Jelang Akhir Tahun, Rupiah Dan Indeks Makin Loyo

Pelaku Pasar Pilih Berlibur Serta Mengamankan Portofolionya

Jumat, 21 Desember 2012, 08:10 WIB
Jelang Akhir Tahun, Rupiah Dan Indeks Makin Loyo
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Sembilan hari menjelang ak­hir tahun, rupiah terus tertekan. Ke­marin, kurs nasional ini ter­hempas Rp 61 setara de­ngan 0,63 persen ke level Rp 9.752 terhadap dolar AS. Hingga pukul 14:32 WIB, indeks valas Bloom­berg menun­juk­kan, nilai tukar rupiah sudah bergerak dari Rp 9.763 dan Rp 9.673 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) mematok nilai tengah kurs rupiah terhadap dolar AS di posisi Rp 9.660, me­lemah Rp 11 dari tran­saksi kema­rin Rp 9.649 per dolar AS.

Sedangkan yen menguat terha­dap se­jumlah mata uang utama setelah Bank Sentral Jepang ber­hasil menahan angka inflasinya pada level 1 persen menyusul se­ruan Perdana Men­teri Shinzo Abe untuk menaikkan target tersebut.

“Investor mung­kin ingin men­dengar rincian lebih lanjut ten­tang target inflasi dari Bank Sen­tral Jepang, mendorong nilai tu­kar yen lebih tinggi,” kata  Kepala Strategi Valuta Asing Barclays Plc Masafumi Yamamoto di Tokyo.

Seiring pelemahan bursa regio­nal membuat Indeks Harga Sa­ham Gabungan (IHSG) sesi I, ke­marin, mengalami koreksi dan berada di zona merah.

Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengata­kan, selain disebabkan pelemahan bur­sa re­gional dan indeks Dow Jones, koreksi IHSG juga dipe­ngaruhi oleh minimnya dana se­gar yang masuk ke pasar modal Indonesia.

“Sebagian pelaku pa­sar memi­lih mengamankan posisi portofo­lio mereka ke dalam tunai untuk mengantisipasi libur pan­jang Natal 2012 dan Tahun Baru 2013,” katanya.

Tercatat hampir seluruh sektor saham mengalami pelemahan yang dipimpin konsumer sebesar 2,3 persen, aneka industri 1,7 per­sen dan properti 1,2 persen. Se­­dangkan sektor saham yang menguat hanya industri dasar se­besar 0,3 persen.

Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup turun 38,59 poin (0,90 per­sen) menjadi 4.237,27, se­dang­kan indeks saham unggulan LQ45 melemah 8,31 poin (1,14 persen) menjadi 723,44. Perdagangan ber­jalan dengan frekuensi tran­saksi men­capai 71.037 kali pada volu­me 2,11 miliar lembar saham se­besar Rp 1,90 triliun. Sebanyak 55 sa­ham naik, 163 saham turun dan sisanya 82 saham tidak bergerak.

Saham yang mengalami pele­mahan signifikan di antara­nya PT Gudang Garam Tbk (GG­RM)  me­rosot Rp 2.050 per lem­bar men­­jadi Rp 56.550, PT HM Sam­poerna Tbk (HMSP) mele­mah Rp 1.700 menjadi Rp 57.000. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA