Dengan mimik muka santai, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan menyaÂtakan, lonÂjakan harga sembako di bebeÂrapa daerah hanya persoalan paÂsokan (supply) dan perminÂtaan (demand).
“Dengan meningÂkatnya deÂmand, maka ada keterÂbatasan stok. Semuanya terganÂtung sama supply, kalau supply cukup maka kenaikan harga bisa diÂminiÂmaliÂsir. Sebaliknya juga deÂmiÂkian,†beber Gita di kanÂtorÂÂnya, kemarin sore.
Menurutnya, peningkaÂtan stok harus diimbangi dengan saÂrana transportasi yang meÂmaÂdai. Saat ini, infrastruktur transÂportasi beÂlum mencukupi.
“Faktor transÂportasi juga saÂngat mempengaÂruhi harga bahan poÂkok. Kita harapkan transporÂtasi arus barang pada masa LeÂbaran lebih lancar dan tidak ada gangÂguan,†jelas Gita.
Di tempat yang sama, Dirjen PerÂdagangan Dalam Negeri GuÂnÂaryo mengakui, ada beberaÂpa harÂga koÂmoÂditas yang meÂngaÂlami keÂnaikÂan agak tinggi. TeruÂtama kenaikan daging ayam dan sapi. Memang supply dan deÂmand dua minggu puasa dan menjelang Lebaran sangat tinggi.
“Untuk komoditi daging ayam dan sapi terjadi kenaikan hampir Rp 10 ribu,†tuturnya.
Dikatakan Gunaryo, harga daÂging sayam menjelang puasa dan lebaran ini mencapai Rp 24 ribu- Rp 26 ribu. Terjadi kenaikan dari harga sebelumnya Rp 18 ribu-Rp 19 ribu. Sedangkan untuk daging sapi, telah terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi akibat naiknya permintaan. Harga daging sapi saat ini mencapai Rp 75 ribu hingga Rp 85 ribu per kg.
“Daging sapi naik juga dari harga biasanya yang hanya Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu,†kata Gunaryo.
Wakil Menteri PerÂdaÂgangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi menginginkan agar perusahaan ritel modern tidak mengambil keÂuntungan dengan menaikkan harga menÂjelang daÂtangnya buÂlan puasa dan LebaÂran.
“Mohon jangan ambil keÂsemÂpatan pada saat Ramadhan dengÂan menaikÂkan harga,†pinta BaÂyu di CarreÂfour Lebak Bulus, Jakarta SelaÂtan, kemarin.
Bekas pengamat pertanian ini menerangkan, larangan menaikÂkan harga sembarangan tersebut guna menjaga stabilitas harga di pasaran. Dia khawatir, bila peruÂsahaan-perusaÂhaan ritel besar seÂperti Giant, Carrefour, HyperÂmart atau Lotte Mart menaikkan harÂgaÂnya, maka kenaikan harga produk bisa maÂkin liar.
Pada kesempatan sama, Head Of Public Affair PT Carrefour Indonesia Satria Hamid Ahmadi mengungkapkan, sudah meÂnyiapÂÂkan stok tambahan produk seÂbanyak 30 persen dari hari biasa untuk mengatasi kemungÂkinan peningkatan permintaan masyaÂrakat menjelang dan seÂlama bulan puasa.
“Kami sudah menambah stok barang sekitar 30 persen dari rata-rata produk harian normal,†kata Satria. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: