Dahlan Iskan Dipersulit Menjual Saham BUMN

Rabu, 19 September 2012, 08:27 WIB
Dahlan Iskan Dipersulit Menjual Saham BUMN
Dahlan Iskan
Kecil Besar

rmol news logo .Penjualan saham perusahaan pelat merah ternyata tidak mudah. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengeluhkan sulitnya BUMN untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

“nggak IPO juga nggak apa-apa. Kalau izinnya nggak kelu­ar, mau bagaimana lagi?” curhat Dahlan di Gedung Sari­nah, Ja­karta, kemarin. 

Mengenai hal ini, Dahlan tam­pak pesimistis, mengingat gagal­nya pencapaian target IPO BUMN pada 2012. Sedianya Dahlan akan menggi­ring lima BUMN melan­tai di bursa saham. “Masih sulit, sulit pokoknya,” keluh bekas Dirut PLN ini.

Sebelumnya, Dahlan mengata­kan, IPO BUMN bertujuan untuk mem­besarkan bursa saham Indo­ne­sia dan BUMN akan lebih trans­paran dalam pengelolaan perusahaan. Adapun dua dari li­ma perusahaan yang menurutnya sudah siap IPO, yakni Semen Baturaja dan PLN Batam.

Kala itu, kendati pasar saham sedikit sedang sedikit bergejo­lak, Dahlan mengaku optimistis lima perusahaan pelat merah yang di­targetkannya melantai di bursa tahun ini.
Namun, sebelum me­mu­tus­kan perusahaan BUMN me­­lakukan IPO, Dahlan menye­but di­rinya ha­rus mempertim­bang­­kan ba­nyak hal agar kejadian seperti IPO Garuda tak terulang kembali.

Sebelumnya, pihaknya juga me­­minta para deputi BUMN un­tuk ikut membantu proses pen­jualan saham BUMN. Na­mun, dia menyadari, ada hal-hal yang di luar kendalinya seperti me­minta persetujuan dari DPR.

Seperti diketahui, untuk pro­ses IPO perusahaan milik nega­ra, selain persetujuan dari Ke­men­terian BUMN, juga perlu menda­pat persetujuan Komite Privati­sasi yang diketuai Menko Pereko­nomian dan DPR.

“Kalau itu (persetujuan DPR), bukan urusan saya, karena di luar kendali saya. Pokoknya IPO lima BUMN itu harus diproses tahun ini, yang sudah proses di­matang­kan. Itu harus karena sudah prog­ram,” ujar Dahlan.

Dahlan bahkan pernah meng­ung­kap­kan, salah satu hambatan IPO yakni berbelit-belitnya  izin dari DPR. Padahal, tahun ini di­target­kan ada lima BUMN bisa me­lantai di bursa efek.

“Kita mem­pro­ses lima BUMN, tapi nggak dapat izin semua. Po­kok­nya yang sudah disetujui DPR ya kita lakukan IPO,” cetus Dahlan.

PT Semen Baturaja direncana­kan melakukan IPO tahun ini, namun masih terhalang izin DPR. Untuk lima BUMN yang di­ren­cakan melakukan IPO ada­lah PT Semen Baturaja, PT Per­ta­mina Gas, PT Pertamina Dril­ling Ser­vices, PT GMF Aeroasia dan PT PLN Engineering.

Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) me­nargetkan jumlah emiten di pasar modal Indonesia menjadi 500 pe­ru­sahaan di 2015 dari 444 peru­sa­haan yang tercatat saat ini.

Direktur Utama BEI Ito War­sito mengatakan, sudah memiliki tar­get perusahaan yang akan di­do­rong untuk melepas saham per­­­dana. Targetnya ada empat ke­­lompok, yakni perusahaan ke­­luarga yang sudah besar, kreditor perbankan, perusahaan yang ber­gerak di sektor pertam­bangan dan BUMN.

Diakui, khusus pendekatan IPO untuk BUMN lebih sulit.  Salah satu kendalanya karena jumlah stakeholder BUMN yang sangat banyak.

Ketika dikonfirmasi, Wakil Ke­tua Komisi VI DPR Aria Bi­ma meng­­atakan, IPO se­be­narnya sudah diajukan oleh Ke­menterian BUMN. Namun di­akuinya, ka­lang­an dewan belum menye­tujui pro­posal IPO BUMN.  [Harian Rakyat Merdeka]



Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA