Menteri Perindustrian MS HidaÂyat mengatakan, KemenpeÂrin mengharapkan penyebaran IKM di Pulau Jawa menjadi 60 persen dan 40 persen di luar PuÂlau Jawa pada 2014.
“Saat ini keberadaan IKM yang berjumlah 3,8 juta unit memiliki sebaran 75 persen di Pulau Jawa. Untuk meningkatkaan IKM di luar Jawa, pemerintah mengajuÂkan pemberian kredit usaha rakÂyat (KUR). Selain itu, pemerintah juga ingin meningkatkan infraÂstrukÂtur di luar Jawa,†ujarnya dalam seminar ‘Pengembangan Wirausaha Baru Industri’ di KeÂmenterian PerindusÂtrian, JaÂkarta, kemarin.
Menurut Hidayat, IKM meÂmiliki ketangguhan terhadap gonÂÂcangan perekonomian gloÂbal, karena memiliki kemamÂpuan meÂnyerap tenaga kerja yang besar dan membuka peÂluang usaha daÂlam.
Hidayat menjelaskan, untuk mengisi ketidakseimbangan antara Pulau Jawa dan luar Jawa diperlukan pengembangan keÂwirausahaan untuk memperkuat kemampuan IKM, agar menjadi wirausaha yang mandiri dan proÂfesional.“Secara garis besar penÂciptaan wirausaha baru dilaÂkukan dua penÂdekatan, berÂdaÂsarkan deÂsain dan pendekatan jalur cepat,†jelas Hidayat.
Untuk pendekatan melalui deÂsain, menurut Hidayat, diperluÂkan serangkaian kegiatan reÂkruitÂmen seperti pelatihan dan maÂgang. “Tentunya pemberian moÂdal usaha sebelum orang menÂjadi wirausaha,†imbuh dia. SedangÂkan pendekatan jalur ceÂpat, diÂlakukan melalui serangÂkaian keÂgiatan dengan pelatihan dan diiriÂngi pemberian fasilitas peralatan produksi atau modal kerja.
“Dalam dua tahun terakhir (2010-2011) telah dilakukan peÂlaÂtihan dan pemberian mesin atau peralatan untuk menumÂbuhÂkan sebanyak 1.839 wirausaha baru,†kata Hidayat.
Karena itu, pihaknya akan meÂÂlaÂkukan upaya-upaya dalam rangka memÂbantu IKM untuk meningÂkatkan daya saing.
Di antaranya, meÂlalui pemÂbeÂrian KUR, peningÂkatan keÂmamÂpuan teknologi meÂlalui program restrukturisasi meÂsin, peningkaÂtan kemampuan SDM melalui berÂbagai pelatihan, fasiliÂtasi serta pendampingan, sistem jaminan mutu dan keaÂmanan pangan dan hal lain dalam rangka peningkaÂtan akses pasar.
Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hassan berÂharap, pemeratan usaha kecil di daerah lebih cepat. Hal ini seÂkaligus untuk meningkatkan daya saing UKM di tengah gemÂpuran produk impor. [Harian Rakyat Merdeka]
BERIKUTNYA >
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: