Menjelang kocok ulang kursi direksi pada Oktober, Perum Perumnas menyediakan lahan untuk membangun proyek 1.000 unit lebih rumah murah di kawasan Bumi Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. Soal harga rumah, Perumas masih menunggu keputusan Kemenpera.
Lahan tersebut sebagai pengÂganti lokasi perumahan wartawan yang sedianya akan dibangun di kawasan Citayam, Depok, Jawa Barat. BUMN perumahan ini berharap, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz bisa segera merampungkan harÂga ruÂmah murah tersebut untuk seÂgera direalisasikan tahun ini.
â€Lahan sudah disediakan dan kami masih menunggu finalisasi harga rumah tersebut dari peÂmeÂrintah. Setelah itu, baru dibaÂngun sesuai master plan dan keÂbutuÂhan yang ada,†ujar Dirut Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto saat dihubungi Rakyat MeÂrÂdeka, kemarin.
Himawan mengaku, belum biÂsa memastikan berapa harga ruÂmah yang akan dipatok meÂlalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) nanti. “BeÂlum ada angka pasti. Tapi kira-kiÂra harganya sekitar Rp 88 juta per unit untuk tipe 36. SedangÂkan tipe 45 sampai 70 harganya bisa lebih dari itu,†katanya
Dia juga masih meÂnungÂgu keÂbiÂjakan subsidi public serÂvice obligation (PSO) dari peÂmeÂrinÂtah. “Jika PSO itu diberikan, harÂga rumah murah kemungkinan bisa ditekan lebih murah lagi. Ya kiÂta lihat saja nanti,†kilahnya.
Himawan menyatakan, saat ini proses perumahan wartawan suÂdah memasuki tahap Bank InÂdonesia (BI) checking.
“Ada 2.600 wartawan yang berÂminat. Dari jumlah itu, sebaÂgian telah memenuhi administrasi Kredit Perumahan Kredit PemiÂlikan Rumah (KPR) FLPP dan sudah masuk tahap BI checking, sehingÂga secara paralel dapat diÂproses selanjutnya untuk pelakÂsanaan pembangunan rumah di lapaÂngan,†kata Himawan
Dia menegaskan, proyek ruÂmah murah ini sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah tenÂtang perlunya perumahan bagi wartawan. “Ini sekaligus menÂjawab keraguan tentang rencana pembangunan rumah subsidi baÂgi wartawan. Yang pasti kami siap bangun,†tegasnya.
Direktur Pemasaran Perumnas Teddy Robinson menambahkan, proyek ini nantinya ada di sektor tiga dan empat. “Sektor tiga, sebagian lahan sudah dibangun ruÂmah buat umum dan sektor empat masih tanah kosong. KeÂdua sektor tersebut sekitar 26 hektare,†terang Teddy.
Menurut Teddy, unit yang akan disediakan Perumnas unÂtuk warÂtawan adalah tipe 36, 45 dan 90, dengan luas tanah 80, 90, 105 meter persegi. “Dengan tipe dan luas tanah tersebut, seÂkitar dua ribuan unit rumah bisa dibaÂngun,†tuturnya.
Mengenai fasilitas umum, saat ini baru tersedia mushola, sekolah dan sarana olahraga. Namun, ke depan pihak Perumnas akan meÂnambahkan sarana umum lain.
“Mengenai infrastruktur jalan, nantinya bekerja sama dengan pemerintah Bogor dan nanti akan ditambahkan fasilitas umum lainnya,†ucap Teddy
Teddy menjelaskan, lokasi Bumi Parung Panjang ini berÂdekatan dengan stasiun Kereta Api (KA) Parung Panjang, yang berjarak 500 meter dan juga diÂlintasi jalur kereta listrik dengan jarak temÂpuh 10-15 menit ke stasiun SerÂpong. Bahkan, sudah dibangun rel KA double track untuk memuÂdahkan akses dari perumahan ke pusat kota sekitar 45 menit.
Deputi Perumahan formal KeÂmenpera Paul MarÂpaung memasÂÂtikan, finalisasi harÂga rumah daÂpat diselesaikan dalam waktu dekat. “Kami masih membahas masalah harga rumah per unit ini dengan Perumnas. Mungkin berkisar antara Rp 88 juta hingga Rp 90 juta. Yang pasti harga tetap terjangkau karena melalui subsidi FLPP,†kata Marpaung tanpa menyebutkan kapan harga itu dirampungkan.
Wakil ketua Komisi V DPR bidang Perumahan Muhidin M Said berharap, program ini tidak hanya ajang pencitraan saja.
“Kalau memang sudah ada lahan, segera ditetapkan harga dan dibangun. Proyek di CitaÂyam Depok, mesti jadi pelajaran penÂting buat pemerintah,†warÂnÂing Muhidin. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
BERITA TERKAIT: