RMOL. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membantah ikut memÂboiÂkot program konversi Bahan BaÂkar Minyak (BBM) Subsidi ke gas. Perusahaan pelat merah ini justru menyambut baik program pemerintah untuk konversi ke gas sesuai arahan pemerintah yang dilaksanakan oleh menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) serta regulator terkait.
“Kami sangat mendukung proÂgram konversi BBM ke BBG untuk mengurangi dampak subÂsidi yang membebani APBN,†tegas Direktur Utama PGN HenÂdi Prio Santoso dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka di JaÂkarta, kemarin.
Selain itu, pihaknya akan meÂngajak semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) unÂtuk memanfaatkan jaringan pipa gas PGN. Semua SPBU yang berÂopeÂrasi dekat jaringan pipa disÂÂtriÂÂÂbuÂsi gas PGN dapat meÂmanfaatÂkanÂnya untuk menyaÂlurkan gas bumi.
Sebelumnya, Ketua Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto mengaku geram dengan sikap PGN karena ego sektoral seÂhingga revitalisasi Stasiun PengiÂsian BaÂhan Bakar Gas (SPBG) terhamÂbat.
“Perilaku PGN konÂyol, saya mengÂharapkan Pak Dipo (SekeÂtaris Kabinet Dipo Alam-red) agar menyelesaikan ini,†pinta KuntoÂro di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurut Kuntoro, perilaku koÂnyol itu dikarenakan PGN telah meÂnguÂasai jaringan pipa gas,. SÂharusÂnya jika ada gas yang diÂdisÂtriÂbuÂsikan meÂlalui pipa terÂsebut hanya membayar sewa pipa saja. NaÂmun, pihak PGN maÂlah minta gas yang mau diÂdisÂtribusiÂkan haÂrus jadi milik PGN terlebih dahulu.
Sikap ego sektoral tersebut menÂÂjadi kendala dalam program nasional konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG).
“Saya minta Pak Dipo bertangÂgung jawab, seÂleÂsaikan ini, PGN agar melepasÂkan ego sektoral guna mempelanÂcar program reÂvitalisasi SPBG yang jadi kendala program naÂsional,†pintÂanya (Rakyat MerÂdeka, 14/5). [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: