Kepada Rakyat Merdeka, MarÂdi, seÂorang pedagang di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur mengaku, harga kebutuhan poÂkok beberapa hari ini terus naik. MenuÂrutnya, sulit untuk meÂngenÂÂdalikan harga, apalagi bagi pedaÂgang kecil sepertinya diriÂnya. KaÂrena itu, dia hanya mengÂikuti gerakan liar harga.
“Dari peÂmasoknya memang sudah begitu harganya, mau diaÂpain lagi,†ujarÂnya, kemarin.
Dia lantas mencontohkan untuk harga cabe merah besar sudah naik dari yang semula Rp 15 ribu per kiloÂgram menjadi Rp 20 ribu per kiloÂgram atau naik 33,3 persen.
“SeÂjak kemarin harganya naik sekitar Rp 4.000-Rp 5.000 untuk jenis cabe merah besar,†ujarnya.
Ditanya soal imbauan pemerinÂtah agar pedagang tidak memainÂkan harga, Mardi menyaÂtakan belum tahu. Justru, dia minta peÂmerintah turun tangan mengenÂdalikan harga yang diÂkhawaÂtirÂkan makin tidak terkenÂdali.
“Harusnya pemerintah yang ngatur harga biar stabil. Kalau kita pedagang kecil cuma bisa ngikutin aja,†ungÂkapnya.
Kenaikan harga seÂjumlah baÂhan kebutuhan pokok menjeÂlang RaÂmadhan juga dikeÂluhkan konÂsuÂmen. Merangkak naiknya harÂga tak dapat diÂnikÂmati para pedaÂgang makanan Sebaliknya pedaÂgang makanan mengalami penuÂruÂnan keuntuÂngan hingga 30 persen.
Seorang penjual makaÂnan di daerah Senayan, Jakarta SeÂÂÂlaÂtan, mengaku harus kehilaÂngan keÂunÂtungan sampai 30 perÂsen. Ia tak berani menaikkan harÂga jual karena khaÂwatir pelanggan berÂalih ke ruÂmah makan lain.
Anggota Komisi IV DPR Ma’mur Hasanuddin menyebutÂkan, harga pangan dan bahan poÂkok tahun ini mengÂalami lonÂjakan hampir satu bulan menÂjelang RaÂmadhan. Hal itu meÂnandakan tata niÂaga pangan dan sistem proÂteksi konÂsumen pemeÂrintah kuÂrang efektif.
“Fenomena tersebut meÂÂnanÂÂÂdakan spekulan telah meÂmanÂÂfaatÂkan psikologi konÂÂsumen akiÂbat rapuhnya tata niaga pangÂan,†senÂtil Ma’mur , keÂmaÂrin.
Menteri Pertanian Suswono meÂnegaskan, pemerinÂtah hanya menoleransi kenaikan harga paÂngan maksimal 15 perÂsen. Di atas dari beÂsaran itu, pemerintah akan menÂcaÂÂri tahu penyebab terÂjaÂdinya kenaikan harga itu. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: