RMOL. Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mencatat kenaikan rugi bersih menjadi Rp 355,62 miliar dari kerugian Rp 41,128 miliar di kuarÂtal pertama 2012. Dari data PT Bursa Efek InÂdonesia (BEI), menyebutkan, selama periode tersebut, perseroan menderita rugi kurs sebesar Rp 56,466 miliar.
Padahal, pada periode yang sama tahun lalu mencatatkan keuntungan kurs Rp 115,871 miliar. Penyebab lain kerugian perseroan adalah penÂdapatan bunga yang mengalami penurunan menjadi Rp 452,205 juta dari Rp 4,07 miliar.
Demikian juga dengan beban keuangan naik tipis menjadi Rp 210,206 miliar dari Rp 200,575 miliar. Untuk pendapatan usaha, perseroan juga turun menjadi Rp 526,599 miliar di tiga bulan pertama tahun ini dari Rp 717,940 miliar.
Penurunan pendapatan usaha ini disebabkan turunnya penÂdapatan jasa telekomunikasi sebesar 26,07 persen dari Rp 830,999 miliar menjadi Rp 614,355 miliar. Selain itu, jasa inÂterkoneksi juga turut turun 14,58 persen menjadi Rp 58,963 miÂliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 69,033 miliar.
Kendati demikian, perseroan berhasil menekan beban usaha sekitar 1,13 persen dari Rp 704,981 miliar menjadi Rp 696,967 miÂliar. Perseroan menderita rugi usaha sebesar Rp 170,368 miliar. Untuk total aset perusahaan per 31 Maret 2012 mencapai Rp 12,028 triliun dari Rp 12,213 triliun per 31 Desember 2011.
Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) meÂnurunÂkan peringkat BTEL dan obligasi I tahun 2007 menjadi BB dari BBB-. Pefindo masih menempatkan peringkat pada credit watch dengan implikasi negatif.
“Penurunan peringkat mencerminkan meningkatnya risiko pembiayaan kembali untuk obligasi perusahaan senilai Rp650 miliar yang akan jatuh tempo pada 4 September 2012 mendatang,†ujar analis Pefindo, Niken Indriarsih. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: