Harga Daging Sapi Meroket Pedagang Malah Tekor 10 persen

Kementan Berdalih Kenaikan Harga Picu Pertumbuhan Ternak Nasional

Sabtu, 09 Maret 2013, 08:00 WIB
Harga Daging Sapi Meroket Pedagang Malah Tekor 10 persen
ilustrasi, Daging Sapi
rmol news logo .Harga daging sapi di pasaran masih sangat tinggi sehingga merugikan pedagang. Pemerintah diminta segera mengambil kebijakan konkret untuk menurunkan harga komoditas tersebut.

Sekjen Asosiasi Pedagang Pa­sar Tradisional Ngadiran me­nga­takan, saat ini harga daging di pa­saran masih bertengger di Rp 90 ribu per kilogram (kg).

“Berbagai langkah yang sudah dila­kukan pemerintah belum ada yang berhasil menurunkan har­ga daging sejak Desember tahun lalu. Padahal, harga daging yang ideal itu kisaran Rp 60-70 ribu per kg,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Akibat tingginya harga daging, para pedagang harus mengalami kerugian karena pembelinya ber­kurang. Rata-rata kerugian yang ditanggung pedagang da­ging 10 persen.

“Selama ini operasi pasar yang dila­kukan pemerintah hanya tu­run ketika menteri datang (sidak-red). Ketika menteri pulang, har­ganya naik lagi. Jadi (kunjungan menteri) nggak ngaruh,” ungkap Ngadiran.

Ketua Asosiasi Pedagang Da­ging Indonesia (APDI) Asnawi me­­ngatakan, saat ini anggotanya rata-rata menjual harga daging Rp 90-100 ribu per kg. Masih ting­­ginya harga jual tersebut ka­rena para pedagang membeli dari rumah pemotongan hewan (RPH) juga sudah tinggi.

“Jika dijual di bawah harga ter­sebut, itu jual rugi. Dengan jual Rp 95 ribu per kg saja pengusaha rata-rata hanya memperoleh ke­un­tu­ngan 3 persen,” paparnya.

Asnawi mengatakan, kenaikan har­­ga yang saat ini terjadi tidak dinik­­mati para pedagang. Justru, yang menikmati adalah para pe­ngusaha yang tergabung di Aso­siasi Produsen Daging & Feedlot Indo­nesia (Apfindo). Pasal­nya, RPH di Jabo­detabek dikuasai me­reka se­hing­ga para pengusaha bi­sa me­main­kan harga seenaknya.

“Mereka biasa­nya im­por sapi dari Aus­tralia dan digemukan, lalu di­suplai ke RPH,” jelasnya.

Menurut Asnawi, kenaikan har­ga saat ini juga dise­babkan ken­dala transportasi dalam pengang­kutan sapi dari sentranya di Nusa Teng­gara Barat  (NTB) dan Nusa Teng­gara Timur (NTT).

“Perlu dipercepat pemba­ngu­nan alat transportasi khusus untuk pe­ngangkutan sapi tersebut yang di­janjikan pemerintah,” katanya.

Dia memprediksi, kenaikan har­ga akan tetap berlangsung hing­ga pertengahan tahun. Sebab, pem­bangunan transportasi khu­sus itu baru bisa berjalan pada Mei.

Ketua Komisi IV DPR Roma­hur­muziy meminta  pemerintah se­gera menurunkan harga daging sa­pi di pasar yang dinilai sudah me­lebihi daya beli masyarakat.

“Sebagai wakil rakyat, kami melihat kepentingan utama saat ini adalah menekan harga yang su­dah di luar jangkauan ma­sya­rakat,” katanya.

Dia menyadari, pemerintah saat ini dihadapkan pada dua pili­han yang sama pentingnya, yaitu me­ngejar target swasem­bada daging sapi 2014 atau menekan harga yang semakin melambung tinggi.

Namun, yang jadi perhatian uta­­ma sekarang adalah level har­ga daging sapi yang terus naik sejak Idul Fitri tahun lalu, dan itu harus dapat diturunkan.

Menurut politisi Partai Persa­tuan Pembangunan (PPP) itu, har­­ga daging sapi yang terlalu tinggi dapat merugikan banyak pi­­hak, antara lain peternak dan kon­sumen.

Apabila pemerintah bi­sa menjamin harga daging sapi dapat ditekan dengan posisi im­portasi sekarang, maka kebi­jakan itu harus dipertahankan. Jika ti­dak, berarti kuota impor mung­kin perlu ditinjau kembali.

Menteri Per­ta­nian (Mentan) Suswono me­nga­­takan, tingginya harga daging di pasaran telah me­rang­sang para peternak me­ningkatkan produksi. Dengan ber­gairahnya para pe­ter­nak dalam mening­katkan po­pu­lasi sapi di sejumlah daerah, ada implikasi positif bagi Indo­ne­sia untuk mengatasi ketergan­tungan impor.

Hingga kini, sapi peternak ke­tika sampai RPH dijual di kisaran Rp 6 juta. Padahal, sebe­lumnya sempat anjlok hingga Rp 4 juta.

Suswono menjelaskan, ting­ginya harga sapi saat ini memang meng­untungkan para peternak. Namun, RPH atau tukang jagal cukup ter­pukul, aki­bat kesulitan menen­tu­kan meka­nisme harga daging sapi potong yang dijual ke pasar-pasar. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA