Industri kertas tahun ini mengalami pertumbuhan neÂgatif akibat turunnya harga kertas dunia dan kampanye negatif.
Berdasarkan data KemenÂterian Perindustrian (KemenÂperin) pada kuartal III-2012, cabang industri kertas dan barang cetakan juga tumbuh negatif 4,5 persen. Sedangkan industri barang kayu dan hasil hutan mencatat pertumbuhan negatif 4,21 persen.
Padahal, industri pengolaÂhan non migas pada triwulan III 2012 membukukan perÂtumÂbuhan yang cukup tinggi sebesar 7,3 persen (year on year/yoy).
Dirjen Industri Agro KeÂmenÂperin Benny Wachyudi meÂngatakan, industri kertas tumÂbuh negatif karena harga jual kertas turun. “Harga inÂterÂnaÂsioÂnal kertas turun mengikuti meÂkanisme pasar,†katanya.
Menurut dia, harga kertas turun akibat krisis ekonomi dunia yang melanda Amerika Serikat (AS) dan Eropa. SeÂmentara untuk mengalihkan pasar ke negara yang perekoÂnomiannya tak terkena krisis diakui Benny masih sulit.
Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) memÂperÂkiÂrakan, kinerja industri bubur kertas (pulp) dan kertas hingÂga pertengahan 2013 masih kuÂrang menggembirakan. Biang kerokÂnya adalah krisis ekonoÂmi di kawasan Eropa dan maÂraknya kampanye hitam tenÂtang proÂduk kertas Indonesia.
Ketua Umum APKI MisÂbahul Huda mengatakan, voÂlume industri pulp dan kertas nasional hingga kuartal III 2012 turun 2-3 persen diÂbanding periode sama tahun sebelumnya. Target produksi hingga akhir tahun untuk industri itu kemungkinan besar tidak tercapai juga.
Melambatnya permintaan pulp dan kertas untuk pasar domestik dan ekspor, kata Misbahul, mulai terasa sejak Juli 2012. Padahal, biasanya konsumsi pulp dan kertas seÂmester kedua mulai naik kaÂrena didorong permintaan kerÂtas untuk memenuhi kebuÂtuhan tahun ajaran baru dan negara-negara di Eropa dan AS yang mulai memasuki musim dingin.
Akibat turunnya perminÂtaan membuat harga kertas di dalam negeri sulit naik karena berlimpahnya pasokan. BahÂkan sejumlah produsen kertas mengalami kelebihan stok, jika kondisi normal stok proÂdusen hanya 2.000 ton kini bisa mencapai 4.000 ton.
Akibatnya harga kertas saat ini mencapai 800 hingga 850 dolar AS per ton dan pulp 630 sampai 650 dolar AS per ton. Biasanya, selisih harga kertas dan pulp minimal 250 dolar AS per ton, namun saat ini kurang dari 200 dolar AS per ton.
Kepala Riset Equator SeÂcurities Gina Nasution mengaÂtakan, prospek industri kertas ke depan masih cukup baik karena produk kertas tidak dapat dipisahkan dengan kehiÂdupan sehari-hari. “KerÂtas masih dibutuhkan oleh maÂsyarakat dan juga industri dan sektor-sektor ritel,†katanya.
Gina juga mengatakan, bahan baku kertas juga dapat digunakan untuk produk-produk lain tidak hanya untuk pembuatan buku tulis dan hasil olahannya juga tidak hanya dipasok ke masyarakat, tapi juga ke industri lain. [Harian Rakyat Merdeka]