Pungli Dan Birokrasi Korup Bayangi Investor Singapura

Menpan: Negeri Singa Mau Investasi Asal Indonesia Bersih

Rabu, 10 Oktober 2012, 08:20 WIB
Pungli Dan Birokrasi Korup Bayangi Investor Singapura
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo Investor asing mengajukan permintaan yang sederhana sebagai syarat masuknya dana investasi besar-besaran. Mereka minta birokrasi pemerintah Indonesia yang tertib dan tidak ada korupsi.

Menurut Menteri Pendayagu­naan Aparatur Negara dan Refor­masi Birokrasi Azwar Abubakar, Indonesia harus bersih. Di antara­nya bersih dari korupsi dan ber­ja­lan­nya reformasi birokrasi.

“Ke­marin saya didatangi Du­bes Singapura, mereka berenca­na be­sar untuk investasi di Indo­nesia asal Indonesia bersih,” ung­kap Azwar Abubakar di Kan­tor Ke­men­­terian Perdaga­ngan, Jakarta, kemarin.

Menurut Azwar, syarat yang diaju­kan pemerintah Negeri Singa itu cukup sederhana, na­mun korupsi dan bi­ro­­­krasi sudah mengakar di Indo­nesia selama puluhan tahun lalu.

“Mereka (Singapura) tawar­kan investasi asal kita bersih dan rapi dalam sisi birokrat dan tentu saja korupsi,” cetus Azwar.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini memberi perumpa­ma­an, kehadiran Singapura itu se­perti lebah yang sangat me­ngun­tungkan bagi bunga-bunga yang bertebaran di Indonesia.

“Birokrasi kita buat semudah mungkin untuk semua urusan. Singapura itu lebah, mereka akan me­nyerbuki bunga-bunga di In­do­nesia. Madu buat mereka dan bua­h untuk kita. Bayangkan saja 50 persen anggaran kita habis­kan untuk birokrat,” ujarnya.

Menurut Direktur Institute for Development of Eco­nomics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, salah satu pengham­bat pertum­buhan ekonomi Indo­ne­sia ada di high cost economy atau ekonomi biaya tinggi. Salah satu sumber utamanya adalah dari birok­rasi.

“High cost eco­nomy bisa ber­asal dari biaya-biaya siluman, tidak adanya pe­nyederhanaan birokrasi dan peri­zi­nan, termasuk model perpa­ja­kan,” ujarnya ke­pada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Berdasarkan prediksi Interna­tio­nal Monetary Fund (IMF) yang dirilis kemarin, perekono­mian global hanya akan tumbuh 3,3 persen tahun ini, terendah se­jak resesi 2009. IMF mengung­kap­kan, roda ekonomi dunia me­ma­suki Oktober 2012 ini sema­kin ter­seok akibat memburuknya kri­sis utang di Eropa.

 â€œIsu utamanya adalah apakah perekonomian glo­bal baru saja menabrak gun­ca­ngan lain yang menyebabkan per­lambatan pe­mulihan pertum­bu­han atau apa­kah perlambatan saat ini memi­liki komponen yang lebih lama.

“Jawabannya tergan­tung apa­kah penentu kebijakan Eropa dan Ame­rika Serikat (AS) dapat me­ng­atasi hambatan eko­nomi jang­ka pendek yang diha­dapi,” demi­kian analisa IMF seperti dikutip dalam World Economic Outlook.

Menurut Enny, high cost eco­nomy hanya akan mengurangi da­ya saing produk dalam negeri ter­hadap produk luar negeri. “Dari high cost economy menye­babkan harga naik 20-40 persen ter­hadap harga pokok pro­duksi. Ini me­ngu­rangi daya saing,” kata­nya.

Angka ini, menurutnya, bisa diartikan daya saing barang ter­sebut anjlok 40 per­sen akibat ber­bagai biaya silu­man ini,

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai, per­soalan klasik masih menjadi ken­dala dalam berinvestasi dan beru­saha di Ta­nah Air. Wakil Ketua Umum Ka­din Bidang Per­dagangan, Distri­busi dan Lo­gistik Natsir Mansyur menga­takan, ke­nya­­­manan ber­usa­ha di Indone­sia perlu langkah tegas dari pemerintah.

Delapan Proyek

International Finance Corpo­ra­tion (IFC) yang meru­pakan ang­gota kelompok Bank Dunia, telah membukukan investasi men­capai hampir 300 juta dolar AS atau Rp 2,7 triliun di delapan proyek dan menge­lu­arkan dana sebesar 7  juta dolar AS untuk proyek pen­dam­pingan teknis di Indonesia pada 2012. IFC memulai tahun buku 2012 pada Juli 2011 dan berakhir pada Juni 2012.

Dalam tahun buku yang ber­akhir pada 30 Juni 2012, IFC me­miliki sekitar 11 persen saham di PT Med­co Power Indonesia guna me­nye­diakan energi listrik ramah ling­kungan.

“Kami juga meng­kon­versikan dana investasi sebe­sar 15 juta do­lar AS di BTPN dan menjadi pemilik saham disana se­besar 3 persen,” kata IFC Coun­try Ma­na­­ger untuk Indone­sia Sar­vesh Suri, kemarin. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA