Inflasi di Bulan Juli ini diÂperÂkirakan di luar target alias jebol meÂnyusul tidak terkendalinya harga bahan-bahan pokok. KeÂpala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony PraÂsetiantono memprediksi, Juli-Agustus ini akan jadi bulan-bulan tingginya inflasi. AngkaÂnya bisa mencapai satu persen per bulan.
Menurutnya, faktor musiÂman bulan puasa dan musim LeÂbaran 2012 serta tahun ajaran baru pada Juli-Agustus ini bisa menjadi puncak inflasi nasional.
“Saya perkirakan inflasi pada bulan Juli dan Agustus adalah inÂflasi tertinggi tahun ini. Kira-kira untuk dua bulan ini inflasiÂnya bisa saja di kisaran satu perÂsen karena adanya faktor musiÂman tadi,†ujarÂnya di Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, inflasi pada puasa tahun ini cukup tinggi, kaÂrena kenaikan harga beberapa koÂmoditas. Untuk itu, pemerintah perlu mencermati secara serius peningkatan harga yang terjadi setiap memasuki bulan puasa.
“Mengatasi hal itu pemerintah perlu serius, jangan sampai nanti pemerintah seperti tidak bisa menjaga inflasi saat puasa dan Lebaran, seolah-olah ada pembiaÂran oleh pemerintah,†jelasnya.
Menurut Tony, masalah inÂflasi yang terjadi selama puasa diseÂbabkan banyak hal, antara lain kelemahan distribusi logisÂtik. SeÂlain itu, kenaikan harga transporÂtasi menjelang Lebaran juga menÂjadi elemen yang dapat menjadiÂkan inflasi pada Juli-Agustus tinggi. Angka inflasi dalam dua bulan Juli dan AgusÂtus nanti, diperkirakan masing-masing sekitar satu perÂsen per bulan.
“Memang cuÂkup tinggi. Bulan kemarin saja sudah sekitar 0,7 persen, pada Juni kemarin itu suÂdah tinggi karena masalah liburan saja,†tandasnya. Bahkan, diperÂkirakan pada September 2012 akan terjadi deflasi, seÂhingga samÂpai akhir tahun inflasi diÂperkirakan mencapai 5 persen.
Bank Indonesia (BI) memproÂyeksi, inflasi bulanan Juli 2012 sebesar 0,65 persen atau hanya naik sedikit dari inflasi Juni yang sebesar 0,62 persen. Kepala Biro Humas BI Difi Johansyah meÂngaÂtakan, proyeksi itu berdasarÂkan trens pergerakan inflasi di bulan puasa sepanjang 2002-2011. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: