.Kalangan pengusaha makaÂnan dan minuman saat ini lagi keleyengan alias pusing mengÂhaÂdapi kenaikan tarif tol Jakarta-Cikampek sejak awal pekan ini. Besaran kenaikan tarif yang diÂsepakati oleh KemenÂterian PeÂkerÂÂjaan Umum sebesar 10 persen dari tarif awal. Adapun tarif unÂtuk kendaraan golongan I naik menÂjadi Rp 12 ribu dari tarif awal seÂbesar Rp 11 ribu.
Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan MinuÂman Indonesia (Gapmmi) FranÂky Sibarani mengatakan, kenaiÂkan tarif Tol Jakarta-Cikampek seÂbeÂsar 10 persen harus diimbaÂngi deÂngan perbaikan layanan dan peÂningkatan infrastruktur. SeÂbab, selama ini layanan dan perÂÂbaikÂan yang disediakan oleh opeÂrator jaÂlan tol masih sangat kuÂÂrang. PiÂhakÂnya mendesak keÂpada opeÂÂrator jalan tol untuk memÂperÂbaiki laÂyanan dan infraÂstruktur.
“Kalau tidak ada perubahan (peÂlaÂÂÂyanan), tentu ini akan sangat memÂÂbebani pengusaha. Karena haÂÂrus ada peÂngeluaran tambaÂhan,†kata Franky.
Ibaratnya, mereka tergencet atas bawah. Kenaikan tarif itu memÂÂberikan beban tamÂbahan bagi peÂngusaha. Padahal, beÂlum lama ini, terjadi beberapa keÂÂnaiÂkan biaya seperti biaya proÂduksi, keÂÂnaikan upah miniÂmum reÂgioÂnal, biaya ekspor yang meleÂmah, serta harga gas yang juga naik 35 perÂsen.
Menurut FranÂky, jalur Tol JaÂkarta-Cikampek seÂbagai jaÂlan utaÂma bagi para peÂnguÂsaha maÂkaÂnan maupun minuÂman untuk menÂdisÂtribusikan proÂduk dan baÂhan baÂkunya ke berbaÂgai daerah.
“DeÂngan keÂnaikan tarif ini seÂharusÂnya opeÂrator bisa memperÂbaiki pelaÂyaÂnan agar tiÂdak terjaÂdi keÂmaÂcetan. Kalau jaÂlannya lancar kan beruÂjung pada pengÂheÂmatan (biaya transÂporÂtasi) bagi indusÂtri,†tuturnya.
Anggota Komisi V DPR ArÂwaÂni Thomafi menuturkan, mesÂkiÂpun PT Jasa Marga telah beruÂpaÂya meÂmenuhi persyaratan StanÂdar PelaÂyanan Minimum (SPM) seÂperti memperbaiki konsÂtruksi jaÂlan, keÂrataan, kekeÂsatan, meÂmakÂÂsiÂmalÂkan gardu tol otomatis dan tranÂÂsaksi elektronik serta meÂnamÂbah CCTV, namun hal ini sehaÂrusÂnya tidak hanya diÂpenuhi saat menÂÂjeÂlang peÂneraÂpan kenaiÂkan tarif.
“SPM merupaÂkan hal yang waÂjib dipenuhi oleh pengeÂlola jaÂlan tol sepanjang waktu, bukan hanya sebagai perÂsyaratan pengajuan keÂnaikan tarif,†ujarÂnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Gozali mengatakan, kenaikan tarif tol itu meÂmang merupakan rencana inÂvesÂtasi tol, yaitu naik dua tahun seÂkali sesuai nilai inflasi. “KeÂnaiÂkan tarif Jakarta-Cikampek jadÂwalnya awal Juli, tapi kita unÂdur samÂpai kemarin agar Jasa Marga perbaiki SPM dulu,†ujar Ahmad kepada Rakyat Merdeka.
Sekedar informasi, tarif GoÂloÂngan II dari Rp 17.500 menjadi Rp 19.500 atau naik 11,43 persen. Untuk jenis kendaraan Golongan III, tarif sebelum penyesuaian Rp 22 ribu, tarif setelah penyesuaian Rp 24 ribu atau naik 9,09 persen.
Untuk jenis kendaraan GoÂloÂngan IV, tarif sebelumnya Rp 27.500 naik menÂjadi Rp 30 ribu atau naik 9,09 persen. Sedangkan jenis golongÂan V naik 10,61 persen. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: