Kalau Harga Sembako Melejit Masyarakat Pasti Terpukul

Menkeu Khawatir Banjir Di Jakarta Picu Inflasi Nasional

Jumat, 18 Januari 2013, 08:10 WIB
Kalau Harga Sembako Melejit Masyarakat Pasti Terpukul
ilustrasi, Sembako
Kecil Besar
rmol news logo Kondisi iklim saat ini yang menyebabkan banjir, terutama di Jakarta dan sekitarnya menimbulkan kekhawatiran. Sebab, kondisi ini dapat mendorong naiknya harga komoditas yang bisa menyebabkan inflasi.

“Hujan dan banjir di mana-ma­­na, yang paling kita kha­wa­tirkan transportasi tidak lan­car. Ini akan pengaruh kepada inflasi nasio­nal,” ujar Menteri Ke­uang­an (Menkeu) Agus Mar­towardojo di Jakarta, kemarin.

Belum lagi banjir yang terjadi di ruas-ruas tol dekat pe­nye­be­rangan laut seperti di Tol Merak. Alhasil, menurut Agus, inflasi bulan ini hingga ber­akhirnya cuaca ekstrem berada di kisaran 1 persen.

“Saya melihat kita mesti ambil kisaran di atas. Kalau kita lihat, ki­saran bisa di bawah, tengah dan atas, mungkin kisaran di atas bisa sampai mendekati 1 per­sen,” im­buhnya.

Agus mengatakan, kondisi hu­jan sudah memberikan dampak banjir buat Jakarta. Apalagi di dae­rah-daerah yang in­fra­struk­turnya belum terlalu baik. Untuk itu, dia mengharapkan kondisi ini dapat diantisipasi oleh pe­me­rin­tah pusat dan daerah.

“Ini harus disikapi dengan ko­ordinasi yang baik, agar tidak menjadi dampak ke eko­nomi Indonesia,” cetus Menkeu.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima mengatakan, jika har­­ga komoditas mengalami lon­­jakan akibat banjir, itu pu­kulan hebat buat masyarakat. Meng­ingat, kenaikan harga ko­moditi tersebut berbarengan de­ngan naik­nya harga tarif dasar listrik (TDL) yang diterapkan pemerintah.

“Masyarakat tentu terpukul karena beban mereka bertam­bah,” ujar Aria.

Politisi PDIP itu mengimbau kementerian terkait seperti Ke­menterian Perhubungan, Ke­men­terian Perdagangan dan Ke­men­terian Pertanian untuk me­respons cepat ancaman kenaikan harga komoditas akibat banjir ini. Ke­langkaan barang harus segera diatasi agar harga bisa te­tap ter­kendali.

“Siapa yang bisa menduga da­tangnya banjir. Yang bisa kita lakukan hanya mengantisipasi dampak dari banjir itu agar ti­dak terjadi kenaikan harga yang pa­rah,” jelas Aria.

Penyaluran BBM Tersendat

PT Pertamina mengaku pe­nyaluran bahan bakar minyak (BBM) dari depot ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terganggu akibat banjir yang merata saat ini. Namun, masalah tersebut bisa diatasi le­wat bekerja sama dengan pihak keamanan.

Vice President Corporate Co­m­­munication Pertamina Ali Mun­da­kir mengatakan, banjir mem­buat arus lalulintas terham­bat. Ini juga mengakibatkan kendaraan tangki Pertamina yang akan menyalurkan BBM ke SPBU terhambat.

“Kalau kondisi seperti ini, ma­cet di mana-mana otomatis mo­bil-mobil tangki akan ter­ganggu juga sehingga pengiriman BBM akan terkendala,” kata Ali.

Dia mengungkapkan, untuk mengatasi kondisi darurat se­perti ini, Pertamina akan bekerja sama dengan pihak keamanan agar mobil tangki yang akan me­nya­lurkan BBM ke SPBU di­prio­ritaskan.

“Untuk darurat, kami akan ko­ordinasi dengan pihak ke­po­li­sian untuk memprioritaskan tangki BBM,” tutup Ali. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA