Menteri Gita Anggap Biasa Gejolak Harga Jelang Puasa

Carrefour Naikkan Stok Pasokan Hingga 30 Persen

Selasa, 17 Juli 2012, 08:28 WIB
Menteri Gita Anggap Biasa Gejolak Harga Jelang Puasa
Gita Wirjawan
RMOL.Kenaikan harga menjelang puasa dianggap Mendag Gita Wirjawan hanya persoalan persediaan dan permintaan. Mengabaikan permainan tengkulak.

Dengan mimik muka santai, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan menya­takan, lon­jakan harga sembako di bebe­rapa daerah hanya persoalan pa­sokan (supply) dan permin­taan (demand).

“Dengan mening­katnya de­mand, maka ada keter­batasan stok. Semuanya tergan­tung sama supply, kalau supply cukup maka kenaikan harga bisa di­mini­mali­sir. Sebaliknya juga de­mi­kian,” beber Gita di kan­tor­­nya, kemarin sore.

Menurutnya, peningka­tan stok harus diimbangi dengan sa­rana transportasi yang me­ma­dai. Saat ini, infrastruktur trans­portasi be­lum mencukupi.

“Faktor trans­portasi juga sa­ngat mempenga­ruhi harga bahan po­kok. Kita harapkan transpor­tasi arus barang pada masa Le­baran lebih lancar dan tidak ada gang­guan,” jelas Gita.

Di tempat yang sama, Dirjen Per­dagangan Dalam Negeri Gu­n­aryo mengakui, ada bebera­pa har­ga ko­mo­ditas yang me­nga­lami ke­naik­an agak tinggi. Teru­tama kenaikan daging ayam dan sapi. Memang supply dan de­mand dua minggu puasa dan menjelang Lebaran sangat tinggi.

“Untuk komoditi daging ayam dan sapi terjadi kenaikan hampir Rp 10 ribu,” tuturnya.

Dikatakan Gunaryo, harga da­ging sayam menjelang puasa dan lebaran ini mencapai Rp 24 ribu- Rp 26 ribu. Terjadi kenaikan dari harga sebelumnya Rp 18 ribu-Rp 19 ribu. Sedangkan untuk daging sapi, telah terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi akibat naiknya permintaan. Harga daging sapi saat ini mencapai Rp 75 ribu hingga Rp 85 ribu per kg.

“Daging sapi naik juga dari harga biasanya yang hanya Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu,” kata Gunaryo.

Wakil Menteri Per­da­gangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi menginginkan agar perusahaan ritel modern tidak mengambil ke­untungan dengan menaikkan harga men­jelang da­tangnya bu­lan puasa dan Leba­ran.

“Mohon jangan ambil ke­sem­patan pada saat Ramadhan deng­an menaik­kan harga,” pinta Ba­yu di Carre­four Lebak Bulus, Jakarta Sela­tan, kemarin.

Bekas pengamat pertanian ini menerangkan, larangan menaik­kan harga sembarangan tersebut guna menjaga stabilitas harga di pasaran. Dia khawatir, bila peru­sahaan-perusa­haan ritel besar se­perti Giant, Carrefour, Hyper­mart atau Lotte Mart menaikkan har­ga­nya, maka kenaikan harga produk bisa ma­kin liar.

Pada kesempatan sama, Head Of Public Affair PT Carrefour Indonesia Satria Hamid Ahmadi mengungkapkan, sudah me­nyiap­­kan stok tambahan produk se­banyak 30 persen dari hari biasa untuk mengatasi kemung­kinan peningkatan permintaan masya­rakat menjelang dan se­lama bulan puasa.

“Kami sudah menambah stok barang sekitar 30 persen dari rata-rata produk harian normal,” kata Satria. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA