pernyataan Dahlan itu cuÂkup menggelitik. “Itu yang meÂnyebabkan menonÂjolnya perbeÂdaan antara satu peÂrusahaan BUMN dengan peruÂsahaan BUMN yang lain. Dirut yang terlalu liar akan kita jinakÂkan. Nah untuk yang lemah syahwat dikasih doping,†ujar Dahlan dalam acara BUMN MarÂketing Awards 2012 di Jakarta, kemarin.
Dahlan berpenÂdapat, perbedaan tipe dirut ini bukan disebabkan keÂmampuan yang dimiliki sang diÂrut. Melainkan lebih kepada perÂbedaan budaya yang dibentuk di masing-masing perusahaannya.
Menurutnya, para pemimpin perusahaan yang bertipe kuda liar atau lemah syahwat akan cendeÂrung membentuk budaya tersenÂdiri, seperti terkesan menjauh deÂngan direksi dan bawahannya mesÂki ada juga yang akrab.
Untuk itu, jika ada dirut yang berkarakter kuda liar, kata DahÂlan, akan cenderung diarahkan. PaÂsalÂnya, sikap pro aktifnya akan memÂÂbawa dampak ke baÂwahan yang dipimpinnya. SeÂdangkan unÂtuk tipe lemah syahÂwat adalah tipe dirut yang pasif dan tidak taÂhu apa-apa dengan perÂkembangÂan perusahaannya.
“Penyebabnya lebih kepada aturÂan-aturan, sistem pengangÂkatan dan juga kadang karena perÂbedaan gaji. Di sini, perÂbeÂdaan gaji direktur utama deÂngan direktur hanya 10 persen,†ungÂkap bekas Dirut PLN itu.
Dia berharap, agar BUMN diÂpimpin oleh orang-orang yang bisa meramu dua tipe kepemimÂpinan tersebut menjadi satu keÂsatuan. Dia juga telah memerinÂtahkan seÂluruh pejabat KemenÂterian BUMN untuk tidak lagi meÂmangÂgil direktur jika terjadi masalah, tapi harus langsung dirutnya.
Dahlan juga memperingatkan direksi perusahaan pelat merah tepat waktu menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Di tahun 2013, Dahlan meÂnganÂÂcam akan memberhentikan direksi BUMN yang belum meÂlangsungkan RUPS tahunan hingÂga akhir bulan Mei. “Direksi diganti, itu bagian dari disiplin peruÂsahaan,†cetusnya.
Dahlan bilang, tahun ini masih ada BUMN yang belum meÂnyeÂlenggarakan RUPS. TerlamÂbatÂnya penyelenggaraan RUPS unÂtuk BUMN yang go public (Tbk) ataupun tertutup diseÂbabkan rendahnya ketegasan dari para direksi BUMN.
“SeÂmua BUMN mulai dari seÂkarang haÂrus memÂpersiapkan dengan maÂtang proses RUPS, sehingga tidak terjadi lagi keÂterlambatan penyelenggaraan RUPS,†tekannya.
Pengamat Ekonomi dari UniÂversitas Indonesia Yusuf WiÂbiÂsono mengatakan, kunci kesukÂsesan perusahaan BUMN adalah kepemimpinan. Menurutnya, saat ini banyak dirut BUMN yang agÂresif dan ada juga yang diam saja. “Langkah menteri BUMN untuk menyatuÂkan kedua tipe kepeÂmimÂpinan itu sudah baik,†ujarnya.
Apalagi, kata Yusuf, saat ini BUMN sering dianalogikan seÂbaÂgai sapi perahan karena diduga banyak dirutnya yang diangkat karena kepentingan politik. “
Ke depan, dalam mengÂangkat diÂrut Kementerian BUMN harus memÂperÂhatikan track record, terÂutama jika diambil dari luar peÂrusahaan tersebut,†sarannya.
Terkait rencana Dahlan untuk memberikan sanksi kepada direkÂsi BUMN yang tidak melakukan RUPS pada Mei, dia menduÂkungnya. Namun, itu harus ada aturan yang jelas. “ApaÂlagi jika ada dugaan untuk meÂngulur-ulur waktu,†tandasnya.
Dukung Wanita Karier BUMN
Selain itu, Dahlan akan meneÂrapkan aturan baru di perusahaan BUMN terkait budaya dan sistem kerja yang mendukung generasi muda dan wanita karier.
Misalnya, dia berencana meÂneÂrapkan aturan bagi pegawai waÂnita karier BUMN yang melaÂhirÂkan akan diberikan cuti hingÂga dua tahun. Dengan harapan, kaÂrier pegawai wanita di BUMN maÂsih tetap eksis. “Begitu juga peranannya dalam membentuk karakter anak sebagai generasi muda yang berguna bisa tetap dilakukan,†ujarnya.
Untuk itu, dirut BUMN harus memulai memperhatikan nasib generasi muda dan wanita. “JaÂngan diÂhamÂÂbat karier yang muda karena masa depan akan ditentuÂkan oleh meÂreka. TamÂpilnya waÂnita juga membentuk sebuah keÂmajuan,†cetusnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: