.Penjualan saham perusahaan pelat merah ternyata tidak mudah. Menteri BUMN Dahlan Iskan mengeluhkan sulitnya BUMN untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
“nggak IPO juga nggak apa-apa. Kalau izinnya nggak keluÂar, mau bagaimana lagi?†curhat Dahlan di Gedung SariÂnah, JaÂkarta, kemarin.
Mengenai hal ini, Dahlan tamÂpak pesimistis, mengingat gagalÂnya pencapaian target IPO BUMN pada 2012. Sedianya Dahlan akan menggiÂring lima BUMN melanÂtai di bursa saham. “Masih sulit, sulit pokoknya,†keluh bekas Dirut PLN ini.
Sebelumnya, Dahlan mengataÂkan, IPO BUMN bertujuan untuk memÂbesarkan bursa saham IndoÂneÂsia dan BUMN akan lebih transÂparan dalam pengelolaan perusahaan. Adapun dua dari liÂma perusahaan yang menurutnya sudah siap IPO, yakni Semen Baturaja dan PLN Batam.
Kala itu, kendati pasar saham sedikit sedang sedikit bergejoÂlak, Dahlan mengaku optimistis lima perusahaan pelat merah yang diÂtargetkannya melantai di bursa tahun ini.
Namun, sebelum meÂmuÂtusÂkan perusahaan BUMN meÂÂlakukan IPO, Dahlan menyeÂbut diÂrinya haÂrus mempertimÂbangÂÂkan baÂnyak hal agar kejadian seperti IPO Garuda tak terulang kembali.
Sebelumnya, pihaknya juga meÂÂminta para deputi BUMN unÂtuk ikut membantu proses penÂjualan saham BUMN. NaÂmun, dia menyadari, ada hal-hal yang di luar kendalinya seperti meÂminta persetujuan dari DPR.
Seperti diketahui, untuk proÂses IPO perusahaan milik negaÂra, selain persetujuan dari KeÂmenÂterian BUMN, juga perlu mendaÂpat persetujuan Komite PrivatiÂsasi yang diketuai Menko PerekoÂnomian dan DPR.
“Kalau itu (persetujuan DPR), bukan urusan saya, karena di luar kendali saya. Pokoknya IPO lima BUMN itu harus diproses tahun ini, yang sudah proses diÂmatangÂkan. Itu harus karena sudah progÂram,†ujar Dahlan.
Dahlan bahkan pernah mengÂungÂkapÂkan, salah satu hambatan IPO yakni berbelit-belitnya izin dari DPR. Padahal, tahun ini diÂtargetÂkan ada lima BUMN bisa meÂlantai di bursa efek.
“Kita memÂproÂses lima BUMN, tapi nggak dapat izin semua. PoÂkokÂnya yang sudah disetujui DPR ya kita lakukan IPO,†cetus Dahlan.
PT Semen Baturaja direncanaÂkan melakukan IPO tahun ini, namun masih terhalang izin DPR. Untuk lima BUMN yang diÂrenÂcakan melakukan IPO adaÂlah PT Semen Baturaja, PT PerÂtaÂmina Gas, PT Pertamina DrilÂling SerÂvices, PT GMF Aeroasia dan PT PLN Engineering.
Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meÂnargetkan jumlah emiten di pasar modal Indonesia menjadi 500 peÂruÂsahaan di 2015 dari 444 peruÂsaÂhaan yang tercatat saat ini.
Direktur Utama BEI Ito WarÂsito mengatakan, sudah memiliki tarÂget perusahaan yang akan diÂdoÂrong untuk melepas saham perÂÂÂdana. Targetnya ada empat keÂÂlompok, yakni perusahaan keÂÂluarga yang sudah besar, kreditor perbankan, perusahaan yang berÂgerak di sektor pertamÂbangan dan BUMN.
Diakui, khusus pendekatan IPO untuk BUMN lebih sulit. Salah satu kendalanya karena jumlah stakeholder BUMN yang sangat banyak.
Ketika dikonfirmasi, Wakil KeÂtua Komisi VI DPR Aria BiÂma mengÂÂatakan, IPO seÂbeÂnarnya sudah diajukan oleh KeÂmenterian BUMN. Namun diÂakuinya, kaÂlangÂan dewan belum menyeÂtujui proÂposal IPO BUMN. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
BERITA TERKAIT: