Pembangkit Listrik Dilarang Pakai BBM

Peraturan Hemat Setrum Mau Dikeluarkan

Jumat, 27 April 2012, 08:10 WIB
Pembangkit Listrik Dilarang Pakai BBM
ilustrasi, Pembangkit Listrik

RMOL. Peraturan penghematan peng­gunaan listrik untuk meng­hemat anggaran subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) segera dikeluarkan.

“Selain melakukan pembata­san BBM subsidi, pihaknya ju­ga segera mengeluarkan per­aturan menteri untuk meng­he­mat penggunaan listrik,” ujar Men­teri Energi dan Sumber Da­ya Mineral (ESDM) Jero Wacik di sela-sela acara pembukaan Mu­syawarah Perencanaan Pem­bangunan Nasional (Mus­ren­bangnas) di Jakarta, kemarin.

Dalam peraturan tersebut, kata Wacik, gedung-gedung per­kantoran akan diminta me­lakukan penghematan peng­gu­naan listrik. Jadi, nanti ada aturan kapan listrik boleh dinyalakan dan dimatikan.

Menurutnya, dengan adanya peng­hematan penggunaan listrik ini secara otomatis akan menghemat BBM. Sebab, saat ini pembangkit listrik Perusa­haan Listrik Negara (PLN) banyak menggunakan BBM.

Selain itu, menteri asal Partai Demokrat ini mengatakan, mu­lai Juni 2012 pembangkit lis­trik baru tidak boleh lagi meng­gu­nakan BBM sebagai energi pri­mernya karena mem­bebani ang­garan subsidi. “Un­tuk yang lama, masih kita biar­kan karena su­dah berjalan. Nah, yang baru-barau nanti kita la­rang gunakan BBM lagi,” jelasnya.

Ke depannya, pembangkit harus menggunakan energi baru dan terbarukan seperti geother­mal (panas bumi), air dan peng­gunaan listrik tenaga surya.

Menanggapi hal ini, Dirjen Ketenagalistrikan Ke­menterian ESDM Jarman menga­takan, pelarangan peng­gunaan BBM sebagai energi primer pem­bangkit listrik me­nyusul peng­operasian unit pe­nampungan dan regasifikasi ter­apung di laut utara Jakarta mulai akhir Mei ini.

Jarman mengatakan, nanti­nya pemakaian BBM subsidi hanya akan digunakan pada pem­bangkit di luar Jawa dan Bali.

Na­mun, untuk luar Jawa, pem­bangkit masih bisa meng­gunakan BBM untuk mening­katkan rasio elektrifikasi di luar Jawa. Dengan begitu, terdapat pe­ngalihan penghematan BBM pem­bangkit di Jawa ke luar Jawa.   [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA