Menteri Gita: Indonesia Dijuluki Ekonomi Komodo

Pendapatan 2030 Diperkirakan Tembus Rp 577 Ribu Triliun

Kamis, 12 April 2012, 08:12 WIB
Menteri Gita: Indonesia Dijuluki Ekonomi Komodo
Gita Wir­jawan
RMOL.Pemerintah yakin pertum­buhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia dapat me­ning­kat pesat dan mencapai 9 triliun dolar AS. Secara akumulasi, se­lama 2010-2030, PDB akan menembus angka 63 triliun dolar AS atau sekitar Rp 577 ribu triliun.

“Kami berasumsi 30 persen PDB disokong dari investasi,” ujar Menteri Perdagangan Gita Wir­jawan dalam acara seminar Citi Eco­nomic and Political Outlook di Jakarta, kemarin.

Ia percaya belanja modal Indo­nesia dapat tumbuh hingga 18 triliun dolar AS pada 20 tahun men­­datang. Kondisi itu me­ru­pakan 30 persen dari akumulasi PDB Indonesia. Dengan begitu, nilai total perdagangan Indonesia dapat mencapai 30 triliun dolar AS.

“Saat ini, kondisi pereko­no­mian Indonesia terus membaik. Tahun lalu, Indonesia masuk pe­ringkat investment grade,” kata­nya.

Tahun lalu juga, Indonesia ter­golong dalam klub PDB 1 triliun dolar AS yang terdiri dari negara be­sar seperti India, China, Rusia, Korea Selatan dan beberapa lain­nya. “Jika bisa men­g­aktua­lisa­si­kan ini, akan meningkatkan pe­ring­kat Indonesia menjadi AAA. Ka­mi punya kesempatan jadi kreditor bagi negara lain,” jelas Gita.

Ia melanjutkan, majalah eko­nomi terkemuka, The Econo­mist, menjuluki Indonesia seba­gai ekonomi Komodo yang ko­koh dan cepat dalam mengatasi krisis yang terjadi pada 2008. Bahkan ekonom dunia Profesor Nouriel Roubini mengatakan, In­donesia berpotensi tumbuh pesat ke depan.

Indikator ekonomi Indonesia menunjukkan 60 persen PDB di­sumbang dari konsumsi do­mes­tik. Kondisi tersebut menjamin ekonomi Indo­nesia tidak akan terpe­ngaruh dari krisis keuangan di Eropa dan Amerika Se­rikat.

 Gita juga menargetkan per­tum­buhan investasi Inggris di In­donesia mencapai 20 persen pada tahun ini. “Saya lupa (investasi Ing­gris tahun 2011), sekitar satu koma sekian miliar dolar. Tahun ini growth-nya 20 persenlah,” tan­dasnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA