Bos Istana Janjikan Ekspor Kerajinan Tembus Rp 13,7 T

Inacraft Diklaim Memihak ke UKM

Kamis, 26 April 2012, 08:09 WIB
Bos Istana Janjikan Ekspor Kerajinan Tembus Rp 13,7 T
ilustrasi/ist
RMOL.Nilai ekspor kerajinan tahun ini ditargetnya menembus 800 juta dolar AS. Sampai 2015, nilai eks­por kerajinan ini diharapkan naik menjadi 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp 13,7 triliun.

Demikian disampaikan Pre­siden Susilo Bambang Yu­dho­yono (SBY), saat membuka pa­me­ran dagang kerajinan Indo­nesia atau Inacraft Ke-14 tahun 2012, di Jakarta Convention Cen­ter (JCC), Senayan, kemarin.

Untuk  mencapai peningkatan ekspor produk kerajinan tersebut, SBY mengingatkan  pihak terkait untuk  menyoroti 10 hal yang mam­pu mendorong pertumbuhan penjualan produk.

Pertama, meningkatkan bisnis produk kerajinan sehingga bisa men­dorong peningkatan bagi  usaha kecil menengah (UKM) serta per­ekonomian di dalam negeri. Ke­dua, meningkatkan kualitas pro­duk, ketiga, memberikan ak­ses permo­dalan ke­pada peng­rajin.

Keempat, mengelola manaje­men usaha dengan baik. Kelima, pro­mosi dan pemasaran harus dilak­sanakan efektif. Keenam,  mengupayakan agar penjualan menjadi sukses. Ketujuh, tidak meng­abaikan branding, paten dan hak kekayaan intelektual.

“Ingat negara lain juga me­ning­­­katkan kualitas produk. Terus tingkatkan kualitas dengan tek­nologi yang tepat, pelatihan dan melakukan studi  banding dengan produk dari negara lain,” jelas Bos Istana Negara ini.

Kedelapan, membuat produk kerajinan  yang ramah ling­kung­an. Kesembilan, adanya bim­bing­an dan pembinaan dari pe­me­rintah daerah. Kesepuluh,  ada­nya kebijakan dan regulasi yang tepat.

Menurut SBY, industri kreatif ter­masuk kerajinan saat ini me­miliki kontribusi terhadap ekspor non migas Indonesia. Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Indo­nesia juga terdongkrak dari ki­nerja industri kerajinan ini.

Sementara Menteri Perekonomian Hatta Ra­jasa menambahkan, penjualan ritel dan kontrak dagang dalam ajang tahunan ini terus me­ning­kat. Penjualan ritel 2011 ber­hasil mencapai hampir Rp 100 miliar. Angka itu naik lima persen jika diban­dingkan pada 2010. Ia berharap, ajang Inacraft menjadi salah satu wadah untuk kam­panye cinta produk dalam negeri.

Tahun ini, dari 2.000 yang men­daftar, ha­nya 1.800 peserta pa­meran yang tertampung di Ina­craft 2012. Jumlah ini meningkat diban­ding­kan jumlah peserta tahun lalu yang mencapai 1.650 perusahaan. Pada pameran yang diselenggarakan 25-29 April 2012, panitia menargetkan jum­lah pengunjung 250 ribu orang, 1.000 di an­taranya berasal dari 100 negara selama. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA