60 Pabrik Industri Mamin Kekurangan Pasokan Gas

Mendag Janjikan Antisipasi Derasnya Produk Impor Ilegal

Kamis, 17 Mei 2012, 08:16 WIB
60 Pabrik Industri Mamin Kekurangan Pasokan Gas
ilustrasi/ist
RMOL.Pemerintah dinilai kurang serius mengantisipasi serbuan impor makanan dan minuman (mamin).

“Sekarang pemerintah ha­nya fokus pada pembuatan re­gulasi, sementara pengawasan impor makanan dan minuman masih kurang,” kata Sekjen Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmi) Franky Sibarani kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Franky mengatakan, sepanjang 2011 impor mamin tercatat 238,28 juta dolar AS atau naik 10,29 persen dibanding 2010, yakni 216,05 juta dolar AS.

Menurutnya, serbuan impor mamin masih banyak berasal dari negara-negara ASEAN seperti Ma­laysia. Tingginya impor seca­ra tidak langsung berdampak pa­da pen­jualan komoditi tersebut.

“Apalagi, industri makanan dan minuman masih terkendala pa­so­kan gas yang berdampak pa­da pro­­duksi. Saat ini 50-60 pabrik ma­kanan dan minuman masih ke­kurangan pasokan gas,” jelas Franky.

Terkait ekspor, Franky mem­per­kirakan nilai ekspor makan­an dan minuman tahun ini bisa me­ningkat, paling besar 15 per­sen menjadi 3,45 miliar dolar AS dibanding tahun lalu sekitar 3 miliar dolar AS.

“Pasar ekspor terbesar Indo­nesia memang ke Amerika Seri­kat dan Eropa, tidak bisa di­pung­­kiri ada tekanan. Tetapi, ekspor masih bisa tetap tumbuh karena ada pasar-pasar non tra­disional,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor In­donesia pada Maret 2012 sebesar 16,43 miliar dolar AS atau naik 10,49 persen dibanding impor Februari 2012 yang besarnya 14,87 miliar dolar AS.

Dibanding impor pada Maret 2011 yang sebesar 14,49 miliar dolar AS, berarti tahun ini naik sebesar 13,40 persen. Semen­ta­ra selama Januari-Maret 2012, ni­lai impor Indonesia mencapai 45,85 miliar dolar AS atau naik 18,18 persen jika dibanding pe­riode yang sama tahun sebe­lumnya sebesar 38,79 miliar dollar AS.

Impor non migas sepanjang Januari-Maret 2012 tercatat 35,41 miliar dolar AS atau naik 16,47 persen ketimbang periode yang sama tahun 2011 sebesar 30,4 miliar dolar AS.

Menteri Perdagangan (Men­dag) Gita Wirjawan menegas­kan, Ke­menterian Perdagangan (Ke­men­dag) akan berupaya me­nggen­jot ekspor nasional agar bisa me­me­nuhi target tahun ini, yak­ni 230 miliar dolar AS. Salah sa­tu upa­yanya, pemerin­tah akan mengan­tisipasi impor produk yang tidak mengikuti aturan atau ilegal.

Salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah adalah me­ngantisipasi derasnya produk impor ilegal. Menurut Gita, itu penting agar pemerintah bisa menjaga surplus ekspor impor seperti tahun lalu.

Gita mengatakan, sebagian be­sar komoditas impor ilegal adalah produk mainan, besi baja, helm, ponsel, hingga sayuran dan buah.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan In­dustri (Kadin) Bidang Perda­gangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur meminta pe­me­rintah lebih proaktif mela­kukan pengawasan terhadap per­edaran barang impor ilegal, serta mem­perketat masuknya produk ile­gal itu melalui sejumlah pintu ma­suk yang ada.

Dengan kian maraknya produk ilegal di tengah-tengah masya­rakat, dikhawatirkan akan meru­gikan produsen nasional dan membahayakan pasar domestik yang semestinya dijaga. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA