Permintaan Elpiji Yang Naik Bisa Dimanfaatkan Spekulan

Pertamina Diminta Awasi Distribusi Gas Rumah Tangga

Rabu, 22 Agustus 2012, 07:27 WIB
Permintaan Elpiji Yang Naik Bisa Dimanfaatkan Spekulan
ilustrasi

rmol news logo DPR meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina melakukan antisipasi dengan melakukan pengawasan berkala terhadap usaha spekulan menimbun elpiji saat libur Lebaran. Pasalnya, kelangkaan elpiji yang terjadi seringkali diikuti dengan melonjaknya harga di pasaran dibanding situasi normal.

“Diprediksi konsumsi elpiji mengalami lonjakan saat libur Lebaran. Pertamina dan Kemen­terian ESDM harus memastikan pa­sokan distribusi kepada ma­syarakat tidak terganggu. Perlu juga dilakukan koordinasi dengan pihak berwenang terhadap ke­mung­kinan penyalahgunaan spe­kulan yang memanfaatkan mo­mentum ini,” ujar anggota Ko­misi VII DPR Rofi’ Munawar kepada Rakyat Merdeka.

Rofi’’juga’sudah memprediksi, sepanjang bulan puasa hingga akhir libur Lebaran konsumsi penggu­naan elpiji mengalami peningkatan hingga 10 persen. Kenaikan per­mintaan terjadi seiring dengan meningkatnya kebu­tuhan kon­sumsi, khususnya elpiji 3 kg dan 12 kg untuk rumah tangga.

Secara keseluruhan, estimasi pemakaian BBM dan elpiji mulai dari puasa hingga libur Lebaran umumnya naik. Adapun rincian­nya, premium naik 3,3 persen dari rata-rata harian normal 78.000 kiloliter (KL) menjadi 80.000 KL, Avtur naik 6 persen dari rata-rata harian normal 10.763 KL menjadi 11.384 KL dan elpiji PSO naik 3 persen dari rata-rata harian normal 11.351 MT menjadi 11.695 MT.

Adapun Solar turun 12,9 persen dari rata-rata harian nor­mal 44.000 KL menjadi 38.000 KL, dan elpiji non PSO sama dengan rata-rata harian normal 3.559 MT.

“Kelangkaan elpiji biasanya terjadi akibat pembelian dalam jumlah besar yang dilakukan oleh spekulan untuk mendapatkan keuntungan lebih,” cetusnya.

Selain itu, lanjut Rofi’, tidak jarang ditemukan adanya perila­ku yang tidak jujur oleh oknum pengusaha elpiji dengan melaku­kan pengoplosan secara teren­cana. Untuk itu, ia meminta Perta­mina sebagai operator me­mantau dan mengawasi distribusi BBM dan elpiji agar tidak terjadi kebocoran.

Apalagi, kata dia, sebelumnya Tim Gabungan Bareksrim Polri dan Polres Jakarta Timur telah mengungkap usaha pengoplosan ribuan tabung elpiji di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Dalam operasi penangkapan tersebut, polisi menyita 2.005 tabung gas melon ukuran 3 kg, 346 tabung ukuran gas 50 kg dan 284 tabung ukuran 12 kg.

“Di beberapa daerah elpji 3 kg telah mengalami kenaikan harga mencapai

Rp 16 ribu per tabung. Selain itu, ditemukan juga adanya usaha pengoplosan untuk meraih keuntungan semata. Kementerian ESDM serta Pertamina harus memastikan pasokan elpiji bukan hanya pada aspek ketersediaan tapi keterjangkauan harga bagi masyarakat,” tegas Rofi’.

Menanggapi itu, Vice President Corporate Communication Perta­mina Ali Mudakir memastikan ke­tersediaan elpiji aman dan tan­pa kendala sehingga konsu­men tetap bisa menikmati liburan Lebaran.

“Kami berharap baik saat mudik maupun libur Lebaran aman dan lancar. Tidak ada kendala karena kami selalu melakukan effort untuk kesediaan elpiji,” ujar Ali kepada Rakyat Merdeka.

Ia mengatakan, pasca Lebaran kon­sumsi elpiji tidak mengalami ke­naikan yang cukup signifikan dari hari biasa. Kalau kebutuhan ha­rian elpiji rata-rata mencapai 11.300 ribu Metrik Ton (MT) per ha­ri, selama puasa dan pasca Le­baran hanya 11.600 ribu MT per hari.

“Konsumsi pola masyarakat kita itu unik. Kami perkirakan konsumsi masyarakat cuma naik 300 metric ton. Kenapa, karena pola konsumsi masyarakat di bulan puasa cenderung flat, apalagi banyak orang yang makan di luar, jarang masak bahkan pada saat hari raya atau setelah Lebaran,” jelasnya.

Kendati begitu, pihaknya tetap mengantisipasi jika terjadi lonjakan kebutuhan pasca Leba­ran dengan memperluas jaringan distribusi dan mengintensifkan kerja sama dengan minimarket. Ini dilakukan supaya masyarakat tidak susah mencari elpiji dan harganya tidak dimainin oleh para spekulan.

“Untuk antisipasi agen yang pulang kampung, sejak H-7 hingga H+7 kita sudah mengu­mumkan kepada masyarakat untuk memperoleh elpiji di mi­nimarket seperti Alfamart, Indo­maret atau di outlet lain,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini me­yakinkan pasokan elpiji nasional Ramadhan hingga pasca Lebaran aman. Guna mengantisipasi ke­langkaan elpiji saat Lebaran, pe­merintah siap menambah pasokan 10 persen. Penambahan elpiji 3 kg dan 12,5 kg telah dilakukan mulai Juli-Agustus 2012. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA