Ongkos Proyek JSS Melambung Rp 225 Triliun

Skema Kerja Sama PPP Terus Dikaji

Sabtu, 07 Juli 2012, 08:12 WIB
Ongkos Proyek JSS Melambung Rp 225 Triliun
ilustrasi, Jemba­tan Selat Sunda (JSS)
RMOL.Badan Perencanaan Pem­ba­ngunan Nasional (Bappenas) mengestimasi biaya proyek Ka­wa­san Strategis dan Infra­struk­tur Selat Sunda (KSISS) atau Jemba­tan Selat Sunda (JSS) bisa me­nembus Rp 225 triliun. Ke­pastian berapa biaya sesung­guh­nya baru akan diketahui se­telah hasil feasibility study (FS) atau studi kelayakan.

Proyek KSISS atau JSS masuk dalam Badan buku rencana pro­yek kerja sama pemerintah dan swasta atau PPP (public private partnership) Book 2012. Buku  itu berisikan 58 proyek infra­struk­tur andalan pemerintah.

Jembatan yang menghubung­kan Pulau Jawa dan Sumatera ini terletak di Provinsi Lampung dan Banten. Panjang jembatan itu diperkira­kan 27,4 kilometer yang melin­tasi Selat Sunda.

Perkiraan anggaran yang di­butuhkan untuk membangun jem­batan ini mencapai 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp 225 tri­liun. Diharapkan, proses persia­pan pembangunan proyek itu di­mulai pada 2012-2014 termasuk FS dan basic design. Targetnya kons­truksi awal pada 2015 dan mulai beroperasi pada 2025.

“Ini fleksibel (dananya) ti­dak hanya bicara tentang jemba­tan sa­ja, tetapi tentang investasi. Awal­nya memang 15 miliar do­lar AS, tapi ini semua masih ka­jian fea­sibility study (FS) belum ada. Jadi FS-nya kita kaji terus mendalam sampai kita dapat yang paling baik,” ujar Wakil Me­nteri Peren­ca­naan Pembangunan Nasional/ Bappenas Lukita Di­narsyah Tu­wo di Bandung, kemarin.

Dia menyebut, pembangunan JSS  adalah pro­yek pembangunan infrastruktur yang besar dan me­miliki dampak besar bagi pemba­ngunan eko­nomi nasional. Oleh karena itu, Bappenas bersama Ke­menterian Koordinator Per­eko­nomian akan terus melihat semua alternatif pem­bangunan JSS.

Sebelumnya pihak konsorsi­um melalui PT Graha Banten Lam­pung Sejahtera (GBLS) telah membuat Pra-Studi Kela­ya­k­an JSS Sunda, yang telah diserahkan pada Gubernur Ban­ten, Lampung dan pemerintah pusat 13 Agustus 2009.

President Director GBLS Agung R Prabowo meng­ata­kan, dana pemba­ngunan JSS akan ditentu­kan saat FS. Dalam pem­ba­ngu­nan JSS harus dila­ku­kan FS.

“Nanti akan dikonfirm di FS. Harus dikonfirm di FS apakah 8, 10 atau 11 miliar dolar AS. Tapi kita belum tahu berapa saat ini kita hitung sebesar 10 miliar do­lar AS. Tidak asal hitung,” ujar Agung di Jakarta, kemarin.

Terkait biaya pelaksanaan studi kelayakan, pihak GBLS belum bisa menentukan angka pasti. Pasalnya biaya untuk studi ke­layakan JSS cukup besar. “Besar sekali, angkanya tidak bisa sebut­kan,” ungkap Agung.

JSS rencananya dibangun de­ngan skema pembiayaan PPP di bawah pendanaan pemerintah dan konsorsium PT Graha Banten Lampung Sejahtera. Studi kela­ya­kan JSS akan melibatkan tiga perguruan tinggi, yakni Univer­sitas Indonesia, Universitas Ga­djah Mada (UG) dan Institut Tek­nologi Bandung (ITB). Proses pe­laksa­naan FS diperkirakan me­ma­kan waktu selama dua tahun.

Mega proyek JSS yang di­ca­nang­kan oleh pemerintah mem­buka kesempatan kerja sama den­gan luar negeri. Salah satu negara yang kepincut adalah negara Amerika. Menurut Agung, Bank Amerika telah berencana mem­berikan dana untuk pem­ba­ngu­nan JSS. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US