Menhub Keluhkan Minimnya Investasi Transportasi

BKPM Belum Response Tawaran Australia

Senin, 24 Desember 2012, 08:07 WIB
Menhub Keluhkan Minimnya Investasi Transportasi
EE Mangindaan
Kecil Besar
rmol news logo .Sektor transportasi di Indone­sia ternyata belum menjadi tu­juan utama pada investor untuk me­nanamkan modalnya. Pada­hal, jika dilihat dalam beberapa tahun terakhir, investasi di trans­portasi merupakan salah satu sektor fa­vorit Penanaman Modal Asing (PMA).

Menteri Perhubungan (Men­hub) EE Mangindaan mengeluh­kan sedikitnya investor yang berminat dan melirik sektor per­hubungan. Padahal, pihaknya su­dah berbenah dan mengupaya­kan agar aturan yang diterapkan mempermudah para investor untuk datang.

“Ada banyak alasan. Yang uta­manya adalah kepastian hu­kum. Katanya landasannya yang ber­belit-belit. Padahal, itu sudah di­atasi. Contohnya dengan sistem satu atap. Tetapi hal tersebut tam­paknya masih belum cukup,” ujar politisi Partai Demokrat ini dalam jumpa pers akhir ta­hun Kemen­terian Perhubunga di Jakarta, Jumat (21/12).

Menurut Mangindaan, tidak ha­nya masalah kepastian hukum yang mempengaruhi investa­si, tapi juga proses pelelangan pro­yek. Menurut dia, kualitas ba­rang lelang mayoritas belum me­me­nuhi standar internasional. Belum lagi kendala konsultan.

“Maka dari itu, tak jarang Ke­menhub harus mendatangkan dan meminta bantuan kepada konsul­tan luar negeri. Konsultan di ta­nah air selain sedikit, kuali­tasnya juga perlu ditingkatkan,” je­las Mangindaan.

Sebelumnya, pemerintah Aus­tralia berminat untuk mencicipi investasi dalam bidang infra­struk­­tur dan transportasi di Indo­nesia. Tidak tanggung-tanggung, Negeri Kanguru itu beren­cana menambah in­ves­tasi hingga lima tahun ke depan di Tanah Air.

Menteri Infrastruktur dan Transportasi Australia Anthony Albanese menuturkan, dengan per­­tumbuhan ekonomi seperti se­karang, tentu Indonesia sangat potensial bagi Australia.

Namun, pihaknya belum bisa membeber­kan besaran investasi yang akan dikucurkan. Meski­pun sejumlah perusahaan swasta di negara itu sudah menyam­pai­kan keiginan­nya untuk mena­nam­kan modal.

“Kita sangat tertarik di bebe­rapa proyek seperti peningkatan kea­manan jalan. Dalam waktu dekat, kami mengharapkan akan ada langkah konkret dari sejum­lah perusahaan untuk berinves­ta­si di Indonesia,” ujar Albanese.

Hingga berita ini diturunkan, Deputi Pengendali dan Penana­man Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis belum bisa mem­beri­kan keterangan mengenai investasi di bidang transportasi tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA