Pengusaha Tol Pesimis Sembilan Ruas JORR Bisa Beroperasi Penuh Pada 2014

Jumat, 21 Desember 2012, 08:00 WIB
Pengusaha Tol Pesimis Sembilan Ruas JORR Bisa Beroperasi Penuh Pada 2014
ilustrasi, tol
Kecil Besar
rmol news logo Asosiasi Tol Indonesia (ATI) pesimistis operasional sembilan ruas tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) dapat beroperasi penuh pada 2014 sesuai target. Hal itu di­karenakan masih lambannya pro­ses pengadaan tanah.

Terlebih lagi, proses pengadaan tanah di ruas sepanjang 169 ki­lometer (km) itu tidak menerap­kan aturan UU No.2/2012 tentang Penga­daan Tanah bagi Pemba­ngunan, yang notabene untuk percepatan pembebasan tanah.

“Kemungkinan besar opera­sio­nal seluruh tol baru bisa dila­ku­kan 2015 mendatang, dengan kondisi yang saat ini terjadi,” ujar Ketua ATI Fatchur Rachman kepada Rakyat Merdeka di Ja­karta, kemarin.

Menurut dia, untuk tol JORR ruas W2 yang rencananya pem­be­basan tanahnya rampung akhir tahun, belum dapat dipasti­kan. Dengan lambatnya rencana ter­sebut, dipastikan akan terjadi potential lost dari rencana bisnis yang sudah diperhitungkan in­ves­tor, saat ruas tol tersebut mu­lai direncanakan.

“Potential lost-nya belum kita perhitungkan, tetapi akan cukup besar karena jumlah lintas harian­nya yang semula tahun 2014 su­dah terkoneksi menjadi batal. Tentu saja target lintas ha­rian jadi tidak terealisasi,” katanya.

Karena itu, lanjut Fatchur, in­ves­tor berencana akan merevisi landasan keuangan untuk proyek tersebut. Misalnya terkait besa­ran tarif dan target lintas harian ken­daraan di ruas yang sudah eksis­ting untuk mengantisipasi ke­mung­kinan potential lost ter­sebut.

Pembebasan lahan JORR ruas W2, Kebun Jeruk-Ulujami sepan­jang 7,7 km hanya selesai 92 per­sen. Sebanyak 8 persen lahan hingga kini masih sulit untuk di­bebaskan. PT Marga Lingkar Ja­karta yang merupakan perusa­ha­an patungan antara BUMN Ja­lan Tol PT Jasa Marga dan BUMD Jakarta PT Jakarta Marga Jaya, selaku pemegang konsensi pro­yek tol itu menyatakan, tanah yang sulit dibebaskan berada di antara Cileduk-Ulujami.

Direktur Keuangan dan Umum PT  Marga Lingkar Jakarta Diaz Moreno mengatakan, selain ma­sa­lah harga tanah, warga juga me­minta harga bangunan dinilai se­bagai bangunan baru sementara tim penilai menghitung terjadi­nya depresiasi bangunan.

Selain itu, warga yang tanah­nya dibebas­kan berdagang di situ, sehingga sulit menghitung berapa nilai kerugian dari kehilangan penda­patan mereka.

Kepala Badan Penga­­tur Jalan Tol (BPJT) Ach­mad Gani Gazaly mengata­kan, peme­rintah masih tetap optimistis ope­rasional tol JORR bisa di­realisasi­kan pada 2014 mendatang. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA