Tembus Rp 15,3 T, Impor Hortikultura Menggila

Pengusaha Ritel Bingung Aturan Kementerian Perdagangan

Sabtu, 13 Oktober 2012, 08:19 WIB
Tembus Rp 15,3 T, Impor Hortikultura Menggila
ilustrasi, buah-buahan
Kecil Besar
rmol news logo Impor hortikultura seperti pro­duk hasil pertanian makin meng­gila. Ketua Umum Dewan Holti­kultura Nasional Benny Kusbini menu­turkan, importasi yang ter­jadi dalam sektor hortikultura su­­dah sangat memperihatinkan.

Terlihat jelas dari nilai impor pada 2011 yang sudah menembus 1,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 15,3 triliun. Bandingkan de­ngan ekspor hortikultura yang hanya ber­kisar antara 150-200 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,8 triliun.

Menurut Benny, pengusaha yang ter­gabung dalam dewan hor­tikul­tura bukanlah anti impor atau me­no­lak impor. Tapi, jum­lahnya janganlah terlalu besar, porsi pro­duk lokal harus lebih ba­nyak dari produk impor.

 â€œYa kalau impor bisa masuk ke Indonesia, maka tidak ada sa­lah­nya peme­rin­tah harus mem­bantu produk hor­tikultura In­do­nesia agar bisa di ekspor su­paya ni­lainya me­ningkat,” ujarnya ke­­pada Rak­­yat Merdeka di Ja­karta, kemarin.

Untuk itu, Benny meminta se­mua stakeholder agar bekerja ke­ras mening­kat­kan kualitas pro­duk-produk hor­tikultura supaya nantinya produk lokal mampu bersaing dengan produk impor.

“Ini saatnya kita bangkit. Tata kelola impor hor­ti­kul­tura harus dibenahi, jika se­muanya berja­lan lancar. Kita bisa menjadi ne­gara pengekspor horti­kultura,” tegas Benny.

Sekedar informasi,  pada 2011 im­por cabe mencapai 9 juta dolar AS, kentang 46 juta dolar AS, bawan merah 107 juta dolar AS, wortel 21 juta dolar AS, Apel 186 juta dolar AS, kurma 120 juta dolar, jeruk 165 juta dolar AS.

Sebelumnya, Kementerian Per­dagangan menyatakan telah me­rel­a­k­sasi sejumlah aturan impor hor­tikultura, seperti kewajiban im­portir terdaftar (IT) dan im­por­tir produsen (IP) dan  wajib label.

Wakil Sekjen Asosiasi Peng­usaha Ritel Indonesia (Aprin­do) Satria Hamid Ahmadi meng­ata­kan, peritel masih mengguna­kan pa­sokan yang ada untuk me­me­nuhi permintaan hortikultura. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA