Hmmm, Bos BUMN Lemah Syahwat Dikasih Doping Aja

Yang Bergaya Kuda Liar Akan Dijinakkan Dahlan

Kamis, 21 Juni 2012, 08:10 WIB
Hmmm, Bos BUMN Lemah Syahwat Dikasih Doping Aja
Dahlan Iskan
RMOL.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan curhat, masih banyak direktur utama BUMN yang belum memberikan kinerja terbaik. Hal tersebut disebabkan dua tipe karakter yang dimiliki para dirut tersebut, yakni bertipe kuda liar dan lemah syahwat.

pernyataan  Dahlan itu cu­kup menggelitik. “Itu yang me­nyebabkan menon­jolnya perbe­daan antara satu pe­rusahaan BUMN dengan peru­sahaan BUMN yang lain. Dirut yang terlalu liar akan kita jinak­kan. Nah untuk yang lemah syahwat dikasih doping,” ujar Dahlan dalam acara BUMN Mar­keting Awards 2012 di Jakarta, kemarin.

Dahlan berpen­dapat, perbedaan tipe dirut ini bukan disebabkan ke­mampuan yang dimiliki sang di­rut. Melainkan lebih kepada per­bedaan budaya yang dibentuk di masing-masing perusahaannya.

Menurutnya, para pemimpin perusahaan yang bertipe kuda liar atau lemah syahwat akan cende­rung membentuk budaya tersen­diri, seperti terkesan menjauh de­ngan direksi dan bawahannya mes­ki ada juga yang akrab.

Untuk itu, jika ada dirut yang berkarakter kuda liar, kata Dah­lan, akan cenderung diarahkan. Pa­sal­nya, sikap pro aktifnya akan mem­­bawa dampak ke ba­wahan yang dipimpinnya. Se­dangkan un­tuk tipe lemah syah­wat adalah tipe dirut yang pasif dan tidak ta­hu apa-apa dengan per­kembang­an perusahaannya.

“Penyebabnya lebih kepada atur­an-aturan, sistem pengang­katan dan juga kadang karena per­bedaan gaji. Di sini, per­be­daan gaji direktur utama de­ngan direktur hanya 10 persen,” ung­kap bekas Dirut PLN itu.

Dia berharap, agar BUMN di­pimpin oleh orang-orang yang bisa meramu dua tipe kepemim­pinan tersebut menjadi satu ke­satuan. Dia juga telah memerin­tahkan se­luruh pejabat Kemen­terian BUMN untuk tidak lagi me­mang­gil direktur jika terjadi masalah, tapi harus langsung dirutnya.

Dahlan juga memperingatkan direksi perusahaan pelat merah tepat waktu menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Di tahun 2013, Dahlan me­ngan­­cam akan memberhentikan direksi BUMN yang belum me­langsungkan RUPS tahunan hing­ga akhir bulan Mei. “Direksi diganti, itu bagian dari disiplin peru­sahaan,” cetusnya.

Dahlan bilang, tahun ini masih ada BUMN yang belum me­nye­lenggarakan RUPS. Terlam­bat­nya penyelenggaraan RUPS un­tuk BUMN yang go public (Tbk) ataupun tertutup dise­babkan rendahnya ketegasan dari para direksi BUMN.

“Se­mua BUMN mulai dari se­karang ha­rus mem­persiapkan dengan ma­tang proses RUPS, sehingga tidak terjadi lagi ke­terlambatan penyelenggaraan RUPS,” tekannya.

Pengamat Ekonomi dari Uni­versitas Indonesia Yusuf Wi­bi­sono mengatakan, kunci kesuk­sesan perusahaan BUMN adalah kepemimpinan. Menurutnya, saat ini banyak dirut BUMN yang ag­resif dan ada juga yang diam saja. “Langkah menteri BUMN untuk menyatu­kan kedua tipe kepe­mim­pinan itu sudah baik,” ujarnya.

Apalagi, kata Yusuf, saat ini BUMN sering dianalogikan se­ba­gai sapi perahan karena diduga banyak dirutnya yang diangkat karena kepentingan politik. “

Ke depan, dalam meng­angkat di­rut Kementerian BUMN harus mem­per­hatikan track record, ter­utama jika diambil dari luar pe­rusahaan tersebut,” sarannya.

Terkait rencana Dahlan untuk memberikan sanksi kepada direk­si BUMN yang tidak melakukan RUPS pada Mei, dia mendu­kungnya. Namun, itu harus ada aturan yang jelas. “Apa­lagi jika ada dugaan untuk me­ngulur-ulur waktu,” tandasnya.

Dukung Wanita Karier BUMN

Selain itu, Dahlan akan mene­rapkan aturan baru di perusahaan BUMN terkait budaya dan sistem kerja yang mendukung generasi muda dan wanita karier.

Misalnya, dia berencana me­ne­rapkan aturan bagi pegawai wa­nita karier BUMN yang mela­hir­kan akan diberikan cuti hing­ga dua tahun. Dengan harapan, ka­rier pegawai wanita di BUMN ma­sih tetap eksis. “Begitu juga peranannya dalam membentuk karakter anak sebagai generasi muda yang berguna bisa tetap dilakukan,” ujarnya.

Untuk itu, dirut BUMN harus memulai memperhatikan nasib generasi muda dan wanita. “Ja­ngan di­ham­­bat karier yang muda karena masa depan akan ditentu­kan oleh me­reka. Tam­pilnya wa­nita juga membentuk sebuah ke­majuan,” cetusnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA