.Target penjualan saham perÂdana atau initial public offering (IPO) dari BUMN tahun ini bakal meleset. Padahal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan, jumlah IPO perusahaan pelat meÂrah sebanyak 25 perusahaan.
Menurut Wakil MenÂteri KeuaÂngan (Wamenkeu) Mahendra SiÂregar sangat menyaÂyangkan kuÂrangnya partipisasi perusahaan BUMN daÂlam pasar modal.
“Tidak terpenuhinya target hingga 25 perusahaan yang saya sayangkan di sini adalah BUMN. Tahun depan kita harus memiliki komitmen yang kuat,†katanya di Gedung BEI, Jakarta, kemarin.
Menurutnya, di satu sisi piÂhakÂnya selalu mengundang invesÂtor dari luar negeri untuk berinvesÂtasi. Tetapi bila jumlah emitennya (peÂrusahaan yang mencatatkan saÂham) tidak bertambah, maka akan sia-sia. Kesempatan akan hilang.
“Kita kan selama ini mengÂÂimÂbau investor untuk invesÂtasi. InÂvestor luar juga kita undang buat invesÂtasi. Tapi kalau jumÂlah emiÂtennya sendiri tidak bertambah, ya buat apa, kesemÂpatan itu akan hilang,†jelas Mahendra.
Sebelumnya, BEI merevisi tarÂget perusahaan yang akan lisÂting di pasar modal, jika sebelumÂnya menargetkan 25 perusahaan, BEI merevisi menjadi 23 peÂruÂsaÂhaan. Pasalnya, sejumlah peÂÂruÂsaÂhaan yang telah ada di-pipeÂline meÂngundurkan jadwal IPO.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, jumlah perusahaan yang lisÂting di pasar modal di tahun ini tidak mencapai target, yakni 25 perusahaan. BeÂberapa perusahaan mengÂundurÂkan jadwal pelaksanaan pencataÂtan saham perdananya.
Menteri BUMN Dahlan Iskan sempat optimistis lima BUMN dapat menggelar IPO tahun ini, karena sudah masuk dalam renÂcana program Deputi KementeÂrian BUMN. Dahlan memastiÂkan Deputi Kementerian BUMN suÂdah menelaah perusahaan peÂlat merah maupun anak peruÂsahaanÂnya yang akan IPO.
Ia merasa malu bila hanya ada satu BUMN yang dapat melangÂsungkan IPO tahun ini. Untuk itu, ia terus mendorong Deputi KeÂmenÂterian BUMN untuk mengÂkaji perusahaan BUMN yang daÂpat melakukan IPO.
“Saya juga malu kalau BUMN hanya satu saja yang IPO. Mereka (Deputi) harus berusaha lebih keras lagi,†tuturnya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: