulan ini, udah lima bulan kan. Saya tak kuat menunggu terlalu lama kayak gini. Saya inginnya itu segera. Putuskan segera, ngecor,†tegas Jokowi di Jakarta, kemarin.
Selain MRT, proses pembangunan monorail di matanya juga sama saja leletnya. Bayangkan, menyusun dokumen saja lambat.
Jokowi meminta,
progres proses pembangunan disampaikan harian, bukan per bulan.
Jokowi sebelumnya pernah menyampaikan keinginannya agar pembangunan proyek MRT dan monorail bisa dimulai bulan Februari. Sekadar informasi, pelaksana pembangunan MRT yakni PT MRT, perusahaan bentukan pemerintah DKI.
Pembangunan MRT koridor pertama diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp 15 triliun.
Rute koridor MRT pertama, yakni Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Biaya pembangunan proyek MRT rencananya ditanggung pemerintah DKI dan pemerintah Pusat dengan porsi 51 persen dan 49 persen. Dana itu sebagian pinjaman dari Japan International Cooporation Agency (JICA).
Sementara pembangunan monorail dilaksanakan PT Jakarta Monorail. Pembangunan koridor pertama ditaksir menghabiskan Rp 6,9 triliun. Rute koridor pertama, yakni Rasuna Said Senayan dan Dukuh Atas.
Juru Bicara PT Jakarta Monorail Bovananto memastikan, proses pembangunan monorail tidak stagnan. Menurutnya, progres pembangunan cukup positif. Namun, tidak semua informasi bisa disampaikan ke publik. Ada perkembangan yang harus dijaga privasinya.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan proses pembangunan.
Yang jelas ada progresnya,†kata Bovananto kepada
Rakyat Merdeka,kemarin.
Bovananto yakin,
progress report pembangunan ke depan akan
lebih baik. Pasalnya, sudah ada beberapa pihak yang ingin membantu pembiayaan dan bergabung di proyek triliunan rupiah ini.
Dia menuturkan, pembangunan monorail masih berjalan sesuai rencana. Pembangunan akan selesai seperti yang direncanakan.
Dia meminta kepada berbagai kalangan untuk sabar. Karena ada proses pembangunan yang harus diselesaikan.
“Tidak mudah melanjutkan pekerjaan yang sudah terhenti beberapa tahun,†tandasnya.
Salah satu persoalan yang dihadapi PT Jakarta Monorail, yakni pembayaran pergantian tiang pancang monorail. Tiang pancang itu dikerjakan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Direktur Utama PT Adhi Karya Kiswodarman mengungkapkan, hingga kini pihaknya belum menemukan kata sepakat dengan PT Jakarta Monorail mengenai kompensasi tiang monorail.
Menurutnya, pihaknya ingin mengklaim kompensasi pembangunan tiang pancang sebesar Rp 196 miliar. Namun, sampai kini PT Jakarta Monorail belum menawar harga tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: