Hal ini disampaikan pengamat telekomunikasi dari Indonesia ICT Institute Heru Sutadi saat dimintai tanggapannya soal damÂpak penerapan teknologi netral terhadap pemangku kepentingan sektor telekomunikasi bila diaÂdopsi dengan teknologi tertentu.
“End user kan tidak peduli apaÂkah operator mau pakai tekÂnologi ADSL, 3G atau Wimax. Yang penÂting seberapa bagus dan efiÂsien teknologi itu buat pengÂguna,†ujar Heru di Jakarta, keÂmarin.
Anggota Badan Regulasi TeÂlekomunikasi Indonesia (BRTI) ini mengutarakan, suka atau tidak suka, dalam pemanfaatan freÂkuensi, satu rentang frekuensi yang dapat digunakan untuk tekÂnologi yang berbeda baru di 2,3 gigaherzt (GHz).
“Soal apakah rentang frekuenÂsi lain dapat diÂpakai untuk teknoÂlogi yang berÂbeda termasuk dari yang dipakai sekarang, tentu ini menjadi tanÂtangan tersendiri bagi pemerinÂtah,†ujarnya.
Sesuai ketentuan, frekuensi 2,3 GHz telah dibuka untuk broÂadÂband wireless access (BWA) deÂngan teknologi netral. Pada tahap awal pemanfaatanÂnya akan diguÂnakan untuk peÂnyelenggaÂraan teknologi Wimax (WorldÂwide Interoperability for MicroÂwave Access), dan ke deÂpannya mengaÂrah pada Long Term EvoÂlution (LTE).
Dalam kaitan ini, Heru meÂminta pemerintah segera menata kembali (refarming) penggunaan frekuensi 900 MHz dan 1.800 MHz yang sekarang ini banyak dipakai oleh operator seluler. “Sebab, spektrum frekuensi meÂrupakan sumber daya yang terÂbatas,†jelas Heru.
Ketua Umum MaÂsyarakat TeÂlekomunikasi IndoneÂsia (Mastel) Setyanto P Santosa meÂnyatakan, pemberlakuan reguÂlasi terkait tekÂnologi netral meruÂpakan wuÂjud keberpihakan pemeÂrintah terÂhadap kemajuan industri teleÂkomunikasi.
Mastel dan para pemangku keÂpentingan (stakeÂholder), khususÂnya penyeÂlengÂgara jaringan teÂlekoÂmuniÂkasi, mendukung renÂcana pemeÂrintah menerbitkan keÂbijakan yang mendorong peneraÂpÂan tekÂnologi netral, terutama dalam pembaÂnguÂnan infraÂstrukÂtur telekomuniÂkasi di Indonesia.
“Penerapan teknologi netral di sektor komunikasi bertujuan mengoptimalkan nilai pada sekÂtor ekonomi, sosial dan poliÂtik, serta budaya dengan menÂciptaÂkan nilai lebih dari sisi waktu. Biaya dan kualitas layaÂnan kepada konsumen juga lebih efiÂsien,†ujar Setyanto.
Sebelumnya, pemerintah meÂminta Smart Telecom dan operator peÂmenang 3G untuk membersihkan kanal 12 pita 1.900 MHz agar lelang bisa segara dilaksanakan bulan ini. Menteri Kominfo Tifatul Sembiring menegaskan, tender kanal 11 & 12 frekuensi 3G akan dilaksanakan pada bulan Juni 2012.
Sejauh ini, sudah ada empat operator 3G yang berminat meÂnambah kanal frekuensinya. MeÂreka adalah Telkomsel, XL AxiÂata, Axis Telekom Indonesia serta Hutchinson CP Telecom InÂdonesia. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: