Ekonomi AS Terpuruk, Omzet Industri Rotan Cuma Naik 10%

Selasa, 09 Oktober 2012, 08:15 WIB
Ekonomi AS Terpuruk, Omzet Industri Rotan Cuma Naik 10%
ilustrasi, rotan
Kecil Besar
rmol news logo .Pasca penetapan Peraturan Menteri Perdagangan (Permen­dag) Nomor 35/2011 tentang ke­ten­tuan ekspor rotan dan pro­duk ro­tan, kegiatan ekspor rotan men­tah semakin berkurang. Tapi, eks­por produk jadi turun­an rotan ma­lah meningkat.

Dalam periode Januari-Sep­tember 2012, total eks­por pro­duk jadi rotan men­ca­pai 157,8 juta dolar AS atau naik 44,81 persen dibanding ta­hun lalu 108,96 juta dolar AS.

Ketua Asosiasi Industri Per­mebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono me­nu­turkan, pertumbuhan in­dus­­­tri rotan dan kayu hingga ak­hir ta­hun ini diprediksi hanya 10 per­sen. Itu karena kondisi per­eko­nomian Amerika Serikat (AS) dan Ero­pa masih terpuruk sam­pai dua tahun ke depan.

Menurut Ambar, dengan masih banyaknya negara yang menga­lami krisis ekonomi berke­pan­jangan, akan menyulitkan pelaku industri mebel rotan dan kayu.

“Sulit rasanya untuk berta­han tanpa bantuan dari pemerin­tah. Kalau bisa tumbuh 10 persen saja sudah bagus. Tetapi kami tidak yakin omzet industri rotan bisa mencapai 200 juta dolar AS,” cetus Ambar kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Dikatakan Ambar, selama ini pelaku industri mengalami kesu­litan karena berjuang sendiri tan-pa bantuan pemerintah, se­perti dianggap anak tiri oleh pe­me­­rin­tah. Seharusnya pe­mangku ke­pentingan perlu memberikan rang­sangan insentif guna me­num­buh kembangkan usaha ini ke de­pan.

Terlebih, sektor indus­tri kayu dan rotan termasuk dalam indus­tri kecil menengah (IKM).

Sebelumnya, Dirjen Perda­ga­ngan Luar Negeri Kementerian Per­­­dagangan (Kemendag) Deddy Saleh mengatakan, peningkatan ekspor hasil barang jadi itu meru­pakan hasil turunan rotan mentah. Pasca kebijakan ketentuan eks­por, industri rotan nasional lebih me­ng­­­a­rah pada ekspor nilai tambah.

Menurut Deddy, naiknya kiner­ja ekspor rotan disebab­kan oleh in­dustrialisasi dan efek­tivi­tas hiliri­sasi di dalam negeri. Wa­lau­pun sempat ada pernya­ta­an ke­bi­jakan ekspor mengenai ba­rang men­tah rotan justru mem­buat in­dustri hulu meng­alami kerugian.  [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA