Ssttt... Pakaian Di Mall & Toko Banyak Bakterinya Lho!

Minggu, 24 Juni 2012, 08:00 WIB
Ssttt... Pakaian Di Mall & Toko Banyak Bakterinya Lho!
ilustrasi

RMOL. Ternyata jumlah bakteri atau kuman itu paling banyak dite­mu­kan pada pakaian baru yang di­coba oleh banyak pembeli, baik di mall maupun toko-toko. Bak­teri-bakteri tersebut berasal dari kotoran yang berada di ketiak maupun alat kelamin.

“Bahkan secara alami tubuh manusia juga mengandung ba­nyak bakteri. Bayangkan di tu­buh kita terdapat kurang lebih 60.000 kuman baik yang ber­bahaya dan tidak. Dari jumlah ter­sebut, hanya sekitar 1-2 persen atau setara 600-1.200 bakteri yang bersifat pa­to­gen (bisa menye­bab­kan pe­nya­kit),” jelas dokter spe­sialis pe­nyakit in­feksi dan pe­diatric tropis dari Fa­kultas Ke­dok­teran Uni­versitas Indonesia (FK-UI) RCSM Hindra Irawan Satari di Jakarta, Rabu (20/6).

Menurutnya, bakteri patogen lebih mudah menular diban­dingkan yang lainnya. Salah sa­tunya adalah Norovirus yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan. Bakteri ter­sebut hidup di pakaian kering selama beberapa hari.

“Jika bakteri tersebut dipegang oleh seseorang ketika mencoba pakaian, maka saat dikembalikan ke rak bisa tertular ke orang lain atau dirinya sendiri dan masuk dalam sistem tubuhnya. Risiko ini yang harus diperhatikan,” war­ning Hindra.

Pola hidup higenis dapat dila­kukan dengan mencuci dan me­nyetrika baju baru tersebut sebe­lum digunakan, untuk meng­hi­langkan kemungkinan adanya bakteri-bakteri patogen dari pa­kaian tersebut.

Yang paling penting, kata Hin­dra, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu diprak­tik­kan secara menyeluruh di ru­mah, agar anggota ke­luarga ter­jaga keseha­tannya. Salah satu­nya, memasti­kan per­leng­kapan rumah tangga, ter­masuk yang berbahan kain lebih higienis.

PHBS juga perlu diperhatikan pada saat proses pencucian pa­kaian. Mencuci pakaian tak se­kadar membersihkan kotoran yang kasat mata menggunakan deterjen, namun juga melindungi kain dari kuman.

Ahli Mikrobiologi Lingkungan dari International Scientific Fo­rum on Home Hygiene (IFH) Los Angeles Ryan Gene Gaia Sinclair menambahkan, cara yang paling mu­dah bisa dimulai dengan se­ring mencuci tangan, menjaga ke­ber­sihan peralatan rumah tang­ga, memakai pakaian yang bersih dan rutin membersihkan rumah.

Dengan melakukan berbagai hal itu pun, belum sepenuhnya meng­hilangkan potensi terse­rang penyakit yang diakibatkan bak­teri seperti diare atau kolera.

“Pola penyebarannya memang sa­ngat rumit, kita tak bisa me­mu­s­nahkan seluruhnya. Tetapi seti­dak­nya mengurangi potensi terinfeksi bakteri tersebut. Atau bisa juga me­­mutus salah satu mata rantai pe­nyebarannya meng­gu­nakan dis­in­fektan bakteri,” terang Sinclair.

Pencegahan yang dila­kukan memang hanya sebatas me­ngu­rangi risiko penyakit aki­bat pe­nyebaran bakteri, tapi be­lum bisa bebas dari kuman. Ka­rena, tak ada segala sesuatu yang bisa steril dari kuman secara utuh, terutama di rumah. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA