Menko Kesra Rakyat Agung Laksono optimis jumlah inÂvesÂtasi di Pulau Morotai akan meÂningkat seÂiring dengan pembaÂngunan inÂfrastruktur saat Sail Morotai 2012.
Menurut Agung, Sail Morotai digelar untuk memastikan terÂwujudÂnya percepatan pembaÂngunan di seluruh wilayah deÂngan cara mensinkronkan dan mengharÂmonisasikan, serta menÂsinerÂgikan koordinasi seluruh keÂmenÂterian dan lembaga pemerinÂtah baik di pusat maupun daerah. Ini penting untuk mempercepat terÂcapainya kemakmuran dan keseÂjahteraan masyarakat.
“Morotai saat ini dapat dipanÂdang sebagai pintu masuk yang paling penting dalam akses wilaÂyah Asia Pasifik, sehingga akan lebih baik bila hal tersebut bisa dimanfaatkan dengan optimal,†jelas Agung, Jumat (12/9).
Untuk itu, Agung mengutaÂraÂkan harapannya agar pemeÂrinÂtah dan masyarakat di daerah terÂsebut memahami dan meninÂdakÂlanjuti, sehingga dapat memÂperÂmudah investasi baik asing mauÂpun dari dalam negeri.
“Semuanya berdampak kepaÂda peningkatan ekonomi keseÂjahÂteraan seperti pembangunan losÂmen, hotel dan resort, di samÂping industri kelautan dan perÂikanan,†kata politisi Golkar itu.
Agung menekankan, penÂcipÂtaan industri dan masuknya inÂvestasi ke Morotai pasca penyeÂlenggaraan Sail Morotai dihaÂrapkan menciptakan lapaÂngan pekerjaan dan mengenÂtaskan kemiskinan.
Kementerian Kelautan dan PerÂikanan (KKP) menganggap baru separuh dari potensi perikaÂnan tangkap di Morotai, Maluku UtaÂra (Malut) yang diberdaÂyakan.
“SeÂkarang baru 50 perÂsen,†kata DirÂjen Pengawasan dan SumÂber DaÂya Kelautan dan PerÂikanan KKP Syahrin AbdurÂrahÂÂman di Pantai Daruba, Morotai.
Menurut Syahrin, potensi perÂÂikanan di kawasan perÂairan sekitar Morotai sangat menjanÂjikan dan diperkirakan terdapat sekitar 150 ribu ton ikan yang dapat dipanen seÂtiap tahunnya.
Terkait hal itu, KKP secara konsisten terus mengemÂbangÂkan pembangunan ekoÂnomi berbasisÂkan kelautan di kaÂwasan kepuÂlauan dan pulau-pulau terpencil.
Sektor kelautan merupakan salah satu fokus dari pengemÂbaÂngan MP3EI (Masterplan PerÂceÂpatan dan Perluasan PemÂbaÂngunan Ekonomi Indonesia) yang memiliki delapan proÂgram utama. Yaitu kelautan, pertanian, perÂtambangan, enerÂgi, industri, pariwisata dan teÂlematika serta peÂngembangan kawasan strategis.
Menteri Kelautan dan PerÂikaÂnan Sharif Cicip Sutardjo meÂngatakan, pihaknya akan berÂorientasi pada strategi indusÂtriÂalisasi kelautan dan perikanan yang berbasiskan pengelolaan sumber daya kelautan dan perÂikanan secara berkelanjutan.
Sail Morotai 2012 merupakan acara tingkat internasional yang digelar 12-15 September 2012 di pulau paling utara, Morotai. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >