Wah, Harga Rumah Murah Buat Wartawan Naik Nih

Gara-gara Harga Tanah di Citayam Melambung

Kamis, 14 Juni 2012, 08:15 WIB
Wah, Harga Rumah Murah Buat Wartawan Naik Nih
ilustrasi, rumah murah
RMOL.Kejelasan kapan dibangunnya rumah murah buat wartawan, hingga saat ini belum menemui titik terang. Apalagi masalah sengketa lahan di Citayam, Bogor, Jawa Barat, yang urung diselesaikan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).

Akibatnya, harga rumah war­tawan yang semula dipatok se­harga Rp 45 juta tampaknya akan mengalami kenaikan. Pasalnya, Direktur Pemasaran Perumnas Teddy Robinson meng­ung­kap­kan, harga tanah yang sedang dinego itu kini naik, maka harga rumahnya bakal naik menjadi Rp 75 juta hingga Rp 80 juta. Teddy mengakui, masalah la­han me­mang menjadi ken­dala dalam pelaksanaan ru­mah mu­rah ini.

“Menpera kan maunya men­jual rumah murah wartawan ini sekitar Rp 75 juta sampai Rp 77 juta. Tapi kan karena ini tanah milik perusahaan swasta, untuk harga segitu ya tidak bisa. Me­reka maunya jual Rp 86 juta,” tutur Teddy tanpa menye­butkan nama peru­sahan itu.

Tanah seluas 28 hektar (ha) di pinggiran kota Jakarta ini, me­nurut dia, memang lokasinya cu­kup strategis dan tergolong sa­ngat mahal.

“Jadi, wajar jika pasaran harga tanah di wilayah tersebut mahal. Lokasinya bagus, akses menuju stasiun hanya 10-15 menit saja,” ucap Teddy yang pernah menin­jau lokasi tersebut.

Untuk memperoleh kesepa­katan harga itu pun, saat ini Men­teri Perumahan Rakyat (Men­pera) Djan Faridz tengah me­la­kukan negosiasi terkait harga yang cocok di wilayah Citayam.

“Kalau kami disuruh mengu­rusi harga tanah ya kami nggak sanggup lah, jadi sekarang Pak Menteri yang sedang bernego de­ngan pihak perusahaan. Untuk harga kasarnya pun kami juga belum tahu berapa pastinya,” imbuh Teddy.

Namun, pihak Perumnas yang ditunjuk membangun proyek ru­mah murah ini menyatakan ke­siapannya untuk membangun sekitar 1.000 unit rumah bagi war­tawan.

Selagi menunggu kepastian tanah, pihaknya telah mem­per­siapkan berbagai hal, seperti seg­mentasi rumah, desain, kons­truk­si maupun lay out-nya. Da­lam waktu dekat, Perumnas juga akan meminta data base dari Ke­men­pera terkait siapa saja war­tawan dan dari media mana yang akan menjadi calon konsumen.

D­e­puti Pembiayaan Kemen­pera Sri Hartoyo mengaku, pro­yek rumah murah wartawan itu masih dalam tahap perencanaan.

“Yang pasti tetap akan di­lak­­sa­nakan, cuma semua masih dibi­carakan soal harga dan ins­­tru­men lainnya. Diupayakan pembangu­n­annya bisa segera direalisasikan dengan baik, ka­rena peminat ru­mah mu­rah ini sudah sangat mem­­blu­dak,” janji Sri kepada Rakyat Merdeka, Selasa (12/6).

Sekretaris Kemenpera Iskandar Saleh menambahkan, program rumah murah saat ini masih bi­cara dalam tataran perencanaan se­perti tipe bangunan, keterse­diaan lahan, hingga harga yang cocok untuk proyek tersebut.

Sebelumnya, Djan Faridz me­ngatakan, akan melakukan pem­bicaraan terkait mekanisme pem­­bayaran yang tepat dengan pe­rusahaan media. “Nanti, gajinya dipotong dari perusahaan, untuk rumah. Gaji maksimal Rp 3,5 juta. Selanjutnya, yang lebih dari itu tidak dapat bunga 7,5 per­sen,” kata Djan.

Djan menjelaskan, bunga se­besar 7,5 persen akan diberikan selama 2-3 tahun. Sedangkan un­tuk jenis rumah dipukul rata se­cara keseluruhan. “Bunganya cu­ma 7,5 persen selama 2-3 tah­un dan sisanya floating, tapi kita usa­hakan jangka waktunya tepat 15 tahun dan harganya sama,” ucap menpera.

Djan menegaskan, pemba­ngunan yang akan di­ren­canakan di wilayah Depok akan diuta­makan bagi wartawan de­ngan tugas lapangan. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA