Gara-gara diduga melakukan pencemaran nama baik, PreÂsiden Direktur PT BMW InÂdonesia Ramesh Divyanathan bisa teranÂcam ‘dipolisikan’. Pelapornya berÂnama Iswahyudi Ashari. Ia diÂtuding Ramesh akan membakar showÂroom di Sunter, Jakarta Utara.
“Saya dituduh akan membakar showroom BMW,†ujar Iswahyudi Ashari saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, awal pekan lalu.
Iswahyudi menuturkan kroÂnoÂlogis kasus ini. Awalnya, dirinya membeli sebuah mobil BMW tipe Z4 pada 2009. Dia membeli mobil tersebut atas permintaan putrinya yang saat itu melihat pameran mobil di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan.
Mobil dipesan dengan perÂmintaan khusus warna cat putih dan interior merah. Pihak PT BMW menyetujui permintaan tersebut. Namun, setelah diguÂnakan selama dua tahun, mobil tersebut mengalami kerusakan paÂda mesin. Setelah diklaim, perÂbaikannya tidak kunjung selesai.
Dijelaskannya, kerusakan BMW Z4 milik Iswahyudi terjadi pada 24 Maret 2012 pukul 01.00 pagi di Jalan Gatot Subroto. Akhirnya pada tanggal 30 Maret 2012 Iswahyudi mengutus supirÂnya untuk mengantar mobil tersebut ke bengkel BMW yang berada di Sunter Jakarta Utara.
Iswahyudi pun menanyakan kembali kepada pihak BMW pada tanggal 6 April 2012 dan meminta kendaraan pengganti sementara. Iswahyudi diberi kendaraan pinjaman seri 7 pada tanggal 10 April 2012.
Namun, kendaraan tersebut bermasalah mengalami mati total dengan permasalahan Engine Overheated di Tol Cawang JaÂkarta Timur.“Kerugian saya tidak terÂbaÂyangkan. Dan sekarang saya dikasih mobil pengganti BMW X5, tapi sekarang saya taruh saja di rumah saya, karena takut ada problem lagi. Mereka seharusnya memberi saya mobil pengganti yang berkualitas,†ujarnya deÂngan nada tinggi.
Setelah melaporkan penceÂmaran soal nama baik kepada BaÂreskrim Mabes Polri Jakarta SeÂlatan. Iswahyudi siap mengaÂjuÂkan nasibnya ke BPSK (Badan PeÂnyelesaian Sengketa Konsumen).
“Nanti dulu, karena ada step-step-nya saya melaporkannya. Ke lembaga konsumen, saya akan laporkan juga, pasti akan ke sana. Saya tidak akan berhenti sampai di sini,†ujar Iswahyudi.
Untuk itu, dia mengimbau, supaya masyarakat berhati-hati jangan beli merek saja tapi beli kualitasnya. Lebih baik kita beli Avanza atau Xenia ketahuan ini lebih nyaman,†sarannya.
Pihak BMW sudah melakukan upaya penggantian mobil sebaÂnyak dua kali. Tapi, tipenya berbeda, yakni seri 7 dan seri X5. Tapi, seri 7 ternyata juga dalam kondisi rusak. Karena sudah dua kali mengalami kecewa, maka mobil seri terakhir yang diberikan tak mau digunakan Iswahyudi.
Dia bilang, kerugian secara material atau imaterial yang dialaminya sudah tak terbatas.
Belum cukup, pertemuan yang sebenarnya sudah dijadwalkan antara Iswahyudi dan Ramesh 20 April 2012 di Grand Hyatt, diÂbatalkan sepihak oleh Ramesh. Alasannya, Ramesh menuduh Iswahyudi akan melakukan pemÂbakaran showroom Astra di Sunter.’’Itu dikirim lewat email, kita laporkan dengan UU ITE Nomor 11 tahun 2008,’’ katanya.
Iswahyudi menunjukkan print out dari Gmail. Email itu diteÂruskan juga ke sejumlah pejabat BMW Indonesia dan Asia TengÂgara. Selain ke polisi, Iswahyudi juga bakal melaporkan BMW ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Ia juga meÂminta Kemenkumham melaÂkuÂkan penceÂkalan terhadap RaÂmesh. Laporan diterima dengan nomor laporan TBK/156/IV/ 2012 Bareskrim.
Menanggapi hal tersebut, keÂpada Rakyat Merdeka, CorÂporate Communication Director PT BMW Indonesia Helena AbÂiÂdin selalu perwakilan BMW deÂngan tegas membantah segala tuduhan tersebut. Dijelaskannya, kalau saat ini pihaknya telah memberi kuasa hukum menaÂngaÂni kasus tersebut kepada peÂngaÂcaranya, Assegaf Hamzah & Partners (AHP).“Sementara ini, kami reject tuduhan itu. Kami juga sudah menunjuk lawyer untuk menaÂnganinya. Tapi yang jelas, dengan tegas kami menolak tudÂuhan-tuduhan itu. Maaf, kami belum bisa berÂbicara detil maÂsaÂlah. Biar lawyer saja yang bicara,†tanÂdasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: