Pemerintah diminta meningkatkan rantai pasokan bahan baku industri kecil dan menengah (IKM) pangan untuk meningkatkan program hilirisasi.
Peneliti Utama Badan PengÂkajian Iklim dan Mutu InÂdustri Kementerian PerÂindusÂtrian (Kemenperin) Atih SurÂyati mengatakan, saat ini inÂdustri pangan olahan di dalam negeri ketergantungan terÂhadap bahan baku imporÂnya masih tinggi.
Padahal, industri pangan olahan merupakan bagaian terÂbesar dalam kelompok IKM, yakni 1,5 juta unit dari 3,8 juta unit total IKM pada 2009. Kecepatan pertumÂbuÂhannya juga relatif tinggi deÂngan rata-rata 16 persen anÂtara 2005-2009. Sementara pertumbuhan IKM secara keseÂluruhan hanya 10 persen.
“Namun sayang, IKM yang berÂkontribusi tinggi pada perÂtumbuhan itu bahan bakunya masih impor,†kata Atih.
Atih mengatakan, hilirisasi industri berbasis sumber daya alam perlu ditingkatkan. MeÂnurutnya, meski pertumÂbuhan industri terus tumbuh atau menÂcapai 6,2 persen pada 2011, tapi ketergantungan terÂhadap bahan bakunya juga terus meningkat.
Sementara, struktur ekspor Indonesia masih didominasi oleh bahan mentah. SedangÂkan impor oleh industri rata-raÂta mencapai 30 persen dari biaya produksi dan 760 perÂsen di antaranya berubaha baÂhan baku.
Menurut dia, bahan baku IKM pangan saat ini masih diperoleh dari usaha pertanian non perkebunan yang dikelola oleh petani kecil dengan luas lahan di bawah 1 hektar. KonÂdisi ini menyebabkan pemaÂsok bahan baku dilakukan oleh pedagang pengumpul dan membuat mata rantai panjang.
Ke depan, kebijakan IKM pangan harus didasarkan pada potensi sumber daya alam setempat sehingga bersifat unik bagi setiap daerah. Atih juga meminta pemerintah memberikan diinsentif bea keluar untuk bahan mentah guna mengurangi ekspor bahan mentah dan menarik masuknya investor masuk ke dalam negeri.
Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah menambahkan, saat ini pihaknya sudah memiliki program hilirasi singkong. Pada 2013, pihakÂnya juga akan melakukan hilirisasi untuk beberapa jenis umbi-umbian dan kacang-kacaÂngan. “Ini bentuk kepriÂhatinan kita terhadap tinggiÂnya impor bahan baku seperti terigu dan kedelai. Semuanya sudah ada di Litbang,†tanÂdasnya.
Untuk diketahui, dalam memÂpercepat proses indusÂtrialisasi, pada 2012-2014 pengembangan industri naÂsional difokuskan pada tiga proÂgram utama, pertama hiliÂrisasi industri berbasis agro, migas dan bahan tambang mineral, kedua, peningkatan daya saing industri existing dan ketiga, pengembangan IKM.
Program hilirisasi industri berbasis agro, migas dan bahan tambang mineral dilaÂtarbelakangi oleh masih banyaknya ekspor bahan mentah/bahan baku komoditi tersebut. Hilirisasi industri di dalam negeri akan mampu menghasilkan nilai tambah, memperkuat struktur industri serta menyediakan lapangan kerja dan peluang usaha di dalam negeri. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.