Asosiasi Tol Indonesia (ATI) pesimistis operasional sembilan ruas tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) dapat beroperasi penuh pada 2014 sesuai target. Hal itu diÂkarenakan masih lambannya proÂses pengadaan tanah.
Terlebih lagi, proses pengadaan tanah di ruas sepanjang 169 kiÂlometer (km) itu tidak menerapÂkan aturan UU No.2/2012 tentang PengaÂdaan Tanah bagi PembaÂngunan, yang notabene untuk percepatan pembebasan tanah.
“Kemungkinan besar operaÂsioÂnal seluruh tol baru bisa dilaÂkuÂkan 2015 mendatang, dengan kondisi yang saat ini terjadi,†ujar Ketua ATI Fatchur Rachman kepada Rakyat Merdeka di JaÂkarta, kemarin.
Menurut dia, untuk tol JORR ruas W2 yang rencananya pemÂbeÂbasan tanahnya rampung akhir tahun, belum dapat dipastiÂkan. Dengan lambatnya rencana terÂsebut, dipastikan akan terjadi potential lost dari rencana bisnis yang sudah diperhitungkan inÂvesÂtor, saat ruas tol tersebut muÂlai direncanakan.
“Potential lost-nya belum kita perhitungkan, tetapi akan cukup besar karena jumlah lintas harianÂnya yang semula tahun 2014 suÂdah terkoneksi menjadi batal. Tentu saja target lintas haÂrian jadi tidak terealisasi,†katanya.
Karena itu, lanjut Fatchur, inÂvesÂtor berencana akan merevisi landasan keuangan untuk proyek tersebut. Misalnya terkait besaÂran tarif dan target lintas harian kenÂdaraan di ruas yang sudah eksisÂting untuk mengantisipasi keÂmungÂkinan potential lost terÂsebut.
Pembebasan lahan JORR ruas W2, Kebun Jeruk-Ulujami sepanÂjang 7,7 km hanya selesai 92 perÂsen. Sebanyak 8 persen lahan hingga kini masih sulit untuk diÂbebaskan. PT Marga Lingkar JaÂkarta yang merupakan perusaÂhaÂan patungan antara BUMN JaÂlan Tol PT Jasa Marga dan BUMD Jakarta PT Jakarta Marga Jaya, selaku pemegang konsensi proÂyek tol itu menyatakan, tanah yang sulit dibebaskan berada di antara Cileduk-Ulujami.
Direktur Keuangan dan Umum PT Marga Lingkar Jakarta Diaz Moreno mengatakan, selain maÂsaÂlah harga tanah, warga juga meÂminta harga bangunan dinilai seÂbagai bangunan baru sementara tim penilai menghitung terjadiÂnya depresiasi bangunan.
Selain itu, warga yang tanahÂnya dibebasÂkan berdagang di situ, sehingga sulit menghitung berapa nilai kerugian dari kehilangan pendaÂpatan mereka.
Kepala Badan PengaÂÂtur Jalan Tol (BPJT) AchÂmad Gani Gazaly mengataÂkan, pemeÂrintah masih tetap optimistis opeÂrasional tol JORR bisa diÂrealisasiÂkan pada 2014 mendatang. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: