“Kami berasumsi 30 persen PDB disokong dari investasi,†ujar Menteri Perdagangan Gita WirÂjawan dalam acara seminar Citi EcoÂnomic and Political Outlook di Jakarta, kemarin.
Ia percaya belanja modal IndoÂnesia dapat tumbuh hingga 18 triliun dolar AS pada 20 tahun menÂÂdatang. Kondisi itu meÂruÂpakan 30 persen dari akumulasi PDB Indonesia. Dengan begitu, nilai total perdagangan Indonesia dapat mencapai 30 triliun dolar AS.
“Saat ini, kondisi perekoÂnoÂmian Indonesia terus membaik. Tahun lalu, Indonesia masuk peÂringkat investment grade,†kataÂnya.
Tahun lalu juga, Indonesia terÂgolong dalam klub PDB 1 triliun dolar AS yang terdiri dari negara beÂsar seperti India, China, Rusia, Korea Selatan dan beberapa lainÂnya. “Jika bisa menÂgÂaktuaÂlisaÂsiÂkan ini, akan meningkatkan peÂringÂkat Indonesia menjadi AAA. KaÂmi punya kesempatan jadi kreditor bagi negara lain,†jelas Gita.
Ia melanjutkan, majalah ekoÂnomi terkemuka, The EconoÂmist, menjuluki Indonesia sebaÂgai ekonomi Komodo yang koÂkoh dan cepat dalam mengatasi krisis yang terjadi pada 2008. Bahkan ekonom dunia Profesor Nouriel Roubini mengatakan, InÂdonesia berpotensi tumbuh pesat ke depan.
Indikator ekonomi Indonesia menunjukkan 60 persen PDB diÂsumbang dari konsumsi doÂmesÂtik. Kondisi tersebut menjamin ekonomi IndoÂnesia tidak akan terpeÂngaruh dari krisis keuangan di Eropa dan Amerika SeÂrikat.
Gita juga menargetkan perÂtumÂbuhan investasi Inggris di InÂdonesia mencapai 20 persen pada tahun ini. “Saya lupa (investasi IngÂgris tahun 2011), sekitar satu koma sekian miliar dolar. Tahun ini growth-nya 20 persenlah,†tanÂdasnya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: