RMOL. Di tengah carut marut bisnis industri penerbangan, Menteri BUMN Dahlan Iskan tiba-tiba mengganti Dirut Merpati.
direktur Utama PT MerÂpati Nusantara Airlines (Merpati) Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengaku dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Rudy SetyoÂpurnomo yang sebelumnya menÂjabat Komisaris Utama Merpati.
“Ya, benar ada pergantian. SaÂya dipecat, bukan mundur,†kaÂtanya Jhony di JaÂkarta, kemarin.
Namun, menurut Asisten DeÂputi Menteri BUMN Bidang UsaÂha Infrasturktur dan Logistik I Timbul Tambunan, pergantian Dirut MerÂpati dikarenakan atas permintaan Jhony sendiri.
“Alasannya (alasan pergantian) sudah jelas, bulan April beliau (Jhony) mengajukan pengunduÂran diri sebagai Dirut Merapti, tindakan itu sudah dilaksanaÂkan,†kata Timbul usai pelantikÂan Dirut Merpati di Kementerian BUMN, di Jakarta, kemarin.
Timbul mengemukakan, perÂgantian ini sebagai tindak lanjut atas permintaan Dirut Merpati sebelumnya Sardjono Jhony yang meminta mundur. Apalagi di MerÂpati banyak kader yaÂng bagus untuk menggantikanÂnya.
“Kan banyak yang bagus di MeÂÂrpati. Apalagi dari ekuitas (modal) Rp 3 triliun, tetapi hamÂpir rugi Rp 250 miliar, ini jangan sampai kinerjanya (Merpati) teÂrus menurun,†cetusnya.
Hal ini diakui pula oleh MenÂteri BUMN Dahlan Iskan yang menyebutkan, maskapai nasional ini merugi Rp 2 miliar per hari. Untuk itu, perlu penyegaran di jaÂjaran direksi, agar maskapai yang kerap melayani rute perintis ini cepat keluar dari kesulitannya.
Dahlan mengakui, kepemimÂpiÂnan Jhony banyak diapreasi peÂkerja Merpati, namun hal itu tiÂdak lantas membuat kondisi keÂuangannya membaik.
“Dirut yang lama (Jhony) orangÂnya sangat baik, bahkan terlalu baik. Pemimpin itu terlalu baik juÂga tidak baik. Seorang pemimpin yang baik tidak sama dengan seoÂrang bapak yang baik,†tutur beÂkas pemilik Jawa Pos Group ini.
Rudi menekankan, kondisi Merpati saat dipimpin Sardjono perusahaan dalam kondisi ‘sakit-sakitan’. Merpati terus mencetak rugi karena anak perusahaan GaÂruda Indonesia itu tidak diurus dengan baik.
“Contohnya rute Jakarta-BanÂdung, ada tiga kali jadwal penerÂbangan dalam seÂminggu. Load factor (tingkat keteÂrisian kursi penumpang) dari 56 seat (kursi), cuma 4-6 saja yang terisi, bahÂkan kadang-kadang koÂsong. PaÂdahal, harga tiketnya cuma Rp 90 ribu,†ungkap Rudy.
Pada tahun 2011 lalu, Merpati mencetak keÂrugiÂan Rp 750 miÂliar. Pada kuarÂtal I-2012 ini saja, MerÂrpati kemÂbali rugi Rp 250 miliar, dan di April 2012 saja keÂrugian Merpati berÂtambah Rp 106 miliar.
Batal Mogok
Sebelumnya sebanyak 68 pilot Merpati sepakat mogok terbang jika Dahlan Iskan mengÂganti Jhony. Aksi mogok itu renÂcanaÂnya akan berlangsung kemaÂrin. MeÂnanggapi rencana terseÂbut, Jhony dalam rilisnya meÂminta kepada para pilot agar memÂÂÂbaÂtalkan renÂcana mogok itu karena bisa berÂakibat fatal bagi perusaÂhaan mauÂpun orang baÂnyak.
“Saya memohon dan saya meÂngÂimbau, sebagai sesama peÂnerÂbang maupun sebagai direktur utama di perusahaan ini, jangan melakukan tindakan-tindakan yang kontraproduktif,†pinta beÂkas pilot maskapai Etihad terÂsebut.
Dari pantauan Rakyat Merdeka di Kantor Merpati di Kemayoran, Jakarta Timur, para karyawan beÂkerja seperti biasa. Tidak ada deÂmo atau mogok kerja seperti yang dikabarkan sebelumnya.
Pelantikan dirut baru kemarin dilakukan oleh Deputi Menteri BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin, disaksikan Dirut Garuda IndoÂnesia Emirsyah Satar sebagai peÂmegang saham Merpati. Namun, Jhony tidak hadir dalam acara pelantikan tersebut.
Tunda Beli Pesawat China
Usai dilantik, Rudy langsung melakukan gebrakan dengan meÂnunda semua pemÂbelian pesawat. “Pembelian pesaÂwat kita tunda dulu karena sekaÂrang ini tingkat isi pesawat masih rendah, masih di bawah 80 perÂsen,†katanya seraya menambahÂkan bahwa pemÂbelian pesawat baru diÂtunda samÂpai tingkat keterisian penumpang Merpati di atas 80 persen.
Rudy mengatakan, sebagai bos baru, ia ingin agar MerÂpati bisa menjadi perusahan yang lebih baik dan bisa melayani banyak rute di Indonesia. Sebagai langÂkah awal, dia akan memÂbeÂresÂÂkan pelayanan pemesanan tiÂket dan marketing. “Kalau tekÂnik dan opeÂrasi baik dan akan ditingÂkatkan mempunyai license (liÂsensi) dari Eropa,†imbuh Rudy.
Pada ajang Singapore Airshow di awal tahun ini, Merpati meÂmesan 40 pesawat jet ARJ 21-700 buatan Commercial Aircraft CorÂporation of China (Comac). PeÂmesanan pesawat ini bagian dari progÂram transformasi Merpati di 2016-2018. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: