.Sektor transportasi di IndoneÂsia ternyata belum menjadi tuÂjuan utama pada investor untuk meÂnanamkan modalnya. PadaÂhal, jika dilihat dalam beberapa tahun terakhir, investasi di transÂportasi merupakan salah satu sektor faÂvorit Penanaman Modal Asing (PMA).
Menteri Perhubungan (MenÂhub) EE Mangindaan mengeluhÂkan sedikitnya investor yang berminat dan melirik sektor perÂhubungan. Padahal, pihaknya suÂdah berbenah dan mengupayaÂkan agar aturan yang diterapkan mempermudah para investor untuk datang.
“Ada banyak alasan. Yang utaÂmanya adalah kepastian huÂkum. Katanya landasannya yang berÂbelit-belit. Padahal, itu sudah diÂatasi. Contohnya dengan sistem satu atap. Tetapi hal tersebut tamÂpaknya masih belum cukup,†ujar politisi Partai Demokrat ini dalam jumpa pers akhir taÂhun KemenÂterian Perhubunga di Jakarta, Jumat (21/12).
Menurut Mangindaan, tidak haÂnya masalah kepastian hukum yang mempengaruhi investaÂsi, tapi juga proses pelelangan proÂyek. Menurut dia, kualitas baÂrang lelang mayoritas belum meÂmeÂnuhi standar internasional. Belum lagi kendala konsultan.
“Maka dari itu, tak jarang KeÂmenhub harus mendatangkan dan meminta bantuan kepada konsulÂtan luar negeri. Konsultan di taÂnah air selain sedikit, kualiÂtasnya juga perlu ditingkatkan,†jeÂlas Mangindaan.
Sebelumnya, pemerintah AusÂtralia berminat untuk mencicipi investasi dalam bidang infraÂstrukÂÂtur dan transportasi di IndoÂnesia. Tidak tanggung-tanggung, Negeri Kanguru itu berenÂcana menambah inÂvesÂtasi hingga lima tahun ke depan di Tanah Air.
Menteri Infrastruktur dan Transportasi Australia Anthony Albanese menuturkan, dengan perÂÂtumbuhan ekonomi seperti seÂkarang, tentu Indonesia sangat potensial bagi Australia.
Namun, pihaknya belum bisa membeberÂkan besaran investasi yang akan dikucurkan. MeskiÂpun sejumlah perusahaan swasta di negara itu sudah menyamÂpaiÂkan keiginanÂnya untuk menaÂnamÂkan modal.
“Kita sangat tertarik di bebeÂrapa proyek seperti peningkatan keaÂmanan jalan. Dalam waktu dekat, kami mengharapkan akan ada langkah konkret dari sejumÂlah perusahaan untuk berinvesÂtaÂsi di Indonesia,†ujar Albanese.
Hingga berita ini diturunkan, Deputi Pengendali dan PenanaÂman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis belum bisa memÂberiÂkan keterangan mengenai investasi di bidang transportasi tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: