Direktur Pemasaran PerumÂnas Teddy Robinson mengaku siap membangun 1.000 unit rumah untuk wartawan. PeÂrumahan ini masuk kategori proÂgram pemÂbangunan rumah muÂrah untuk masyarakat berÂpengÂhaÂsilan renÂdah yang ditargetkan peÂmerintah rampung hingga akhir 2014.
“Sebenarnya, secara resmi beÂlum ada perintah untuk meÂmÂbangun Âproyek tersebut dari pemerintah. Tapi, Perumnas selaku BUMN siap kapanpun membangun hunian tersebut jika memang dipercaya,†kata Teddy di Jakarta, kemarin.
Dalam program rumah murah ini, Perumnas mengaku tidak akan rugi meskipun proyek huÂnian tersebut cuma dianggarkan senilai Rp 45 juta per unit.
Ia juga menjamin kualitas konsÂtruksi rumah murah yang mau dibangun tetap kokoh layakÂnya perumahan yang nyaman dihuni. “Saya kira infrastruktur lahan yang disiapkan pemerintah itu nggak bakal merugikan PeÂrumÂnas. Ada untungnya, meski tidak besar,†katanya.
Yang jelas, lanjutnya, program ini cukup baik untuk membantu wartawan yang belum memiliki ruÂmah. Teddy berharap pemeÂrinÂtah bisa segera merealisasikan program tersebut dengan cepat.
Menanggapi rencana proyek 1.000 rumah tersebut, Ketua Umum DPP REI Setyo MaÂharso berkata lain. Ia mengaÂtaÂkan, rumah murah untuk wartaÂwan maupun masyarakat berÂpeÂngÂhÂasilan rendah (MBR) senilai Rp 45 juta per unit itu sulit diÂwujudkan.
“Kalau rumah seharga Rp 45 juta nggak bisa dibangun. Nggak tahu, kalau Menpera mau namÂbaÂhin. Padahal, program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan PeruÂmaÂhan (FLPP) khusus untuk tipe 36 itu minimal Rp 70 juta,†ujarnya.
REI menambahkan, jangan samÂpai program tersebut jadi proyek abal-abal dan tidak layak dihuni.
Sementara itu, Deputi PembÂiaÂyaan Kemenpera Sri Hartoyo opÂtimistis rumah murah wartawan bisa diwujudkan. Namun, Sri belum bisa memastikan kapan rumah murah wartawan ini bisa dibangun.
“Untuk lahan kami sudah ada. Tinggal menunjuk peÂngemÂbangÂnya yang akan memÂbangun proÂyek perumahan ini. KeÂÂmungÂkinan besar, Perumnas akan digandeng untuk memÂbangun rumah tersebut,†ungkap Sri.
Seperti diketahui, Menpera Djan Faridz berencana memÂbaÂngun sekitar 1.000 rumah bagi para wartawan di daerah Citayam dan Depok. Menurut bekas seÂnator DKI Jakarta ini, pemÂbaÂngunan perumahan bagi wartaÂwan merupakan salah satu arahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, karena tidak semua kuli disket sudah punya rumah yang layak huni.
“Rumah untuk wartawan ini harganya Rp 45 juta, dengan cicilan sekitar Rp 300 hingga Rp 400 ribu per bulan. Tentunya, cicilan rumah ini lebih rendah dariÂpada mencicil motor sehingÂga tidak memberatÂkan,†ujarÂnya. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.