Jadi Pintu Masuk Di Asia Pasifik, Morotai Mesti Dimanfaatkan

Senin, 17 September 2012, 09:33 WIB
Jadi Pintu Masuk Di Asia Pasifik, Morotai Mesti Dimanfaatkan
Sail Morotai
Kecil Besar

rmol news logo Menko Kesra Rakyat Agung Laksono optimis jumlah in­ves­tasi di Pulau Morotai akan me­ningkat se­iring dengan pemba­ngunan in­frastruktur saat Sail Morotai 2012.

Menurut Agung, Sail Morotai digelar untuk memastikan ter­wujud­nya percepatan pemba­ngunan di seluruh wilayah de­ngan cara mensinkronkan dan menghar­monisasikan, serta men­siner­gikan koordinasi seluruh ke­men­terian dan lembaga pemerin­tah baik di pusat maupun daerah. Ini penting untuk mempercepat ter­capainya kemakmuran dan kese­jahteraan masyarakat.

“Morotai saat ini dapat dipan­dang sebagai pintu masuk yang paling penting dalam akses wila­yah Asia Pasifik, sehingga akan lebih baik bila hal tersebut bisa dimanfaatkan dengan optimal,” jelas Agung, Jumat (12/9).

Untuk itu, Agung menguta­ra­kan harapannya agar peme­rin­tah dan masyarakat di daerah ter­sebut memahami dan menin­dak­lanjuti, sehingga dapat mem­per­mudah investasi baik asing mau­pun dari dalam negeri.

“Semuanya berdampak kepa­da peningkatan ekonomi kese­jah­teraan seperti pembangunan los­men, hotel dan resort, di sam­ping industri kelautan dan per­ikanan,” kata politisi Golkar itu.

Agung menekankan, pen­cip­taan industri dan masuknya in­vestasi ke Morotai pasca penye­lenggaraan Sail Morotai diha­rapkan menciptakan lapa­ngan pekerjaan dan mengen­taskan kemiskinan.

Kementerian Kelautan dan Per­ikanan (KKP) menganggap baru separuh dari potensi perika­nan tangkap di Morotai, Maluku Uta­ra (Malut) yang diberda­yakan.

“Se­karang baru 50 per­sen,” kata Dir­jen Pengawasan dan Sum­ber Da­ya Kelautan dan Per­ikanan KKP Syahrin Abdur­rah­­man di Pantai Daruba, Morotai.

Menurut Syahrin, potensi per­­ikanan di kawasan per­airan sekitar Morotai sangat menjan­jikan dan diperkirakan terdapat sekitar 150 ribu ton ikan yang dapat dipanen se­tiap tahunnya.

Terkait hal itu, KKP secara konsisten terus mengem­bang­kan pembangunan eko­nomi berbasis­kan kelautan di ka­wasan kepu­lauan dan pulau-pulau terpencil.

Sektor kelautan merupakan salah satu fokus dari pengem­ba­ngan MP3EI (Masterplan Per­ce­patan dan Perluasan Pem­ba­ngunan Ekonomi Indonesia) yang memiliki delapan pro­gram utama. Yaitu kelautan, pertanian, per­tambangan, ener­gi, industri, pariwisata dan te­lematika serta pe­ngembangan kawasan strategis.

Menteri Kelautan dan Per­ika­nan Sharif Cicip Sutardjo me­ngatakan, pihaknya akan ber­orientasi pada strategi indus­tri­alisasi kelautan dan perikanan yang berbasiskan pengelolaan sumber daya kelautan dan per­ikanan secara berkelanjutan.

Sail Morotai 2012 merupakan acara tingkat internasional yang digelar 12-15 September 2012 di pulau paling utara, Morotai. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA