BPH Migas Usul Pembelian BBM Pake Kartu Elektronik

Untuk Perketat Alokasi Minyak Subsidi

Senin, 11 Maret 2013, 08:00 WIB
BPH Migas Usul Pembelian BBM Pake Kartu Elektronik
ilustrasi/ist
rmol news logo Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas bumi (BPH Mi­gas) mengusulkan penerapan tran­saksi pembelian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan kartu elektronik seperti transaksi pemba­yaran jalan tol yang me­makai e-toll card.

Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto mengatakan, sis­tem transaksi pembelian BBM menggunakan kartu terse­but, ber­tujuan untuk menyem­purnakan rencana PT Pertamina (Persero) yang akan memanfa­atkan tekno­logi informatika un­tuk merekam penggunaan BBM.

“Itu sistemnya kayak e-Toll card,” kata Djoko di Jakarta, kemarin. Untuk menerapkan usulan tersebut, lanjut Djoko, BPH Mi­gas berencana menggandeng bank. Nantinya pihak bank yang akan mengatur pembayaran tran­saksi.
 
“Jadi ada pihak bank mau. Bank bisa membiayai. Jadi goal-nya ka­yak kita beli bensin lewat kartu. Kayak e-toll card. Nanti po­to­ngan­nya kayak gitu,” jelas Djoko.

Selain mempermudah bertran­saksi, sistem tersebut juga mem­buat distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran. Pasalnya, tran­saksi pakai kartu akan terpantau kon­sumsi BBM dan data identitas kendaraan. Sehingga penera­pan­nya bisa menghindari penyele­wengan penggunaan BBM ber­subsidi.

“Kita bisa lihat siapa yang beli? Volumenya berapa? Dari data yang punya kartu. Ini baru tahap pembicaraan,” jelas Djoko.

Kartu ini pun akan digunakan untuk mengatur distribusi solar bersubsidi di lapangan. Pasal­nya, dibandingkan jenis BBM bersub­sidi lain seperti premium dan minyak tanah, jenis solar sering disalahgunakan.

“Mudah muda­han bisa segera terbit. Kita juga akan bicara de­ngan Pertamina,” katanya.

Dengan sistem IT, BPH Migas memperkirakan penyalahgunaan BBM subsidi bisa ditekan hingga 1,5 juta kiloliter (KL).

Dia  melanjutkan, rencananya BPH Migas akan menggandeng enam bank pelat merah untuk me­nye­diakan kartu transaksi pem­belian BBM. “Yang utama BRI. Kalau tidak salah, ada enam bank peme­rintah yang kami ajak ga­bung,” kata Djoko.

Menurut Djoko, kerja sama ini bakal menguntungkan pihak per­bankan karena transaksi pem­belian BBM dalam sehari menca­pai Rp 600 triliun. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA