Pertamina Dapat Dana Rp 2,5 Miliar Dolar AS

Senin, 07 Mei 2012, 08:28 WIB
Pertamina Dapat Dana Rp 2,5 Miliar Dolar AS
PT Pertamina (Persero)

RMOL. PT Pertamina (Persero) meraih pen­danaan senilai 2,5 miliar do­lar AS melalui penerbitan obli­gasi global yang terbagi ke da­lam dua tranches, yaitu obligasi glo­bal bertenor 10 dan 30 tahun.

Saat ini, BUMN minyak itu men­dapatkan rating Baa3 (outlook stabil) dari Moody’s, BB+ (outlook positif) oleh Stan­dard & Poor’s dan BBB- (outlook stabil) oleh Fitch.

Vice President Corporate Co­mmunication PT Pertamina M Harun mengatakan, obligasi se­nilai 1,25 miliar dolar AS yang akan jatuh tempo pada Mei 2022 memiliki kupon 4,875 per­sen dan diterbitkan pada har­ga 99,414, dengan yield 4,950 per­sen. Se­dangkan obligasi jatuh tem­po Mei 2042 diterbit­kan de­ngan kupon 6,000 persen pada har­ga 98,631 dan yield 6,100 persen.

“Obligasi yang diterbitkan tersebut mendapatkan rating yang setara dengan rating Per­tamina sebagai perusahaan. Per­tamina berniat meng­gu­na­kan obligasi tersebut untuk ke­per­luan belanja modal dan ke­per­luan operasional peru­sa­haan,” jelas Harun.

Menurutnya, penawaran ob­ligasi Pertamina mendapat­kan respons positif dari investor glo­bal. Permintaan investor pa­da masa penawaran mencapai 9,3 miliar dolar AS atau me­nga­lami kelebihan permintaan (oversub­scribe) hingga lebih dari 3,7 kali.

Ini menunjukkan investor masih menaruh kepercayaan pada Pertamina, di mana se­belumnya perseroan sukses menawarkan obligasi global senilai 1,5 miliar dolar AS pada Mei 2011.

Berdasarkan penyebaran geo­grafis, obligasi bertenor 10 tahun terserap oleh investor dari ka­wasan Asia sebanyak 47 per­sen, Eropa 24 persen, dan inves­tor asal Amerika Serikat 29 persen.

Berdasarkan institusi, 62 per­sen dari obligasi tersebut diserap oleh manajer investasi, 15 persen perbankan, 8 persen lem­baga asuransi dan dana pen­siun serta 7 persen bank sentral dan lembaga pengelola inves­tasi negara, 8 persen private bank.

Adapun obligasi dengan tenor 30 tahun sebanyak 32 persen diserap oleh investor asal Asia, 23 persen Eropa dan 45 persen Amerika Serikat. Sebe­sar 75 persen dari obligasi terse­but dialokasikan ke manajer investasi, 7 persen perbankan, 10 persen lembaga asuransi dan dana pensiun, 2 persen bank sentral dan lembaga pengelola investasi negara dan 6 persen oleh private bank.

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengapre­siasi kesuksesan penerbitan obligasi global tersebut.

“Obligasi Pertamina ini me­ru­pakan obligasi dengan ku­pon terendah dari seluruh obligasi global yang diterbitkan peru­sahaan asal Indonesia di pasar keuangan internasional saat ini,” kata Karen. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA