Cegah Efek Psikologis Redenominasi

DPR Pertanyakan Duit Sosialisasi

Senin, 17 Desember 2012, 08:34 WIB
Cegah Efek Psikologis Redenominasi
ilustrasi/st
Kecil Besar
rmol news logo .Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan mata uang rupiah baru hingga ke satuan sen. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko inflasi yang berlebihan dalam memanfaatkan sentimen redenom.

Direktur Departemen Hubu­ngan Masyarakat (Humas) BI Difi Ahmad Johansyah mengata­kan, proses redenominasi ini nan­ti­nya diawali dengan sosiali­sasi berjenjang sebelum akhir­nya di­realisasikan.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai re­de­nominasi yang akan dilaksanakan pada awal 2014 hingga 2018.

“Karena hanya penyederha­naan dan sama sekali tidak ada pengaruh dengan nilai uang kar­tal. Contohnya, sebelumnya mem­­beli air mineral dengan Rp 3.000. Nanti setelah redenomi­nasi menjadi Rp 3. Nah, ini bu­kan berarti nilai uangnya turun, tapi hanya menghilangkan tiga ang­ka,” terangnya.

Perlu diketahui, redenominasi adalah pengurangan angka nol dalam mata uang rupiah. Se­ba­nyak tiga angka nol disamar­kan dalam lembaran mata uang yang diedarkan seperti pecahan ter­besar Rp 100.000 menjadi Rp 1.000.

Nantinya, peraturan baru ini akan disosialisasi beberapa ta­hun kedepan. Tiga angka nol yang dicetak tersamar akan di­hi­langkan dan nantinya uang yang beredar adalah rupiah baru.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis bilang, peme­rin­tah (Menteri Keuangan) dan BI sebenarnya tidak boleh sosia­lisasi redenominasi seka­rang. Sebab, Undang-Undang (UU) khu­sus menge­nai itu belum ada. Apalagi jika di­hu­bungkan de­ngan masalah ang­garan yang ha­rus di­keluarkan DPR untuk itu.

“Dari mana anggarannya? Ka­lau itu wacana pemerintah atau BI, silakan saja. Tapi kalau itu me­nyangkut anggaran, kita tidak perkenankan anggaran itu. Kita baru setuju kalau Undang-Un­dangnya sudah disahkan, baru ada pro­gram sosialisasi yang bisa di­tentu­kan berapa lamanya dan baru pemerintah dan BI bisa ber­gerak,” tegas Harry.

Direktur Ekonomi dan Ke­uang­an Sabang-Merauke Circle (SMC) Perdana Wahyu Santosa menegaskan, pemerintah harus lebih berhati-hati dalam melaku­kan redenominasi.

“Karena kalau tidak hati-hati dan sosialisasi ti­dak tepat sasar­an, rencana rede­nominasi mata uang rupiah yang sedang dila­kukan pe­merintah akan men­dorong inflasi cukup tinggi,” cetus Perdana.

Efek psikologis masyarakat terhadap program ini perlu dijaga agar  tidak kaget. Dia menyebut, jika harga emas misalnya Rp 500.000 per gram, maka nanti akan jadi Rp 500 per gram. Nah, kalau yang tidak sadar, maka harga emas akan dinaikkan Rp 50 per gram.

“Kelihatannya sedikit, tapi ang­ka Rp 50 itu sama dengan Rp 50.000 per gram. Kalau pe­dagang gampang menaikkan har­ga, maka akan membuat har­ga-harga ikut­an naik. Ini yang akan membuat jebolnya inflasi. Ini baru emas, belum komoditas yang lain,” warning Perdana.

Untuk itu, pihaknya meminta, agar rencana redenominasi ini dilakukan secara perlahan dan sosialisasi kepada masyarakat dilakukan dengan gencar dan te­pat sasaran. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA