CPO Indonesia Kena Pajak 9 Persen, Pembeli Lirik Malaysia

Jumat, 01 Februari 2013, 08:03 WIB
CPO Indonesia Kena Pajak 9 Persen, Pembeli Lirik Malaysia
ilustrasi, sawit
Kecil Besar
rmol news logo .Mulai bulan ini, pemerintah berencana memberlakukan pajak baru untuk ekspor minyak sawit men­tah atau crude palm oil (CPO) sebesar 9 persen.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indo­nesia (Gapki) Joko Supriyono kha­­watir, kebijakan tersebut un­tuk jangka panjang berdampak negatif terhadap ekpor Indonesia.

Dia menuturkan, kenaikan pa­jak tentu akan diikuti kenaikan harga jual minyak sawit. Menu­rutnya, kenaikan akan menye­bab­kan  pembeli lari ke produsen lain yang menawarkan harga jual le­bih menarik.

“Saya kira untuk jangka pan­jang, pembeli akan lebih memilih CPO asal Malaysia daripada Indo­nesia,”  kata Joko kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, dua importir ter­besar CPO nasional, yakni India dan China sudah mulai me­­nun­jukkan tanda-tanda untuk menu­runkan permintaan. Tahun lalu India mengimpor CPO dari Indo­nesia sekitar 5 juta ton.

Bila India menurunkan impor, maka target peningkatan ekspor tahun ini sulit tercapai. “Ini tentu akan berdampak terhadap pengu­saha. Pendapatan akan ber­kurang ka­rena margin antara ongkos pro­duksi dan laba ma­kin tipis. Dam­­pak lainnnya, Indo­nesia akan menga­lami kelebihan pasokan,” ujarnya.

Dia menuturkan, kekhawa­ti­ran­­nya bukan tanda dasar. Be­lajar dari pengalaman, Indo­nesia per­nah mengalami hal itu. Tahun 2006, Indonesia menguasai eks­por CPO ke Pakistan seni­lai 1 juta ton. Namun, diam-diam Ma­laysia dan Pakistan me­lakukan perjan­jian yang untuk menu­run­kan bea masuk CPO yang lebih rendah. Alhasil, eks­por CPO Indo­nesia anjlok men­­jadi 70 ribu ton  tahun 2010.

Joko berharap, pemerintah meng­­­kaji ulang kebijakan me­naik­kan pajak CPO.  Apalagi, se­lama ini CPO sebagai salah satu komoditas yang memberikan sum­bangsih terhadap perkemba­ngan perekonomian di dalam negeri. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA