Pajak Sawit Turunkan Daya Saing

Kamis, 21 Juni 2012, 08:20 WIB
Pajak Sawit Turunkan Daya Saing
ilustrasi, Kelapa Sawit
RMOL.Kalangan pengusaha sawit mengeluhkan penetapan pajak yang memukul daya saing produk Crude Palm Oil (CPO). Untuk itu, mereka meminta aturan pajak itu dikaji lagi.

Ketua Bidang Pemasa­ran Ga­bungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Susanto me­ngaku berencana me­ngajukan judicial review (uji materil) ter­kait penetapan pajak bea keluar yang ditetapkan pe­merintah ter­hadap ekspor CPO.  Menurut­nya, kebija­kan peme­rintah itu dinilai tidak sesuai de­ngan Un­dang-Undang (UU) dan bisa mematikan industri sawit di dalam negeri.

“Tetap tujuan tersebut akan kita capai dengan pendekat­an dialog, seminar dengan ber­bagai pihak. Namun, jika tidak ada jalan keluar Gapki akan me­lakukan langkah hukum melalui judicial review,” ujarnya usai pelanti­kan pengurus Gapki peri­ode 2012-2015 di Ja­karta, Selasa malam (19/6).

Menurut Susanto, Gapki telah se­pakat tak ada penerapan ter­ha­dap ekspor CPO dari In­do­nesia. Perlu diketahui, produksi CPO Indo­nesia diperkirakan dapat men­­­­capai 25 juta metrik ton de­ngan pencapaian ekspor sekitar 18 juta metrik ton hingga akhir tahun ini. Sepanjang Januari-April, total ekspor CPO Indone­sia telah men­capai 5,3 juta metrik ton, naik 17,7 persen ketimbang rea­lisasi ekspor pada periode ta­hun lalu sebesar 4,5 juta metrik ton.

Sekjen RSPO (Round Sus­tain­able Palm Oil) Darrel Webber mengungkapkan, produksi mi­nyak sawit diperkirakan menca­pai 60 juta metrik ton pada 2015. Dia menilai, penetrasi pangsa pa­sar RSPO akan didukung China dan India yang juga  segera mela­kukan trans­formasi industri minyak sawit. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA