Ground Breaking Proyek Selat Sunda Bakal Molor

Artha Graha Kantongi Dukungan Bank Exim Amerika

Kamis, 05 Juli 2012, 08:25 WIB
Ground Breaking Proyek Selat Sunda Bakal Molor
ilustrasi, Jembatan Selat Sunda (JSS)
RMOL.Nasib proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) sangat tergantung dari kekompakan pemerintah da­lam membahas jaminan proyek senilai Rp 100 triliun lebih ini. Pe­­mancangan batu pertama atau ground breaking proyek pengem- bang­an kawasan Selat Sunda, ter­masuk JSS, terancam ditunda jika se­gala polemik dalam per­siapan awal tender tidak mene­mukan solusi terbaik.

Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lucky Eko Wu­rian­­to mengungkapkan, saat ini pe­merintah sedang meng­upa­ya­kan sesuai rencana.

“Kemung­kin­an tertunda,” kata Lucky di Kantor Ke­menterian Pe­rencanaan Pem­ba­ngunan Nasio­nal/Bappenas, Ja­­karta, kemarin.

Menteri PPN/Ke­pala Bappenas Armida S Ali­sjah­bana menegas­kan, pemerintah be­lum menye­tujui soal usulan Men­teri Keua­ng­an Agus Mar­to­war­dojo agar dana APBN mem­bi­ayai proyek studi kelayakan Ka­­wasan Stra­tegis dan Infra­struk­tur Selat Sun­da (KSISS) atau JSS.

“Ini kan sedang dibicarakan lagi secara teknis di tingkat men­teri. Apakah nanti sama seperti yang diusulkan Kemenkeu. Kan berarti harus revisi Perpres, ini yang sedang dibicarakan. Untuk JSS atau KSS (Kawasan Selat Sun­da) ini sebenarnya KSN (Ka­wasan Strategis Nasional) su­dah tahap persiapan, tapi lead-nya di PU,” kata Armida di kan­tor­­nya, ke­marin.

Armida mengakui, proyek JSS ini banyak menarik pihak asing. Untuk itu, tetap diperlukan ke­hati-hatian dalam melakukan ker­ja sama untuk proyek strate­gis ini. “Investor banyak, ada Chi­na, Korea, Jepang yang sudah meng­indikasikan,” tandasnya.

Sementara Grup Artha Graha mengaku sudah mengan­tongi du­kungan dari Bank Export Import (Exim) Amerika Serikat. Bank tersebut siap mendukung pem­ba­­ngunan JSS yang tengah di­per­siapkan oleh konsorsium Gra­ha Banten Lampung Seja­h­tera.

Dukungan itu disam­paikan Direktur Bank Exim AS Patricia M Loui kepada Chai­rman Artha Graha Network Tomy Winata melalui suratnya yang dikirim dari Washington DC pada 15 Maret 2012. Dalam surat­nya, Pat­ricia menilai, proyek JSS sangat penting bagi upaya mem­bangun konektivitas antar wilayah di In­donesia. Untuk itu, pihaknya ber­janji akan mem­promosikan pro­yek JSS tersebut kepada ber­ba­gai instansi peme­rintah AS, an­tara lain Overseas Private In­vest­ment Corporation (OPIC).

Menanggapi dukungan dari Bank Exim AS tersebut, Tomy Winata menjelaskan, pihaknya sebagai bagian dari pemrakarsa pengembangan KSISS, terus berupaya me­raih dukungan mitra  inter­nasional.

 â€œKami sebagai pemrakarsa proyek KSISS terus berkerja se­suai amanah Perpres Nomor 86 Tahun 2011, termasuk membuka diri dan ber­komunikasi dengan para mitra strategis potensial dari man­ca­ne­gara,” ujar Tomy.

Pihak-pihak luar negeri yang telah memberikan komitmen ker­ja sama itu, lanjut Tomy, yaitu   AS yang terdiri dari Bank Exim yang juga akan meng­gandeng OPIC. Komitmen juga datang da­ri Korea Selatan yang ter­diri dari GS Enginerring dan grup LG. Sedangkan dari Jepang, duku­ngan telah disampaikan oleh JG Corporation, Nippon Koei dan Nippon Steel.

Selanjutnya dari China komit­men kerja sama telah disampai­kan pihak Chi­na Railway Cons­truction Cor­poration dan China Development Bank.  [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA