.Perseteruan antar pemegang saham PT Bumi Resources Tbk makin keras menyusul rencana investigasi keuangan salah satu perusahaan milik Grup Bakrie ini. Pihak Bakrie menuding email dan telepon selulernya sudah disadap.
bakrie Group mengklaim telah mengantongi kelompok terÂsangÂka yang membajak (hack) teÂleÂpon dan account email perusaÂhaan milik Bakrie Group. Bakrie meÂnuÂduh, pembajakan email terÂseÂbut dilakukan para hacker yang berÂbasis di Singapura.
“Server email dan telepon kami telah di-hack. Kami telah melaÂporÂÂkan hal ini keÂÂpada Kepolisian Republik IndoÂneÂsia, Cyber CriÂme Unit,†kata SeÂnior Vice PreÂsident Grup Bakrie Christopher Fong di Jakarta, kemarin.
Menurut Fong, pembaÂjaÂkan email dan telepon perusahaan Bakrie Group diketahui telah diÂlakukan sejak beberapa bulan lalu. SaÂyangÂnya, dia tidak menjeÂlaskan lebih lanjut siapa dalang di balik pembajakan tersebut. PemÂÂÂbajakan email dan telepon peÂruÂsahaan kelompok Bakrie terjadi seiring merenggangnya hubuÂngan antara Bakrie dan Nathaniel Rotschild, financial engiÂneer YaÂhudi asal Inggris.
Anehnya, kabar pembajakan akses komunikasi Grup Bakrie yang diklaim telah selama beÂbeÂrapa bulan itu, tersebar menjelang pertemuan jajaran direksi Bumi Plc di Singapura. Rapat di Negeri Singa akan membahas hasil inÂvestigasi Bumi Plc pada anak usahanya PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Mereka akan membahas masa depan perusahaan eksportir batuÂbara terbesar di dunia itu. PerÂteÂmuan ini merupaÂkan yang pertaÂma setelah Bumi Plc melaÂkuÂkan invesÂtigasi kepada BUMI atas dugaan peÂÂnyeleÂwengan dana. Bumi Plc mengÂuÂasai sekiÂtar 29 persen saham BUÂMI.
“Nathaniel RotsÂchild mewaÂkili dinasti keuangÂan Rotschild sudah tiba di SingaÂpura,†kata sumber yang mengeÂtahui perteÂmuan tersebut.
Pertemuan dijadwalkan dihaÂdiri para pemegang saham utama Bumi Plc, yakni Nathaniel RotsÂchild dan keluarga Bakrie. Selain itu, juga ada Samin Tan.
Dugaan penyimpangan keÂuangan BUMI muncul setelah audiÂtor Bumi Plc, Price WaterÂhouse Coopers LLP, menurunkan dana pengembangan BUMI seÂbesar 247 juta dolar AS dan biaya eksÂplorasi PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) senilai 390 juta doÂlar AS menjadi nol dalam laporan keÂuangan konsolidasi Bumi Plc 2011. Padahal, Bumi Plc meÂnguaÂÂÂÂsai 85 persen saham Berau dan 29 persen saham BUMI.
Terkait pertemuan jajaran diÂreksi Bumi Plc, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku belum mengetahui hal itu.
“MeÂreka tidak ada kewajiban unÂtuk melaÂporÂÂkan hal tersebut. Namun bila itu seÂsuatu yang berÂdamÂpak sigÂnifikan kepada pemeÂgang saham dan peÂrusahaan, maka wajib diÂberitaÂhukan kepada pubÂlik,†kata DiÂrekÂtur Penilaian PeÂruÂsaÂhaan BEI Hoesen di GeÂdung BEI Jakarta, kemarin.
HoÂeÂÂsen menyatakan, piÂhaknya tidak boleh terlalu tendensius dan tiÂdak mengÂhaÂruskan setiap ada perÂÂteÂmuan mesti dilaporkan ke BEI. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: