.Pemilik Bakrie Group mengambil langkah radikal terkait perseteruannya dengan pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Bakrie memutuskan untuk ‘bercerai’ dengan salah satu pemilik Bumi Plc, Nathaniel Rothschild.
Para pemegang saham Bumi Plc, pemilik saham PT Bumi ReÂsources Tbk (BUMI) dan PT BeÂrau Coal Energy Tbk (BRAU) akÂhirÂnya pecah. Grup Bakrie meÂnyaÂtakan akan memutuskan kerja sama dengan dua kongsinya di Bumi Plc, yaitu Nathaniel RothsÂchild dan Samin Tan. Hal itu diÂnilai sebagai puncak dari perÂseÂteruan Bakrie dengan Rothschild.
Dalam proposal yang diajukanÂnya, dua anggota Bakrie Group, yakni PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) dan Long Haul HolÂdings Limited, ingin melepas seÂluruh sahamnya di Bumi Plc yang mencapai 23,8 persen dari total saham Bumi Plc. Bakrie ingin meÂnukarnya dengan saham BUMI yang dimiliki Bumi Plc. Saat ini, Bumi Plc tercatat meÂmiliki 29,2 persen saham BUMI.
Pelepasan saham akan ditemÂpuh dalam dua bagian. Pertama, BaÂkrie menukarnya dengan 10,3 persen saham BUMI yang dikuaÂsai Bumi Plc. Kedua, Bakrie akan membeli kembali sisa saÂham BuÂmi Plc di BUMI sebaÂnyak 18,9 perÂsen (sekitar 278,3 juta doÂlar AS) secara tunai sebelum Natal 2012.
Tidak hanya itu, Grup Bakrie juga akan mengambil alih seluÂruh saham BRAU yang dimiliki BuÂmi Plc. Kini Bumi Plc memiÂliki 84,7 persen saham BRAU senilai 947 juta dolar AS. Target Bakrie, enam bulan ke depan renÂÂcana terÂsebut akan selesai.
“Kami menilai, ini adalah win win soluÂtion bagi seluruh pemeÂgang saÂham,†ujar Vice President Bakrie Group Chris Fong dalam pernyaÂtaÂan resminya seperti diÂkutip BloomÂberg, kemarin.
Menurut Fong, kongsi dengan Rothschild justru membawa damÂÂÂpak buruk bagi perseroan. NaÂtahniel RothÂschild diÂsinyalir bisa merugi Rp 216,2 miÂliar bila BakÂrie benar-benar meÂrealisasikan untuk ‘berÂcerai’.
Rothschild menolak mengoÂmentari kesepakatan yang diusulÂkan keluarga Bakrie. Dia meÂÂneÂgaskan, akan menunggu inÂvesÂtigasi atas penyimpangan keÂuaÂngan selesai. “Seperti telah dicatat selama 12 bulan terakhir, telah ada tantangan dalam meneÂrapÂkan tata kelola peÂrusahaan. Dan ini telah menjadi sumber gesekan antara anggota dewan dan pemeÂgang saham,†kata pengusaha asal Inggris keturunan Yahudi ini.
Menanggapi pecah kongsi ini, analis pasar modal dari Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro meÂÂÂÂÂnilai, pecah kongsi akan berÂdampak negatif terhadap Grup Bakrie secara keseluruhan. TeruÂtama karena Grup Bakrie memiÂliki kesulitan terhadap dana tunai. Selain itu, Grup Bakrie meÂmiliki jumlah utang yang sangat besar.
“Sehingga kami beÂlum meliÂhat cara Grup Bakrie menÂÂÂÂdaÂpatkan dana tunai tersebut dalam waktu yang singkat,†ujarÂnya, kemarin.
Menurut Yualdo, apabila Grup BaÂkÂrie dapat mendapatkan dana tunai tersebut, maka akan lebih baik bila dana itu digunakan unÂtuk memÂbayar utang-utangÂnya.
Analis pasar modal dari WaÂterfront Securities OktaÂviÂanus Marbun menegaskan, Bakrie maÂsih punyai keÂmamÂpuan fiÂnansial untuk memÂbeli kembali saÂham BUMI dan BRAU. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: