Diragukan, Transparansi Bantuan Stimulan Kemenpera Rp 2 Triliun

Senin, 28 Januari 2013, 08:01 WIB
Diragukan, Transparansi Bantuan  Stimulan Kemenpera Rp 2 Triliun
Kementerian Peruma­han
Kecil Besar
rmol news logo .Kinerja Kementerian Peruma­han (Kemenpera) terus jadi soro­tan. Wakil Ketua Komisi V DPR bidang perumahan Mulyadi mem­pertanyakan, alokasi Ban­tuan Stimulan Perumahan Swa­daya (BSPS) oleh Kemenpera di beberapa daerah. Bantuan sti­mulan rumah swadaya itu dinilai belum jelas peruntukannya. Apa­lagi, informasi bantuan tersebut belum bisa diakses ke publik.

“Bantuan stimulan perumahan swadaya mencapai Rp 2 triliun lebih. Namun menurut data lapo­rannya, banyak daerah yang ting­kat kemiskinan tertinggi tidak men­dapat stimulan tersebut. Se­dangkan daerah yang kemiski­nan­nya rendah malah dapat. Ini ada apa,” tanya Mulyadi di Jakarta.

Mengenai jumlah bantuan swa­daya untuk per rumah, Politisi Demokrat ini mengatakan, per rumah mendapatkan dana sebe­sar Rp 6 juta hingga Rp 11 juta. Bantuan  tersebut tergantung dari tingkat kerusakan rumah.

“Kalau rusak ringan mendapat Rp 6 juta per unit, rusak berat Rp 11 juta. Namun sayangnya, ban­tuan stimulan ini tidak merata ka­rena banyak Kabupaten kota yang tingkat kemiskinannya tinggi tidak mendapat bantuan terse­but,” sentilnya.

Menurut dia, bantuan stimulan swadaya rawan dikorupsi se­hingga perlu ada transparansi da­lam alokasi dana tersebut. Mul­ya­di juga meragukan data ke­miski­nan yang sudah diberikan ban­tuan stimulan swadaya.  Dia me­negaskan, data bantuan swa­daya sangat ngawur.

“Data kemiskinan dalam ban­tuan stimulan swadaya mesti dievaluasi,” tegasnya.

Deputi Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Ansari menar­getkan, pe­nyaluran dana BSPS untuk sekitar 250 ribu unit rumah dapat selesai pada akhir bulan November 2013. Pria berkumis ini mengungkapkan, total dana BSPS yang akan di­salurkan se­nilai Rp 1,6 triliun.

“Saat ini, realisasi penyaluran dana BSPS mencapai angka 71,32 persen atau sekitar 178.305 unit rumah di seluruh Indonesia atau senilai Rp 1,075 triliun,” klaim  Jamil.

Program BSPS yang dilaksa­na­kannya, diharapkan dapat mem­bantu masyarakat miskin dan ma­syarakat berpenghasilan ren­dah untuk membangun maupun me­rehabilitasi tempat tinggal­nya sehingga lebih layak huni. Pro­ses penyaluran dana kepada mas­ya­rakat akan dilaksanakan melalui Bank BRI.

Dia menerangkan, jumlah ru­mah yang akan dibantu oleh Ke­menpera untuk pembangunan rumah baru masyarakat miskin sekitar 20 ribu unit. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA