Perang Antar Operator Ganggu Kualitas Jaringan Saat Lebaran

Kemenkominfo Ancam Cabut Izin Operator Yang Tak Berbenah

Minggu, 19 Agustus 2012, 09:08 WIB
Perang Antar Operator Ganggu Kualitas Jaringan Saat Lebaran
ilustrasi

RMOL. Pemerintah diminta menjaga kualitas jaringan telekomunikasi saat Lebaran. Soalnya, banyak masyarakat yang mengeluh karena jaringan yang lemot.

Direktur Lembaga Pengem­bangan dan Pemberdayaan Ma­sya­rakat Informasi (LPPMI) Ka­milov Sagala menyayangkan ting­ginya keluhan pelanggan soal mu­tu jaringan layanan tele­ko­mu­nikasi yang rendah. Terlebih se­telah operator semakin gencar mem­promosikan tarif murah.

Dia berharap, perang tarif antar ope­rator telekomunikasi tidak sam­pai mengganggu kualitas ja­ringan layanan, khususnya pada saat Hari Raya maupun libur Lebaran.

“Operator jangan cuma gem­bar-gembor saja jaringan mereka siap. Di hari biasa saja sulit untuk me­lakukan panggilan, komu­ni­kasi sering putus dan baru bisa nyam­bung sesudah lima kali dial, apalagi menjelang Hari Raya dan libur panjang kali ini,” kata Kamilov.

Untuk mendapatkan layanan yang optimal, menurut dia, peme­rintah dalam hal ini Kementerian Ko­munikasi dan Informatika (Ke­menkominfo) bersama para ope­rator telekomunikasi segera menyelesaikan masalah tersebut. Jika tidak, layanan telekomu­ni­kasi pengguna juga akan ter­gang­gu karena beban puncak tele­ko­mu­nikasi pada Lebaran tahun ini.

Di sisi lain, dia juga menyoroti lam­­bannya pemerintah mem­ban­tu pelaku industry, khususnya ren­cana lelang kanal 3G yang te­rus tertunda yang berakibat kua­litas layanan data turun. Akibat itu juga kecepatan internet akan lam­bat dan akan mengganggu laya­nan data pengguna bahkan layanan suara (voice) dan pesan singkat.

“Kita semua merasakan, trafik layanan 3G di tiga operator besar sudah padat. November nanti tra­fiknya bisa mencapai 90 persen. Ka­rena bandwith-nya mereka su­dah sangat penuh, puncaknya akan semakin parah Lebaran ini. Itu akibat dari kebijakan pe­me­rintah yang lelet jadi masyarakat yang dirugikan,” jelas Kamilov.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Humas Kemenkominfo Ga­tot S Dewa Broto mengatakan, pe­merintah telah mengimbau para operator untuk me­ning­kat­kan kapasitas jaringannya guna mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi saat Lebaran maupun sesudahnya.

“Kami sudah memprediksi peningkatannya hingga 25-40 persen dari hari biasa. Makanya kami mengingatkan operator se­bulan sebelum puasa. Bukan ha­nya operator telekomunikasi tapi ju­ga mitra kita yang lain, postel, pe­nyiaran radio televisi. Sesuai de­ngan fungsinya masing-masing mereka harus sudah memper­siapkan layanan. Kami juga rutin me­lakukan evaluasi untuk tahu kesiapan mereka,” bebernya kepada Rakyat Merdeka.

Menurut Gatot, sama seperti tahun-tahun sebelumnya tingkat kepadatan penggunaan fasilitas te­lekomunikasi, baik pesan sing­kat (SMS) maupun panggilan suara (voice call) saat Lebaran biasanya sangat tinggi.

Ia bahkan memastikan mayo­ritas operator sudah mengan­tisi­pa­si permintaan itu sejak jauh-jauh hari. Tidak hanya mening­katkan kapasitas jaringan, ope­rator juga menyediakan beberapa dukungan fasilitas seperti fasilitas CCTV dan telekomunikasi wire­less di posko pusat Kementerian Perhubungan dan 11 posko lapangan dan terminal.

Selain itu, kata Gatot, peme­rintah sudah mengirimkan surat edaran resmi kepada seluruh operator telekomunikasi yang meminta agar kualitas layanan­nya tidak tulalit mulai dari jelang dan sesudah Lebaran. Pihaknya juga telah mengeluarkan aturan tegas untuk para operator yang tidak memperbaiki kualitas layanannya.

“Kami juga ingin layanan telekomunikasi yang digunakan masyarakat tetap terjaga kua­litasnya, meski di saat sibuk se­perti itu. Kami mengerti keluhan pas­ti ada tapi kami juga ada eva­luasi rutin, ibaratnya kaya anak sekolah ada pemberian rapornya. Kita lihat tingkat kesalahannya. Teguran keras, mulai dari surat peringatan hingga pencabutan izin. Tapi biasanya mereka baru kita pe­ringatkan saja sudah gerah, karena kami umumkan,” jelas Gatot. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA