Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lucky Eko WuÂrianÂÂto mengungkapkan, saat ini peÂmerintah sedang mengÂupaÂyaÂkan sesuai rencana.
“KemungÂkinÂan tertunda,†kata Lucky di Kantor KeÂmenterian PeÂrencanaan PemÂbaÂngunan NasioÂnal/Bappenas, JaÂÂkarta, kemarin.
Menteri PPN/KeÂpala Bappenas Armida S AliÂsjahÂbana menegasÂkan, pemerintah beÂlum menyeÂtujui soal usulan MenÂteri KeuaÂngÂan Agus MarÂtoÂwarÂdojo agar dana APBN memÂbiÂayai proyek studi kelayakan KaÂÂwasan StraÂtegis dan InfraÂstrukÂtur Selat SunÂda (KSISS) atau JSS.
“Ini kan sedang dibicarakan lagi secara teknis di tingkat menÂteri. Apakah nanti sama seperti yang diusulkan Kemenkeu. Kan berarti harus revisi Perpres, ini yang sedang dibicarakan. Untuk JSS atau KSS (Kawasan Selat SunÂda) ini sebenarnya KSN (KaÂwasan Strategis Nasional) suÂdah tahap persiapan, tapi lead-nya di PU,†kata Armida di kanÂtorÂÂnya, keÂmarin.
Armida mengakui, proyek JSS ini banyak menarik pihak asing. Untuk itu, tetap diperlukan keÂhati-hatian dalam melakukan kerÂja sama untuk proyek strateÂgis ini. “Investor banyak, ada ChiÂna, Korea, Jepang yang sudah mengÂindikasikan,†tandasnya.
Sementara Grup Artha Graha mengaku sudah menganÂtongi duÂkungan dari Bank Export Import (Exim) Amerika Serikat. Bank tersebut siap mendukung pemÂbaÂÂngunan JSS yang tengah diÂperÂsiapkan oleh konsorsium GraÂha Banten Lampung SejaÂhÂtera.
Dukungan itu disamÂpaikan Direktur Bank Exim AS Patricia M Loui kepada ChaiÂrman Artha Graha Network Tomy Winata melalui suratnya yang dikirim dari Washington DC pada 15 Maret 2012. Dalam suratÂnya, PatÂricia menilai, proyek JSS sangat penting bagi upaya memÂbangun konektivitas antar wilayah di InÂdonesia. Untuk itu, pihaknya berÂjanji akan memÂpromosikan proÂyek JSS tersebut kepada berÂbaÂgai instansi pemeÂrintah AS, anÂtara lain Overseas Private InÂvestÂment Corporation (OPIC).
Menanggapi dukungan dari Bank Exim AS tersebut, Tomy Winata menjelaskan, pihaknya sebagai bagian dari pemrakarsa pengembangan KSISS, terus berupaya meÂraih dukungan mitra interÂnasional.
“Kami sebagai pemrakarsa proyek KSISS terus berkerja seÂsuai amanah Perpres Nomor 86 Tahun 2011, termasuk membuka diri dan berÂkomunikasi dengan para mitra strategis potensial dari manÂcaÂneÂgara,†ujar Tomy.
Pihak-pihak luar negeri yang telah memberikan komitmen kerÂja sama itu, lanjut Tomy, yaitu AS yang terdiri dari Bank Exim yang juga akan mengÂgandeng OPIC. Komitmen juga datang daÂri Korea Selatan yang terÂdiri dari GS Enginerring dan grup LG. Sedangkan dari Jepang, dukuÂngan telah disampaikan oleh JG Corporation, Nippon Koei dan Nippon Steel.
Selanjutnya dari China komitÂmen kerja sama telah disampaiÂkan pihak ChiÂna Railway ConsÂtruction CorÂporation dan China Development Bank. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: