Bumi Diinvestigasi, Email & Telepon Bakrie Dibajak

Pemegang Saham Gelar Rapat Khusus Di Singapura

Jumat, 12 Oktober 2012, 08:21 WIB
Bumi Diinvestigasi, Email & Telepon Bakrie Dibajak
PT Bumi Resources Tbk
Kecil Besar
rmol news logo .Perseteruan antar pemegang saham PT Bumi Resources Tbk makin keras menyusul rencana investigasi keuangan salah satu perusahaan milik Grup Bakrie ini. Pihak Bakrie menuding email dan telepon selulernya sudah disadap.

bakrie Group mengklaim telah mengantongi kelompok ter­sang­ka yang membajak (hack) te­le­pon dan account email perusa­haan milik Bakrie Group. Bakrie me­nu­duh, pembajakan email ter­se­but dilakukan para hacker yang ber­basis di Singapura.

“Server email dan telepon kami telah di-hack. Kami telah mela­por­­kan hal ini ke­­pada Kepolisian Republik Indo­ne­sia, Cyber Cri­me Unit,” kata Se­nior Vice Pre­sident Grup Bakrie Christopher Fong di Jakarta, kemarin.

Menurut Fong, pemba­ja­kan email dan telepon perusahaan Bakrie Group diketahui telah di­lakukan sejak beberapa bulan lalu. Sa­yang­nya, dia tidak menje­laskan lebih lanjut siapa dalang di balik pembajakan tersebut. Pem­­­bajakan email dan telepon pe­ru­sahaan kelompok Bakrie terjadi seiring merenggangnya hubu­ngan antara Bakrie dan Nathaniel Rotschild, financial engi­neer Ya­hudi asal Inggris.

Anehnya, kabar pembajakan akses komunikasi Grup Bakrie yang diklaim telah selama be­be­rapa bulan itu, tersebar menjelang pertemuan jajaran direksi Bumi Plc di Singapura. Rapat di Negeri Singa akan membahas hasil in­vestigasi Bumi Plc pada anak usahanya PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Mereka akan membahas masa depan perusahaan eksportir batu­bara terbesar di dunia itu. Per­te­muan ini merupa­kan yang perta­ma setelah Bumi Plc mela­ku­kan inves­tigasi kepada BUMI atas dugaan pe­­nyele­wengan dana. Bumi Plc meng­u­asai seki­tar 29 persen saham BU­MI.

“Nathaniel Rots­child mewa­kili dinasti keuang­an Rotschild sudah tiba di Singa­pura,” kata sumber yang menge­tahui perte­muan tersebut.

Pertemuan dijadwalkan diha­diri para pemegang saham utama Bumi Plc, yakni Nathaniel Rots­child dan keluarga Bakrie. Selain itu, juga ada Samin Tan.

Dugaan penyimpangan ke­uangan BUMI muncul setelah audi­tor Bumi Plc, Price Water­house Coopers LLP, menurunkan dana pengembangan BUMI se­besar 247 juta dolar AS dan biaya eks­plorasi PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) senilai 390 juta do­lar AS menjadi nol dalam laporan ke­uangan konsolidasi Bumi Plc 2011. Padahal, Bumi Plc me­ngua­­­­sai 85 persen saham Berau dan 29 persen saham BUMI.

Terkait pertemuan jajaran di­reksi Bumi Plc, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku belum mengetahui hal itu.

“Me­reka tidak ada kewajiban un­tuk mela­por­­kan hal tersebut. Namun bila itu se­suatu yang ber­dam­pak sig­nifikan kepada peme­gang saham dan pe­rusahaan, maka wajib di­berita­hukan kepada pub­lik,” kata Di­rek­tur Penilaian Pe­ru­sa­haan BEI Hoesen di Ge­dung BEI Jakarta,  kemarin.

Ho­e­­sen menyatakan, pi­haknya tidak boleh terlalu tendensius  dan ti­dak meng­ha­ruskan setiap ada per­­te­muan mesti dilaporkan ke BEI. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA