RMOL. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pada triwulan I tahun 2012 berhasil membuÂkuÂkan laba bersih Rp 3,32 triliun atau tumbuh 17,50 persen dibanÂding triwulan I tahun 2011. Sedangkan pendapatan opeÂrasi mencapai Rp 17,80 triliun atau tumbuh sebesar 6,50 persen.
“Pencapaian ini sangat meÂnggembirakan karena di tengah-tengah kompetisi yang sangat ketat, TelkomGroup masih mamÂpu membukukan laba berÂsih dengan pertumbuhan yang signifikan,†ujar Direktur UtaÂma Telkom Rinaldi Firmansyah.
Menurutnya, pendapatan opeÂrasi perseroan triwulan I tahun 2012 dikontribusi oleh bisÂnis seluler yang dikelola oleh Telkomsel sebesar Rp 7,20 triÂliun atau tumbuh 6,50 persen. Selain itu, interkoneksi Rp 876 miliar atau tumbuh 3,50 persen, data, internet dan IT Rp 6,12 triÂliun atau tumbuh 12,20 persen.
“Pendapatan fixed line menÂcapai Rp 2,81 triliun atau turun 4,30 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. PenuruÂnan tersebut lebih baik dibanÂding penurunan 2011 sebesar 11,40 persen,†imbuh Rinaldi.
Ini merupakan sinyal bahwa program retensi perseroan terÂhaÂdap pelanggan fixed line menunÂjukkan hasil yang positif. Selain itu, jumlah pelanggan fixed line tumbuh menjadi 8,69 juta atau 4,20 persen. Artinya, minat masyarakat terhadap telepon kabel mulai meningkat kembali.
Di dalam persaingan yang saÂngat tajam, salah satu tanÂtangan besar lain adalah bagaimana perseroan mengelola biaya. Pada triwulan I tahun 2012 cash operating expenses Telkom mencapai Rp 8,17 triliun atau tumbuh 1,40 persen.
Angka ini jauh lebih kecil jika dibanding pertumbuhan penÂdaÂpatan sebesar 6,50 persen. PenÂcapaian ini berhasil dilakukan seÂhubungan dengan telah diteÂrapkannya program cost optiÂmization dan quality assurance initiatives, antara lain senÂtralisasi outsourcing, pensiun dini sukarela, optimalisasi proÂperti/aset, optimalisasi collecÂtion fee dan pengelolaan travel management system.
Program lain cost optimiÂzation adalah inovasi teknologi, salah satunya modernisasi jaÂringan akses dari kabel tembaga ke optik, sentralisasi pengelolaan kendaraan bermotor (KBM) dan bahan bakar minyak (BBÂM), implementasi green energy dengan mengganti freon air conditioner dengan retrofit hydrocarbon bekerja sama dengan Pertamina dan beberapa program lain yang menguatkan kepada sinergi TelkomGroup maupun BUMN.
“Meskipun program cost optimization ini baru dilakÂsanakan secara konsisten sekitar setahun, kami gembira karena telah memberikan hasil yang positif. Tentu program ini akan berlanjut karena efisiensi dan efektivitas dengan sasaran yang tepat merupakan kebutuhan perusahaan modern†terang Rinaldi. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.