Menteri Hidayat Getol Perjuangkan Tax Holiday & Pajak Barang Mewah

Jagokan Sektor Non Migas

Minggu, 23 Desember 2012, 08:01 WIB
Menteri Hidayat Getol Perjuangkan Tax Holiday & Pajak Barang Mewah
MS Hidayat
Kecil Besar
rmol news logo .Salah satu sektor yang terus tumbuh tahun 2013, yakni industri non migas. Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, tahun 2013 industri non migas ini akan bertumbuh mencapai 6,8 persen.

Bahkan jika upaya-upaya mak­simal bisa dilakukan, kata Hida­yat, maka industri non migas diperkirakan bisa tumbuh sekitar 7,1 persen, di mana dalam hal ini adalah industri pupuk, kimia dan barang dari karet.

“Industri semen dan barang galian bukan logam, industri ma­kanan dan minuman, industri otomotif juga diharapkan bisa menjadi motor pertumbuhan in­dustri manufaktur,” katanya.

Dengan pertumbuhan industri non migas tersebut, lanjut mente­ri dari Partai Golkar itu, maka per­tumbuhan sektor in­dus­tri pe­ngolahan secara kese­lu­ru­han di­perkirakan bisa mencapai 6,2-6,5 persen pada 2013 dan pertum­buhan ekonomi  In­do­nesia diper­kirakan mencapai 6,2-6,7 persen.

Hidayat menambahkan, tan­ta­ngan bagi sektor industri ma­nu­faktur masih sangat besar pada tahun 2013. Di samping belum memadainya kondisi infrastruk­tur dan mahalnya biaya investa­si, sektor ini juga masih berha­dapan dengan berbagai permasa­lahan daya saing industri.

Oleh karena itu, kata dia, Ke­men­perin merekomendasikan be­berapa hal. Pertama, optimalisasi insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, biaya masuk di­tanggung pemerintah (BMDPT), pembebasan pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM), bea masuk.

Kedua, penyelesaian hambatan investasi seperti divestasi pada in­dustri pengolahan mineral, atu­ran terkait limbah bahan ber­acun dan berbahaya (B3) dan tata ruang. Ketiga, penetrasi pasar ekspor baru seperti ke Timor Te­ngah, Afrika, Eropa Timur, dan Amerika Latin.

Keempat, peningkatan pe­ngen­dalian impor melalui kebijakan non tariff  barrier seperti pene­rapan Standar Nasional Indone­sia (SNI) wajib, kententuan reko­men­­dasi terhadap importir pro­dusen untuk baja dan tekstil. Ke­lima, mendukung produk dalam negeri.

Keenam, prioritas penyediaan in­frastruktur, terutama dalam men­dukung pusat-pusat per­tum­bu­han industri.

Sedangkan Executive Marke­ting Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor Rizwan Alam­­sjah mem­perkirakan, pasar otomotif Indo­nesia tahun 2013 akan tumbuh melamban di bawah 10 persen. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA