Wakil Presiden Boediono meÂnyoÂroti masih banyak pemÂbaÂngunan infrastruktur di seÂjumlah daerah mandek karena tidak adaÂnya koordinasi antar diÂnas dan instansi sehingga mengÂganggu percepatan pembangunan yang akhirnya mengurangi keÂseÂjahÂteraan masyarakat.
“Banyak proÂyek infrastruktur mandek, paÂdahal semua siap seÂperti biaya. Kurang koordinasi antarinstansi seperti cuek soal perÂizinan,†kata Wapres BoeÂdioÂno saat Silaturahmi dengan ForÂkorÂpimda, pejabat pemerintah, tokoh masyaÂrakat di Pontianak, kemarin.
Hadir dalam acara itu Menteri Perumahan Rakyat Djan Farid, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dagdag, serta GuÂberÂnur Kalimantan Barat Cornelis.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan, daya seÂrap anggaran infrastruktur untuk program Masterplan PerÂceÂpatan Pembangunan dan PerluasÂan Ekonomi Indonesia (MP3EI) hingga Juni 2012 baru 27 persen atau Rp 3,02 triliun dari total aloÂkasi Rp 11,2 triliun tahun ini.
Staf Ahli Menteri KementeriÂan PU Hediyanto Husaini meÂngaÂÂtaÂkan, realisasi tersebut diÂgunakan untuk proyek penangaÂnan jalan PanÂtura, jalan lintas Sumatera dan Papua. MenurutÂnya, letoynya daÂya serapan itu karena banyak proÂyek yang masuk proses lelang. Termasuk proyek dari tambahan anggaran dari sisa budget 2011 sebesar Rp 1,2 triliun juga belum dilelang.
Meski lamban, namun HediÂyanÂto optimistis daya serapan angÂÂgaran bakal besar di akhir taÂhun karena umumnya proyek-proÂyek itu sudah siap dibangun paÂling tidak Agustus menÂdatang.
“Serapan memang masih baÂnyak di wilayah Jawa, dan proÂyek multiyears. Untuk tambahan beÂlum ada serapan sama sekali,†ujar Hediyanto dalam acara PerÂkemÂbangan Kawasan IndusÂtri dalam Konteks MP3EI dan MetÂropolitan Priority Area (MPA) di Jakarta, Selasa (3/7).
Ia menjelaskan, anggaran unÂtuk proyek infrastruktur MP3ÂEI ditargetkan mengalami keÂnaikan setiap tahunnya, dengan estimaÂsi sebesar Rp 10-15 triliun per taÂÂhun. “Kemungkinan tahun deÂpan akan dialoÂkasikan Rp 15 triliun,†katanya.
Prioritasnya, masih 90 persen untuk penanganan jalan, seÂmenÂtara sisanya untuk penyediaan air dan permukiman di wilayah prioÂritas pemerintah. Sedangkan unÂtuk pembagian wilayah, untuk pulau Jawa dan Sumatera yang diprioritaskan berupa pengemÂbangan kawasan investasi dan di wilayah timur untuk konektiÂvitas antar daerah. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: