Payah, Masih Sedikit Bos BUMN Yang Pakai Twitter & Facebook

Sosial Media Bisa Kembangkan Bisnis Perusahaan

Jumat, 13 April 2012, 08:05 WIB
Payah, Masih Sedikit Bos BUMN Yang Pakai Twitter & Facebook
Twitter & Facebook
RMOL. Para bos Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan mulai mengembangkan peng­gunaan sosial media seperti Twitter serta Facebook untuk mengembangkan bisnisnya.

Hal ini terungkap saat acara BUMN Marketers yang diadakan di Gedung BNI, Jakarta, kemarin. Para bos BUMN berkumpul di acara yang diprakarsai PT BNI itu. Di antara yang hadir ada Di­rektur Utama Telkom Indo­nesia Rinaldi Firmansyah, Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo, Direktur Utama Garuda Indo­ne­sia Emirsyah Satar dan Direktur Uta­ma Jamsostek Hotbonar Sinaga.

Wakil Direktur Utama BNI Felia Salim mengungkapkan ala­sannya mengapa BNI sebagai tuan ru­mah membahas sosial me­dia. Pasalnya, BNI sebagai peraih penghargaan Anugerah BUMN 2011 katagori marketing ber­maksud berbagi pengalaman, khu­­susnya bagaimana mengelola pelanggan di sosial media.

“BNI melihat melonjaknya pengguna internet di Jabodetabek dan kota besar. Itu peluang besar, berani ekspansi penggunaan sosial media. Sosial media bisa menangkap suara dari palanggan secara langsung,” tegasnya.

Saat ini pengguna internet ter­be­sar dunia adalah Asia. Untuk Indo­nesia, pengguna internet masih di­­ku­asai oleh Jabodetabek, Ban­dung, Me­dan, Semarang dan Banjarmasin.

“Tren penggunaan media inter­net di dunia semakin meningkat tiap tahunnya dan Indonesia me­nem­pati urutan ke empat,” ujar bekas Direktur BEI ini.

Sementara Direktur Utama PT Telkom In­donesia Rinaldi Fir­mansyah me­ngatakan, orang In­donesia me­mi­liki budaya malu di dunia nyata, tapi di sosial media hal itu malah sebaliknya. De­ngan be­gitu, sosial media penting men­jadi media komu­nikasi bagi peru­sahaan dan pe­langgan yang ber­dampak ter­ha­dap peningkatan penjualan.

Menurutnya, Telkom sudah ter­lebih dahulu masuk ke ranah media sosial, yang meliputi me­dia sosial marketing dan com­pliance.

Kendati demikian, Telkom tetap butuh media sosial seba­gai alat pengembangan bisnis. “So­sial media bisa mening­katkan tran­­saksi,” timpalnya. Namun, Rinaldi menya­yang­kan masih sedikitnya dirut BUMN yang me­­manfaatkan sosial media seba­gai me­dia partner. “Masih se­dikit CEO yang ikut Twitter,” cetusnya.

PT Garuda Indonesia mulai mengepakkan sayap dengan me­masuki ranah media sosial yang akan direalisasikan tahun ini. Inisiatif ini dipakai Garuda seba­gai salah satu alat untuk me­ngem­bangkan bisnis, baik perso­nal brand maupun bussiness brand.

“Kami memang masih ter­belakang. Namun, tahun ini baru kita mulai,” kata Emirsyah Satar.

Ia mengungkapkan, media sosial seperti Facebook dan Twitter memang belum digu­nakan oleh beberapa direksi Ga­ruda, termasuk dirinya. “Namun, saya masuk ke Facebook dan terkejut ternyata nama saya dan direksi lain ada. Saya coba meng­hapus, kemudian muncul lagi,” imbuhnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA