RMOL. Ternyata jumlah bakteri atau kuman itu paling banyak diteÂmuÂkan pada pakaian baru yang diÂcoba oleh banyak pembeli, baik di mall maupun toko-toko. BakÂteri-bakteri tersebut berasal dari kotoran yang berada di ketiak maupun alat kelamin.
“Bahkan secara alami tubuh manusia juga mengandung baÂnyak bakteri. Bayangkan di tuÂbuh kita terdapat kurang lebih 60.000 kuman baik yang berÂbahaya dan tidak. Dari jumlah terÂsebut, hanya sekitar 1-2 persen atau setara 600-1.200 bakteri yang bersifat paÂtoÂgen (bisa menyeÂbabÂkan peÂnyaÂkit),†jelas dokter speÂsialis peÂnyakit inÂfeksi dan peÂdiatric tropis dari FaÂkultas KeÂdokÂteran UniÂversitas Indonesia (FK-UI) RCSM Hindra Irawan Satari di Jakarta, Rabu (20/6).
Menurutnya, bakteri patogen lebih mudah menular dibanÂdingkan yang lainnya. Salah saÂtunya adalah Norovirus yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan. Bakteri terÂsebut hidup di pakaian kering selama beberapa hari.
“Jika bakteri tersebut dipegang oleh seseorang ketika mencoba pakaian, maka saat dikembalikan ke rak bisa tertular ke orang lain atau dirinya sendiri dan masuk dalam sistem tubuhnya. Risiko ini yang harus diperhatikan,†warÂning Hindra.
Pola hidup higenis dapat dilaÂkukan dengan mencuci dan meÂnyetrika baju baru tersebut sebeÂlum digunakan, untuk mengÂhiÂlangkan kemungkinan adanya bakteri-bakteri patogen dari paÂkaian tersebut.
Yang paling penting, kata HinÂdra, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu diprakÂtikÂkan secara menyeluruh di ruÂmah, agar anggota keÂluarga terÂjaga kesehaÂtannya. Salah satuÂnya, memastiÂkan perÂlengÂkapan rumah tangga, terÂmasuk yang berbahan kain lebih higienis.
PHBS juga perlu diperhatikan pada saat proses pencucian paÂkaian. Mencuci pakaian tak seÂkadar membersihkan kotoran yang kasat mata menggunakan deterjen, namun juga melindungi kain dari kuman.
Ahli Mikrobiologi Lingkungan dari International Scientific FoÂrum on Home Hygiene (IFH) Los Angeles Ryan Gene Gaia Sinclair menambahkan, cara yang paling muÂdah bisa dimulai dengan seÂring mencuci tangan, menjaga keÂberÂsihan peralatan rumah tangÂga, memakai pakaian yang bersih dan rutin membersihkan rumah.
Dengan melakukan berbagai hal itu pun, belum sepenuhnya mengÂhilangkan potensi terseÂrang penyakit yang diakibatkan bakÂteri seperti diare atau kolera.
“Pola penyebarannya memang saÂngat rumit, kita tak bisa meÂmuÂsÂnahkan seluruhnya. Tetapi setiÂdakÂnya mengurangi potensi terinfeksi bakteri tersebut. Atau bisa juga meÂÂmutus salah satu mata rantai peÂnyebarannya mengÂguÂnakan disÂinÂfektan bakteri,†terang Sinclair.
Pencegahan yang dilaÂkukan memang hanya sebatas meÂnguÂrangi risiko penyakit akiÂbat peÂnyebaran bakteri, tapi beÂlum bisa bebas dari kuman. KaÂrena, tak ada segala sesuatu yang bisa steril dari kuman secara utuh, terutama di rumah. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: