.Kinerja Kementerian PerumaÂhan (Kemenpera) terus jadi soroÂtan. Wakil Ketua Komisi V DPR bidang perumahan Mulyadi memÂpertanyakan, alokasi BanÂtuan Stimulan Perumahan SwaÂdaya (BSPS) oleh Kemenpera di beberapa daerah. Bantuan stiÂmulan rumah swadaya itu dinilai belum jelas peruntukannya. ApaÂlagi, informasi bantuan tersebut belum bisa diakses ke publik.
“Bantuan stimulan perumahan swadaya mencapai Rp 2 triliun lebih. Namun menurut data lapoÂrannya, banyak daerah yang tingÂkat kemiskinan tertinggi tidak menÂdapat stimulan tersebut. SeÂdangkan daerah yang kemiskiÂnanÂnya rendah malah dapat. Ini ada apa,†tanya Mulyadi di Jakarta.
Mengenai jumlah bantuan swaÂdaya untuk per rumah, Politisi Demokrat ini mengatakan, per rumah mendapatkan dana sebeÂsar Rp 6 juta hingga Rp 11 juta. Bantuan tersebut tergantung dari tingkat kerusakan rumah.
“Kalau rusak ringan mendapat Rp 6 juta per unit, rusak berat Rp 11 juta. Namun sayangnya, banÂtuan stimulan ini tidak merata kaÂrena banyak Kabupaten kota yang tingkat kemiskinannya tinggi tidak mendapat bantuan terseÂbut,†sentilnya.
Menurut dia, bantuan stimulan swadaya rawan dikorupsi seÂhingga perlu ada transparansi daÂlam alokasi dana tersebut. MulÂyaÂdi juga meragukan data keÂmiskiÂnan yang sudah diberikan banÂtuan stimulan swadaya. Dia meÂnegaskan, data bantuan swaÂdaya sangat ngawur.
“Data kemiskinan dalam banÂtuan stimulan swadaya mesti dievaluasi,†tegasnya.
Deputi Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Ansari menarÂgetkan, peÂnyaluran dana BSPS untuk sekitar 250 ribu unit rumah dapat selesai pada akhir bulan November 2013. Pria berkumis ini mengungkapkan, total dana BSPS yang akan diÂsalurkan seÂnilai Rp 1,6 triliun.
“Saat ini, realisasi penyaluran dana BSPS mencapai angka 71,32 persen atau sekitar 178.305 unit rumah di seluruh Indonesia atau senilai Rp 1,075 triliun,†klaim Jamil.
Program BSPS yang dilaksaÂnaÂkannya, diharapkan dapat memÂbantu masyarakat miskin dan maÂsyarakat berpenghasilan renÂdah untuk membangun maupun meÂrehabilitasi tempat tinggalÂnya sehingga lebih layak huni. ProÂses penyaluran dana kepada masÂyaÂrakat akan dilaksanakan melalui Bank BRI.
Dia menerangkan, jumlah ruÂmah yang akan dibantu oleh KeÂmenpera untuk pembangunan rumah baru masyarakat miskin sekitar 20 ribu unit. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: