IPO Baturaja Batal Bukti Ada Serangan Balik DPR

Privatisasi BUMN Diprediksi Serap 5.000 Pekerja Baru

Minggu, 16 Desember 2012, 08:29 WIB
IPO Baturaja Batal Bukti  Ada Serangan Balik DPR
PT Baturaja
Kecil Besar
rmol news logo .Aneh, rencana penjualan saham perdana pabrik Semen PT Baturaja tiba-tiba dimentahkan lagi oleh DPR. Padahal, rencana itu tinggal finalisasi. Diduga ini merupakan serangan balik Senayan atas manuver Menteri BUMN  Dahlan Iskan belum lama ini.

Mengulur waktu lantas me­nolak. Lihat saja, pada Rabu (12/12), rapat membahas masalah penjua­lan saham perdana atau initial public offering (IPO) ber­jalan molor. Semula rapat di­jadwalkan pukul 10.00 namun molor menjadi 11.00 karena me­nunggu kedatangan Menteri Ke­uangan Agus Martowardojo.

Dalam rapat tersebut, dipu­tuskan rapat ditunda dan dilan­jutkan Kamis (13/12). Setelah rapat berjalan 10 jam, Komisi XI DPR akhirnya menolak rencana pri­vatisasi PT Semen Baturaja. Ala­sannya, persiapan rencana priva­tisasi perusahaan semen itu terlalu terburu-buru.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Zulkieflimansyah menyatakan, mayoritas fraksi di Komisi XI DPR tidak menyetujui rencana IPO itu. “Kami belum menye­tujui rencana IPO Semen Batu­raja kali ini,” kata Zulkiefli­man­syah.

Politisi PKS ini menye­but­kan, perseroan dianggap terlalu ter­buru-buru merencanakan IPO. Padahal, rencana itu menyangkut kepentingan negara, karena se­bagian (maksimal 30 persen saham) akan dijual ke publik.

“Kami intinya tidak mau gega­bah. Kami ingin pembahasan se­cara komprehensif,” tam­bahnya.

Meski tidak menyetujuinya di rapat kerja saat ini, pihaknya ma­sih membuka kemungkinan meng­gelar rapat kerja saat masa reses. Sebab, mulai Jumat, DPR mulai masuk masa reses hingga 13 Januari 2013. “Ini masih di­lihat kemungkinannya, khusus­nya di masa reses,” katanya.

Rapat pengambilan keputusan proses IPO Semen Baturaja di­mulai pukul 16.30 WIB. Komisi XI DPR melakukan skorsing si­dang karena masuk waktu mag­rib. Namun sebagian besar fraksi tidak menyetujui rencana IPO. Hanya Fraksi Partai Gerindra yang menyarankan Semen Batu­raja bisa dibeli atau digabung de­ngan Semen Gresik yang se­ben­tar lagi akan menjadi Semen In­donesia. Namun, rapat kembali diskors pukul 21.13 WIB.

Rapat itu memberikan kesem­patan fraksi menyamakan per­sepsi dan mengambil keputusan. Rapat yang seharusnya diskors 10 menit ternyata molor sampai 1,5 jam. Rapat akhirnya dibuka kem­bali pada pukul 23.00 WIB. Ra­pat itu memutuskan bahwa DPR tidak menyetujui rencana IPO Semen Baturaja.

Menteri BUMN Dahlan Iskan hanya bisa pasrah dengan kon­disi yang ada. “Kami hargai apa yang telah diputuskan oleh ang­gota dewan,” kata Dahlan.

Pengamat BUMN yang juga mantan Sektretaris Kemen­terian BUMN Said Didu menilai, pe­nun­daan IPO Semen Baturaja akan menganggu program pri­va­tisasi BUMN ke depannya.

“Pri­vatisasi mentah padahal sudah di ujung finalisasi. Saya berharap jangan sampai ini ber­ulang karena privatisasi itu butuh ke­pastian,” tutur Said.

Namun dia berpendapat, DPR memang memiliki kuasa terha­dap menerima atau menolak pro­gram privatisasi sebelum dise­tujui oleh Presiden SBY.

Dijelaskan, pri­vatisasi BUMN punya manfaat mening­katkan transparansi di tubuh pe­rusahaan pelat merah di samping mem­peroleh suntikan permoda­lan. “Privitasi ada tujuan lain supaya menjadi transparan,” katanya.

Penga­mat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Aris Yunanto me­miliki sudut pandang berbeda terhadap minimnya program pri­vatisasi BUMN tahun 2012.

Menurutnya, faktor perlam­batan ekonomi dunia menjadi faktor dominan sikap kehati-ha­tian yang diambil pemerintah dan DPR untuk menyetujui IPO peru­sa­haan pelat merah di 2012.

Pemerintah mengklaim pena­waran saham kepada publik mam­pu menyerap 500 hingga 2.000 tenaga kerja baru. “Pada awal IPO, perseroan mampu menyerap te­naga kerja sebanyak 500 orang. Selanjutnya, dalam jangka pan­jang mampu menye­rap hingga 2.000 orang,” kata Wakil Men­teri BUMN Mahmud­din Yasin.

Menkeu Agus Martowardojo menilai, rencana privatisasi Se­men Baturaja mampu membawa dampak baik bagi perseroan, ter­u­tama untuk ekspansi dan pe­nguatan modal.

“Terutama untuk mewujud­kan penera­pan good cor­porate go­ver­nance,” ujar Agus. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA